Social Items


Lamongan-Cakrawalaonline, Masa yang terdiri dari puluhan orang itu melakukan aksi bongkar paksa sebuah warung esek-esek di desa Petiyen kecamatan Solokuro Lamongan. 

Aksi masa yang terjadi tadi siang Selasa (14/8) itu sangat mengagetkan warga sekitarnya. Karena warga tidak pernah menduga bahwa akan ada gerakan massa itu. Warga terlihat secara serta merta mengobrak-abrik tempat m#sum itu, tutur Harun seorang saksi mata kepada Cakrawala. 

"Beberapa warung remang -remang yang berada di lokasi itu menjadi sasaran warga." Hal ini terjadi karena di warung-warung itulah digunakan pemiliknya untuk menyimpan sejumlah PSK atau genggek. 

Maka saat terjadi pembongkaran, beberapa begenggek pada lari tungang - langgang menyelamatkan diri. Karena mendadak tentu saja mereka lari dengan pakaian apa adanya dan bahkan ada yang setengah telanjang, sehingga terlihat tidak sopan. 

Dalam aksi tersebut juga tampak aparat dari kepolisian ikut mengamankan lokasi, untuk mengantisipasi segala kemungkinan supaya tidak terjadi benturan dari kelompok massa lainnya. 

Beberapa tokoh warga ketika dikonfirmasi Cakrawala menjelaskan bahwa warung-warung tersebut menyediakan wanita nakal memang sudah lama. 

"Hal itu bisa merusak moral masyarakat dan mengganggu ketertiban umum, karena sudah melakukan praktek asusila." ungkap Dullah.

Lebih lanjut Dullah menjelaskan bahwa para pemilik warung itu sudah pernah diperingatkan oleh aparat berkali-kali, tetapi diabaikan saja. "Itulah akhirnya massa marah dan bersatu melakukan bongkar paksa terhadap warung-warung begenggek yang membandel". Pri.

Puluhan Genggek Lari Tunggang-langgang Sambil Telanjang Saat Warung Remang Dibongkar Paksa


Lahat-Cakrawalaonline, Pemkab Lahat melalui dinas pendidikan lahat adakan gerak jalan hari ini Selasa (14/8). Karnaval serentak keliling kota yang dimulai dari lapangan Seganti Setuguan Lahat. 

Adapun saat terpantau oleh awak media para barisan gerak jalan baik dari tingkat SD, SMP SLTA maupun intansi pemerintahan masih terlihat jiwa patriot, serta semangat proklamasi 45. 

Barisan gerak jalan langsung menuju panggung kehormatan yang disambut oleh para pejabat pemerintahan kabupaten Lahat yaitu Sekda, Dandim 0405 Lahat, ketua DPRD, Kapolres Lahat, komandan Zipur dan komandan CPM serta pejabat di intasi pemkab Lahat.

 Disamping memeriahkan HUT kemerdekaan RI, juga memperingati hari Pramuka dan menyambut 18 TH. ASEAN GAME 2018. Jakarta, Palembang. 

Di mana saat di konfirmasikan kepada salah seorang penonton gerak jalan tersebut mengatakan bahwa mereka sangat senang dengan para peserta gerak jalan yang sangat teratur, dan penontonpun tertib. ( Akril ).

Meriah Karnaval HUT RI di Lahat


Padangsidempuan, Peristiwa tragis menimpa Has (13), seorang gadis kecil di Kota Padangsidimpuan meregang nyawa usai minum obat-obatan yang diberikan oleh temannya. Sebelum meninggal, korban mengaku dipaksa temannya minum puluhan pil dextro hingga overdosis. 

Has sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, Jumat (10/8). Namun sayang, nyawanya tidak tertolong. Korban akhirnya dimakamkan di TPU Muslim Jalan Imam Bonjol, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (11/8). 

Menurut kakak korban, Ws, sebelum meninggal, adiknya pergi bersama teman lelakinya berinisial S. Saat itulah korban mengaku dirinya dicekoki obat-obatan pil dextro. Bahkan, korban mengaku dipaksa mengonsumsi hingga 30 butir pil. Setelah minum puluhan pil itu, teman cowoknya mengantarkan Has ke rumah temannya di daerah Sigalangan, Kota Padangsidimpuan. 

Kondisinyapun juga sudah memburuk. Keluarga korban akhirnya segera menjemput korban yang sudah dalam kondisi lemas dan menggigil. 

“Waktu kami jemput, dia sudah mengigil. Kata mamak temannya, dia sakit, jatuh dari motor. Namun ayah tidak percaya, dia pikir dia dipukul. Dia bilang ke ayah, dia dikasih teman laki-lakinya pil anjing (dextro). Ada mungkin 30 butir dikasih,” kata Ws. 

Keluarga juga mendapat informasi dari orang tua teman Has bahwa korban tengah hamil dua bulan. Diduga, teman lelakinya sengaja mencecoki dengan pil dextro untuk menggugurkan janen di kandungannya. 

“Yang bilang adik saya hamil dua bulan ya uwak itu, tapi enggak tahu kenapa pacarnya itu nyuruh dia minum pil itu,” kata WS. 

