Social Items



Grobogan-Cakrawalaonline, Arak sebagai minuman berakhol tinggi merupakan minuman tradisional yang bisa memabukkan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Minuman ini merupakan minuman asli orang Jawa yang ada sejak jaman dahulu kala. Pembuatan arak di Plumpungan ini tidak diketahui kapan mulainya. Tapi dari cerita orang tua, aktivitas ini sudah berlangsung ratusan tahun atau sejak nenek moyang dulu.

Usaha pembuatan arak diwariskan secara turun temurun. Hingga saat ini, ada sekitar 50 orang yang masih menggeluti usaha tersebut, tepatnya di dusun Plumpungan desa Banjardowo kecamatan Kradenan kabupaten Grobogan. Proses pembuatannya tetap dilakukan secara tradisional.  Pemandanan khas yang ada di desa tersebut terlihat adanya  tumpukan kayu bakar yang ada di depan rumah warga. Saat lewat disekitarnya, biasanya tercium bau cukup menyengat.
Berdadasarkan penuturan H Tarmuji seorang tokoh setempat yang juga sebagai salah satu pengrajin penghasil arak Plumpungan ini menjelaskan bahwa, bahan pembuatan arak Plumpungan berbeda dengan bahan dari tempat lain. Yakni menggunakan beberapa komposisi bahan alami,  antara lain, tape beras ketan, ragi, air dan gula merah. Bahan-bahan ini dicampur jadi satu dan didiamkan dulu selama beberapa hari atau difermentasi. Setelah itu, baru dilakukan proses penyulingan dengan tungku tradisional. Sebagian sudah menggunakan tungku yang sudah dimodifikasi.
Arak yang dihasilkan dari proses penyulingan punya beberapa klasifikasi. Yakni, super, sedang, dan biasa tergantung kadar alkoholnya.

Bagi warga setempat, arak yang dihasilkan dianggap sebagai jamu tradisional dan dinilai tidak membahayakan. Dengan catatan, minumnya tidak terlalu banyak atau sesuai takaran yang dianjurkan.
“Bagi kami, minuman ini adalah jamu yang menyehatkan, jika diminum sesuai takaran  dan tidak membahayakan.  Sedangkan yang  bikin orang meninggal di Jawa Barat itu karena minumnya dicampur bahan macam-macam.” Tambah Tarmuji. Ng

Arak Plumpungan Dari Waktu Ke Waktu

Cakrawala Online


Grobogan-Cakrawalaonline, Arak sebagai minuman berakhol tinggi merupakan minuman tradisional yang bisa memabukkan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Minuman ini merupakan minuman asli orang Jawa yang ada sejak jaman dahulu kala. Pembuatan arak di Plumpungan ini tidak diketahui kapan mulainya. Tapi dari cerita orang tua, aktivitas ini sudah berlangsung ratusan tahun atau sejak nenek moyang dulu.

Usaha pembuatan arak diwariskan secara turun temurun. Hingga saat ini, ada sekitar 50 orang yang masih menggeluti usaha tersebut, tepatnya di dusun Plumpungan desa Banjardowo kecamatan Kradenan kabupaten Grobogan. Proses pembuatannya tetap dilakukan secara tradisional.  Pemandanan khas yang ada di desa tersebut terlihat adanya  tumpukan kayu bakar yang ada di depan rumah warga. Saat lewat disekitarnya, biasanya tercium bau cukup menyengat.
Berdadasarkan penuturan H Tarmuji seorang tokoh setempat yang juga sebagai salah satu pengrajin penghasil arak Plumpungan ini menjelaskan bahwa, bahan pembuatan arak Plumpungan berbeda dengan bahan dari tempat lain. Yakni menggunakan beberapa komposisi bahan alami,  antara lain, tape beras ketan, ragi, air dan gula merah. Bahan-bahan ini dicampur jadi satu dan didiamkan dulu selama beberapa hari atau difermentasi. Setelah itu, baru dilakukan proses penyulingan dengan tungku tradisional. Sebagian sudah menggunakan tungku yang sudah dimodifikasi.
Arak yang dihasilkan dari proses penyulingan punya beberapa klasifikasi. Yakni, super, sedang, dan biasa tergantung kadar alkoholnya.

Bagi warga setempat, arak yang dihasilkan dianggap sebagai jamu tradisional dan dinilai tidak membahayakan. Dengan catatan, minumnya tidak terlalu banyak atau sesuai takaran yang dianjurkan.
“Bagi kami, minuman ini adalah jamu yang menyehatkan, jika diminum sesuai takaran  dan tidak membahayakan.  Sedangkan yang  bikin orang meninggal di Jawa Barat itu karena minumnya dicampur bahan macam-macam.” Tambah Tarmuji. Ng

Tidak ada komentar