Social Items



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Ny Kusdiyono memang beda dengan wanita lain. Berkaitan dengan Peringatan Hari Kartini 21 April 2018 ini Ny Kusdiyono memang nampak beda. Karena penampilan Ny Kusdiyono yang rapi, tak ubahnya seperti Kartini di masa Reformasi, yaitu Kartini yang muncul setelah tahun 1998.

Ya, memang, kalau diperhatikan, Ny Kusdiyono termasuk wanita yang rapi dan mampu menyejukkan para pria di jamannya. Karena berjiwa disiplin dan dinamis, sehingga Ny Kusdiyono selalu dekat dengan para wanita diwilayahnya, setidaknya seputaran Panggang Gunungkidul.

Ny Kusdiyono yang selalu mendampingi pak Kusdiyono Somo Pawiro memang menjabat dukuh di padukuhan Tanggung desa Girimulyo kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul DIY.  Ny Kusdiyono tidak henti-hentinya dalam menjaga reputasinya, karena semua itu merupakan kewajiban pribadinya untuk generasi mendatang

Menurut pengakuannya, sebagai wanita Indonesia pada jamannya, kaum perempuan harus selalu menjaga diri di masyarakat dan di depan pria dan anak-anak. Lebih-lebih kepada suaminya, mereka sangat diharapkan berpenampilan wajar dan berjiwa mendidik kepada para putra putri bangsa.

Kalau hal demikian selalu dekat dengan jiwanya, hidup dinamis dan selalu meningkatkan kualitas diri demi kaum ibu dan generasi bangsa Indonesia akan semakin baik. Sehingga suara kaum perempuan di Indonesia selalu berpesan kepada generasi mendatang agar selalu menjaga diri dan meningkatkan diri serta kualitas serta reputasi kaum wanita.

Kiranya patut didengar dan selalu dijiwai oleh kaum wanita di Indonesia bahwa cita-cita RA Kartini itu tetap harus dijaga dan ditingkatkan serta diterapkan dalam pola hidup sehari-hari bagi bangsa Indonesia demi menjaga kualitas dan reputasi diri bagi kaum wanita Indonesia.

Sebagai suami dukuh, Ny Kusdiyono sedikit demi sedikit telah membuktikan hal tersebut di atas. Karena beliau selalu sibuk dalam mendampingi suaminya serta bergaul di tengah kegiatan bersama PKK padukuhan Tanggung desa Girimulyo. “Kami menyadari, bukan yang istimewa, tetapi kami ingin kaum wanita tetap peduli dalam pendiriannya untuk bergaul dan bekerja sesuai cita-cita RA Kartini,” ungkapnya. (Sab)

Nyi Kusdiyono Ibarat Kartini Dari Dusun Tanggung

Cakrawala Online


Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Ny Kusdiyono memang beda dengan wanita lain. Berkaitan dengan Peringatan Hari Kartini 21 April 2018 ini Ny Kusdiyono memang nampak beda. Karena penampilan Ny Kusdiyono yang rapi, tak ubahnya seperti Kartini di masa Reformasi, yaitu Kartini yang muncul setelah tahun 1998.

Ya, memang, kalau diperhatikan, Ny Kusdiyono termasuk wanita yang rapi dan mampu menyejukkan para pria di jamannya. Karena berjiwa disiplin dan dinamis, sehingga Ny Kusdiyono selalu dekat dengan para wanita diwilayahnya, setidaknya seputaran Panggang Gunungkidul.

Ny Kusdiyono yang selalu mendampingi pak Kusdiyono Somo Pawiro memang menjabat dukuh di padukuhan Tanggung desa Girimulyo kecamatan Panggang kabupaten Gunungkidul DIY.  Ny Kusdiyono tidak henti-hentinya dalam menjaga reputasinya, karena semua itu merupakan kewajiban pribadinya untuk generasi mendatang

Menurut pengakuannya, sebagai wanita Indonesia pada jamannya, kaum perempuan harus selalu menjaga diri di masyarakat dan di depan pria dan anak-anak. Lebih-lebih kepada suaminya, mereka sangat diharapkan berpenampilan wajar dan berjiwa mendidik kepada para putra putri bangsa.

Kalau hal demikian selalu dekat dengan jiwanya, hidup dinamis dan selalu meningkatkan kualitas diri demi kaum ibu dan generasi bangsa Indonesia akan semakin baik. Sehingga suara kaum perempuan di Indonesia selalu berpesan kepada generasi mendatang agar selalu menjaga diri dan meningkatkan diri serta kualitas serta reputasi kaum wanita.

Kiranya patut didengar dan selalu dijiwai oleh kaum wanita di Indonesia bahwa cita-cita RA Kartini itu tetap harus dijaga dan ditingkatkan serta diterapkan dalam pola hidup sehari-hari bagi bangsa Indonesia demi menjaga kualitas dan reputasi diri bagi kaum wanita Indonesia.

Sebagai suami dukuh, Ny Kusdiyono sedikit demi sedikit telah membuktikan hal tersebut di atas. Karena beliau selalu sibuk dalam mendampingi suaminya serta bergaul di tengah kegiatan bersama PKK padukuhan Tanggung desa Girimulyo. “Kami menyadari, bukan yang istimewa, tetapi kami ingin kaum wanita tetap peduli dalam pendiriannya untuk bergaul dan bekerja sesuai cita-cita RA Kartini,” ungkapnya. (Sab)

Tidak ada komentar