Sebelumnya, keluarga dan sanak saudara meratapi kepergian anak keempat dari 8 bersaudara buah hati pasangan AH dan LW Boru Batubara yang sudah bercerai itu. 

“Selama ini dia tinggal bersama ayahnya di Padangmatinggi, kami sudah bercerai,” ungkap LW, ibu kandung korban yang tinggal di Desa Sidadi, Batang Angkola, Tapsel. Cerita LW, putrinya diketahui mengonsumsi pil dextro kurang lebih sebanyak 30 butir. Keterangan itu didapatnya dari beberapa teman sepermainan putrinya yang tinggal di daerah Sigalangan, Batang Angkola. 

“Malam Rabu kemarin (Selasa Malam), dia dibawa temannya ke Sigalangan, dan sempat tinggal di sana. Soalnya, kata temannya dia takut mau pulang ke rumah atau ke rumah saya,” ujar LW berlinang air mata sambil menggendong anaknya yang masih bayi di RSUD Kota Padangsidimpuan. 

Rupanya, cerita LW, kata teman putrinya, setelah memakan puluhan butir pil yang diakuinya Pil Dextro, korban merasakan sakit di bagian dada, nafasnya sesak dan terus gelisah. Dan hal itu diberitahukan teman putrinya kepada Kakak Korban Ws yang tinggal di Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan. Mendapat kabar itu, lanjut LW, putrinya pun dijemput dan dibawa ke kediaman ayah mereka di Padangmatinggi. 

“Mungkin karena dia takut mau pulang ke mana, jadi dibawa ke tempat kawannya. Baru setelah itu dikasih tahu sama kakaknya, dan dijemput ke Sigalangan,” terang ibu korban. 

Rabu (8/8) malam, korban dijemput kakaknya dan dibawa ke rumah ayah mereka. Di sana, kata LW, kondisi putrinya semakin parah. Dan selanjutnya dibawa ke RSUD Kota Padangsidimpuan. 

“Baru Jumat malam ini saya dapat kabar, anak saya sudah meninggal,” tukasnya sedih. 

Sementara itu, Kapolres Padangsidimpuan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hilman Wijaya mengatakan, sudah meminta keterangan dari empat saksi yang mengetahui kematian Has. 

"Dari pemeriksaan tersebut, petugas mendapat informasi sebelum tewas, korban sudah tiga hari tidak pulang ke rumahnya. Korban juga dicecoki pil dextro". 

Namun, untuk memastikan apakah kematian warga Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Padangsidimpuan tersebut karena overdosis atau tidak, polisi mengalami kesulitan. Pasalnya, pihak keluarga tidak bersedia jenazah korban diautopsi. 

“Keluarga menolak otopsi dilakukan terhadap jasad korban,” kata Hilman Wijaya. GusR-sumberHARIANRIAU.CO

Berniat Gugurkan Kandungan Dengan Pil Anjing, Remaja 13 Tahun ini Malah Meregang Nyawa


Jayapura, Muhammad Junaidi (12), seorang korban selamat dalam musibah kecelakaan Pesawat Demonim Air P-HVQ, di Gunung Menuk, Oksibil, Pegunungan Bintang Papua, berhasil di evakuasi di RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura. 

Kisah ajaib selamatnya bocah 12 tahun tersebut pun mendapat perhatian publik. Karena, korban dianggap kuat dan bertahan semalam dalam kondisi pesawat yang hancur dan bergelimpangan mayat di sekelilingnya. 

Bocah korban selamat ini pun bercerita panjang lebar kepada salah seorang perawat bagaimana dirinya bersama seluruh penumpang mengalami kejadian yang mengerikan tersebut. 

"Begitu mendengar alarm sebagai tanda jatuhnya pesawat ia (Muhammad Junaidi) dipeluk ayahnya dan bersama-sama melompat keluar," ungkap Andreas Tukan, seorang perawat yang mendampingi Junaidi, dihadapan sejumlah wartawan, di RS Bhayangkara Polda Papua.

 Namun sayang, dalam peristiwa nahas tersebut ayah Junaidi tak dapat diselamatkan. Junaidi pun sempat pingsan dan setelah sadar, dengan kondisi lengan patah berjalan ke dalam bangkai pesawat untuk mencari air minum. 

"Dia bilang kepada saya saat itu karena haus ia sempat masuk ke dalam bangkai pesawat dan tidur di dalam, mungkin bersama sebagian jenazah penumpang lainnya yang tak selamat," ujar Andreas. 

Menurut Andreas dari kondisi pesawat yang dilihatnya dari Tim SAR kondisi pesawat nampak tidak begitu hancur. Bagian depannya saja yang terlihat hancur, sementara bagian tengah dan belakang masih utuh meski beberapa bagian penyot. 

Lanjut Andre dengan melihat kondisi korban selamat ini, dirinya sangat takjub dimana korban nampak tetap tegar dan stabil, padahal baru saja korban mengalami kejadian yang sangat mengerikan.

 "Pesawat jatuh, korban 'menginap' di dalam hutan belantara Papua dengan segala resiko yang ada dan ditemani beberapa mayat yang bergelimpangan," ungkap Andre. 

