Social Items



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline –  Lomba desa Patuk kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan tanggal 09-04-2018 dipusatkan di wilayah desa Patuk berjalan lancar. Beberapa sampel disiapkan oleh Sumarno kades Patuk beserta perangkat desa dan lembaga desa serta tokoh masyarakat desa Patuk.


Katanya, kades ingin lomba ini sederhana, tapi ternyata tampilannya sangat mantap karena disajikan banyak sampel. Selain itu disajikan berbagai makanan tambahan untuk tamu. Tidak hanya itu rombongan tim penilai dan hadirin diharap makan siang di padukuhan Sumbertetes. Mereka makan siang semua tamu, walaupun sudah lebih dari jam duabelas.

Produk makanan tambahan seperti tiwul, kimpul, kacang godog, kedelai godog dan ketela godog serta makanan cadangan itu semua disajikan oleh peserta. Sehingga tim penilai terkesan bersemangat dalam memberikan penilaian. Dilanjutkan makan siang dan jalannya program penilaian lancar. Berbagai kesenian dan lainnya potensi telah disiapkan untuk dinilai dari rombongan tim evaluasi dari kabupaten Gunungkidul.

Tidak seperti tahun lalu 2017, tahun lalu lomba di wilayah kecamatan Patuk menampilkan desa Ngoro-oro. Kala itu untuk menyambut tim penilai disajikan musik yang sahdu. Seperti campursari, karawitan dan lainnya. Hanya saja setelah rombongan tim penilai datang di depan balai desa dan masuk di balai desa, tiba tiba adegan setengah bugil dengan membawa peso mengacung-acungkan kepada seorang wanita untuk akan dibunuh.

Adegan seperti itu memang simulasi KDRT yang dibuat oleh R Haryo Ambar Suwardi camat Patuk. Itu dulu di desa Ngoro-oro tahun 2017 tamu dibuat deg-degan dan kaget karena hadirnya orang gila ingin membunuh wanitanya. Ternyata pria itu brokenhome dan lama tidak campur istri, kabarnya.

Walaupun acara lomba menurut warga masyarakat dianggap sederhana. Tetapi menurut camat Patuk itu istimewa. Ya bisa dibilang begitu, istimewanya untuk tim penilai disuguh makan dua kali. Yaitu makan siang di padukuhan dan makan jelang pulang di balai desa. Tapi pahitnya jelang selesai upacara lomba hujan datang hampir satu jam. Tapi semuanya selamat, walaupun hanya sedikit basah.

Karena lomba desa Patuk itu termasuk istimewa, artinya hidangan makan dua kali. Itu pun masih dianggap sederhana oleh masyarakat. Sambutan camat Patuk seusai laporan panitia disambung pemaparan kades dan dilanjut pesan dan kesan tim penilai itu. Camat dihadapan rombongan tim penilai dan peserta lomba dan warga masyarakat mengajak untuk siap menerima juara pertama. (Sab)

Lomba Patuk Tidak Tampilkan Orang Gila

Cakrawala Online


Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline –  Lomba desa Patuk kecamatan Patuk kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan tanggal 09-04-2018 dipusatkan di wilayah desa Patuk berjalan lancar. Beberapa sampel disiapkan oleh Sumarno kades Patuk beserta perangkat desa dan lembaga desa serta tokoh masyarakat desa Patuk.


Katanya, kades ingin lomba ini sederhana, tapi ternyata tampilannya sangat mantap karena disajikan banyak sampel. Selain itu disajikan berbagai makanan tambahan untuk tamu. Tidak hanya itu rombongan tim penilai dan hadirin diharap makan siang di padukuhan Sumbertetes. Mereka makan siang semua tamu, walaupun sudah lebih dari jam duabelas.

Produk makanan tambahan seperti tiwul, kimpul, kacang godog, kedelai godog dan ketela godog serta makanan cadangan itu semua disajikan oleh peserta. Sehingga tim penilai terkesan bersemangat dalam memberikan penilaian. Dilanjutkan makan siang dan jalannya program penilaian lancar. Berbagai kesenian dan lainnya potensi telah disiapkan untuk dinilai dari rombongan tim evaluasi dari kabupaten Gunungkidul.

Tidak seperti tahun lalu 2017, tahun lalu lomba di wilayah kecamatan Patuk menampilkan desa Ngoro-oro. Kala itu untuk menyambut tim penilai disajikan musik yang sahdu. Seperti campursari, karawitan dan lainnya. Hanya saja setelah rombongan tim penilai datang di depan balai desa dan masuk di balai desa, tiba tiba adegan setengah bugil dengan membawa peso mengacung-acungkan kepada seorang wanita untuk akan dibunuh.

Adegan seperti itu memang simulasi KDRT yang dibuat oleh R Haryo Ambar Suwardi camat Patuk. Itu dulu di desa Ngoro-oro tahun 2017 tamu dibuat deg-degan dan kaget karena hadirnya orang gila ingin membunuh wanitanya. Ternyata pria itu brokenhome dan lama tidak campur istri, kabarnya.

Walaupun acara lomba menurut warga masyarakat dianggap sederhana. Tetapi menurut camat Patuk itu istimewa. Ya bisa dibilang begitu, istimewanya untuk tim penilai disuguh makan dua kali. Yaitu makan siang di padukuhan dan makan jelang pulang di balai desa. Tapi pahitnya jelang selesai upacara lomba hujan datang hampir satu jam. Tapi semuanya selamat, walaupun hanya sedikit basah.

Karena lomba desa Patuk itu termasuk istimewa, artinya hidangan makan dua kali. Itu pun masih dianggap sederhana oleh masyarakat. Sambutan camat Patuk seusai laporan panitia disambung pemaparan kades dan dilanjut pesan dan kesan tim penilai itu. Camat dihadapan rombongan tim penilai dan peserta lomba dan warga masyarakat mengajak untuk siap menerima juara pertama. (Sab)

Tidak ada komentar