Social Items


Jakarta, Kemaren hari Kamis (26/4) indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam. Pelemahan hari ini memasuki hari kedua. 

Pukul 16.00 WIB IHSG ditutup turun 2,8 persen atau 170,65 poin di posisi 5.909,19. Sebanyak 345 saham diperdagangkan melemah, 81 saham stagnan dan hanya 67 saham diperdagangkan menguat. Pelemahan indeks disebabkan aksi jual oleh investor asing. 

Sejumlah saham papan atas menjadi kontributor bagi pelemahan yang terjadi di lantai bursa pada Kamis. Saham-saham yang menyumbang pelemahan bagi bursa yakni BMRI (Rp 6.775), BBRI (Rp 3.140), TLKM (Rp 3.650), BBCA (Rp 21.350), ASII (Rp 7.075), PGAS (Rp 2.210) dan INKP (Rp 12.450). 

Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengatakan turunnya indeks IHSG ini bersifat sementara karena dipengaruhi faktor-faktot eksternal. 

Seperti, suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang terus meningkat dan diprediksikan akan kembali meningkat hingga tiga kali tahun ini, isu perang dagang antara China dan AS, serta kondisi geopolitik Amerika dan Suriah yang sedang memanas beberapa waktu belakangan. 

Pembaca kanal ekonomi Kompas.comselain mencermati soal melemahnya saham-saham bank besar pada Kamis juga mencermati soal kunjungan delegasi China ke Indonesia. GusR-sumberKompas

Dunia Bursa Saham Kelimpungan, Saham Bank-Bank Besar Anjlok...

Cakrawala Online

Jakarta, Kemaren hari Kamis (26/4) indeks harga saham gabungan (IHSG) terkoreksi cukup dalam. Pelemahan hari ini memasuki hari kedua. 

Pukul 16.00 WIB IHSG ditutup turun 2,8 persen atau 170,65 poin di posisi 5.909,19. Sebanyak 345 saham diperdagangkan melemah, 81 saham stagnan dan hanya 67 saham diperdagangkan menguat. Pelemahan indeks disebabkan aksi jual oleh investor asing. 

Sejumlah saham papan atas menjadi kontributor bagi pelemahan yang terjadi di lantai bursa pada Kamis. Saham-saham yang menyumbang pelemahan bagi bursa yakni BMRI (Rp 6.775), BBRI (Rp 3.140), TLKM (Rp 3.650), BBCA (Rp 21.350), ASII (Rp 7.075), PGAS (Rp 2.210) dan INKP (Rp 12.450). 

Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Katarina Setiawan mengatakan turunnya indeks IHSG ini bersifat sementara karena dipengaruhi faktor-faktot eksternal. 

Seperti, suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed yang terus meningkat dan diprediksikan akan kembali meningkat hingga tiga kali tahun ini, isu perang dagang antara China dan AS, serta kondisi geopolitik Amerika dan Suriah yang sedang memanas beberapa waktu belakangan. 

Pembaca kanal ekonomi Kompas.comselain mencermati soal melemahnya saham-saham bank besar pada Kamis juga mencermati soal kunjungan delegasi China ke Indonesia. GusR-sumberKompas

Tidak ada komentar