Selain kondisi yang dialami, kepada perawat tersebut, korban juga sempat bercerita tentang kondisi adanya 2 penumpang lainnya yang awalnya masih sempat hidup, namun akhirnya meninggal dunia pada saat subuh tiba.

 " Iya Pak Mantri ada penumpang lain yang hidup tapi meninggal pagi tadi," kata Andre menirukan perkataan Junaidi. 

Saat ini, Junaidi telah mendapatkan perawatan khusus dari pihak RS Bhayangkara Polda Papua, Jayapura. Kondisi korban saat ini menurut dokter setempat dalam kondisi stabil Kondisi walau pun ada bagian tangan kanan korban yang patah.

 "Korban atas nama Junaidi berusia 12 tahun, laki-laki. Pasien masuk ke rumah sakit dengan hemodinamik stabil. Itu artinya tak ada pendarahan yang mengancam jiwanya," jelas Dr Hery Budiono. Hotbrt-sumberSindonews

Bocah Usia 12 Tahun Selamat Dari Pesawat Jatuh Di Papua. Bagaimana Caranya...


Grobogan-Cakrawalaonline, Warga desa Banjarejo kecamatan Gabus,  dihebohkan dengan penemuan sebuah bom di sawah warga.

Bom ditemukan oleh Sugiyo (61)Warga dusun Barak RT 02 RW 01 desa Banjarejo



Fuad warga setempat kepada Cakrawala menuturkan, bahwa bom jenis granat genggam tersebut ditemukan saat Giyo hendak mencangkul di sawah. Tepatnya ditemukan di belakang rumah Giyo yang mau diurug. Bom tersebut terpendam dengan kedalaman 20cm.

Saat ini barang tersebut diamankan di Polsek Gabus untuk diidentifikasi lebih lanjut. Ng-Awg

Temuan Bom Hebohkan Warga Gabus


Jakarta, Hampir seluruh polling di media sosial selalu mengunggulkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno atas Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Hasilnya amat kontras. 

Maka kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa Jokowi kemungkinan bisa mengganti cawapres. Hari ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menjalani Test kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8). 

Dalam tes kesehatan tersebut seluruh bagian tubuh akan diperiksa, termasuk organ dalam. Nantinya dokter akan keluarkan rekomendasi apakah capres-cawapres bersangkutan mampu atau tidak mampu menjalankan tugasnya. 

Tes kesehatan Capres-Cawapres ini tidak ada bedanya dengan pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang lain. Tidak jarang calon kepala daerah yang gagal dalam tes kesehatan. 

Pada Pilkada serentak 2017 kemaren misalnya, KPU RI mencatat 21 bakal calon yang gagal menjadi kontestan karena tidak lolos tes kesehatannya. Para bakal calon yang gagal tes kesehatan tersebut berasal dari Pekanbaru, Bengkulu Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Tamlang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Singkil, Bengkulu Tengah, dan Bireun. 

Sedangkan hasil tes kesehatan tersebut bersifat mengikat. Sehingga bakal calon yang tidak lolos tidak dapat melakukan tes kesehatan ulang. 

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, pihaknya tidak bisa ikut campur terhadap pemeriksaan kesehatan capres-cawapres ini. Kewenangan sepenuhnya sudah diberikan kepada tim dokter untuk menilai apakah calon bersangkutan memenuhi syarat atau tidak. 

"Kami tidak mengerti detailnya pemeriksaan kesehatan," ujar Arief saat ditemui wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8). 

Termasuk syarat capres-cawapres tertuang pada Pasal 227 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pada poin c, "Berbunyi surat keterangan kesehatan dari rumah sakit pemerintah yang ditunjuk oleh KPU."

 Jika dianggap tidak memenuhi syarat, maka parpol yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengganti capres atau cawapres sebagaimana diatur pada pasal 232. 

"Dalam hal ini bakal pasangan calon yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227 dan Pasal 229, KPU meminta kepada partai politik dan gabungan partai politik yang bersangkutan untuk mengusulkan bakal pasangan calon yang baru sebagai pengganti." Jamz-sumberRakyatku

Selalu Jeblog Dalam Polling, Jokowi Bisa Ganti Ma'ruf Amin sebagai Cawapresnya...


Pemalang - Cakrawalaonline, Hal tersebut diatas dinyatakan oleh Kapolres. Pemalang, AKBP. Agus Setyawan melalui Kasatserse. AKP. Suhadi pada cakrawalaonline, belum lama ini. 

"Tiga orang sudah ditahan di LP Pemalang...," Ucapnya. Lebih lanjut, Suhadi menambahkan bahwa tersangka lain yang masih dibawah umur telah diselesaikan secara kekeluargaan. 

"Istilahnya Diversi, yakni penyelesaian perkara diluar pengadilan (kekeluargaan)... Kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan... Sedangkan Tiga tersangka yang ditaham di LP Pemalang, kasusnya akan terus diproses sampai pengadilan...," Jelasnya. Slamet SBL

3 Orang Suporter PSIP Ditahan di LP Pemalang...