Social Items




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Dimeriahkan dengan Tari Gambyong Pareanom dalam lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul pada putaran ke 16 dari desa Jetis. Lomba desa Jetis kecamatan Saptosari yang digelar pada tanggal 10 April 2018 berjalan normatif. Artinya kades tidak memaksakan kehendak ingin juara, kades pernah bilang semua pekerjaan dilaksanakan dengan sepantasnya saja.
                             
Warga masyarakat tidak diajak untuk hidup konsumtif. Artinya tidak hidup boros, dan harusnya warga masyarakat hidup dengan produktif. Itulah harapan Sunarso kades Jetis Saptosari. Partisipasi warga masyarakat desa Jetis Saptosari tampilannya sederhana. Tetapi terkesan memuaskan semua pihak, termasuk tim penilai dari kabupaten Gunungkidul.

Memang, nampaknya warga masyarakat desa Jetis digiring oleh kades untuk bersikap sederhana, tertip, lancar dan normatif. Itu semua karena dukungan semua pihak yang mudah berkomunikasi dengan sesama pengurus dan warga masyarakat. Walaupun tidak makan dan tidak minum, tetapi lomba desa Jetis malah berkesan sederhana dan lancar.

Tidak ada yang mengeluh karena kelaparan, semuanya nampak bergembira, karena juga disuguhkan beberapa kesenian untuk memilut para hadirin dan tamu tim penilai dari kabupaten Gunungkidul. Karena senang, semuanya jadi lupa, lupa makan dan lupa minum. Itulah kesan sederhana yang dipantau wartawan.

Lomba desa Jetis memang menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah. Tetapi hanya dianggarkan sekitar tujuhpuluh lima juga. Sehingga panitia harus membuat anggaran perubahan. “Mumet ini dalam lomba,” kata salah satu panitia yang tak mau disebut namanya.

Sunarso kades Jetis Saptosari memang tangguh dalam mensiasati semua permasalahan yang ada di desanya. Sehingga warga masyarakat hanya diemong, digiring hidup sederhana. Namun juga diajak bersisiplin tentang hidup sehat. Sehingga sedikit demi sedikit warga masyarakat desa Jetis terlihat perkembangan perekonomian terlihat nyata.

Lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul yang diikuti oleh delapan belas peserta perwakilan semua kecamatan itu untuk di Jetis berada di urutan ke 16. Lomba itu digelar mulai tanggal 14 Maret dimulai dari desa Natah, dan berakhir 12 April 2018 peserta terakhir desa Sambirejo Ngawen Gunungkidul.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pembangunan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), Sujoko S.Sos M.Si mengaku lega. Semua peserta lomba sangat luar biasa dalam menyajikan semua potensi yang ada untuk dievaluasi. (Sab)

Tari Gambyong Tampil Saat Lomba Jetis

Cakrawala Online



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Dimeriahkan dengan Tari Gambyong Pareanom dalam lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul pada putaran ke 16 dari desa Jetis. Lomba desa Jetis kecamatan Saptosari yang digelar pada tanggal 10 April 2018 berjalan normatif. Artinya kades tidak memaksakan kehendak ingin juara, kades pernah bilang semua pekerjaan dilaksanakan dengan sepantasnya saja.
                             
Warga masyarakat tidak diajak untuk hidup konsumtif. Artinya tidak hidup boros, dan harusnya warga masyarakat hidup dengan produktif. Itulah harapan Sunarso kades Jetis Saptosari. Partisipasi warga masyarakat desa Jetis Saptosari tampilannya sederhana. Tetapi terkesan memuaskan semua pihak, termasuk tim penilai dari kabupaten Gunungkidul.

Memang, nampaknya warga masyarakat desa Jetis digiring oleh kades untuk bersikap sederhana, tertip, lancar dan normatif. Itu semua karena dukungan semua pihak yang mudah berkomunikasi dengan sesama pengurus dan warga masyarakat. Walaupun tidak makan dan tidak minum, tetapi lomba desa Jetis malah berkesan sederhana dan lancar.

Tidak ada yang mengeluh karena kelaparan, semuanya nampak bergembira, karena juga disuguhkan beberapa kesenian untuk memilut para hadirin dan tamu tim penilai dari kabupaten Gunungkidul. Karena senang, semuanya jadi lupa, lupa makan dan lupa minum. Itulah kesan sederhana yang dipantau wartawan.

Lomba desa Jetis memang menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah. Tetapi hanya dianggarkan sekitar tujuhpuluh lima juga. Sehingga panitia harus membuat anggaran perubahan. “Mumet ini dalam lomba,” kata salah satu panitia yang tak mau disebut namanya.

Sunarso kades Jetis Saptosari memang tangguh dalam mensiasati semua permasalahan yang ada di desanya. Sehingga warga masyarakat hanya diemong, digiring hidup sederhana. Namun juga diajak bersisiplin tentang hidup sehat. Sehingga sedikit demi sedikit warga masyarakat desa Jetis terlihat perkembangan perekonomian terlihat nyata.

Lomba desa tingkat kabupaten Gunungkidul yang diikuti oleh delapan belas peserta perwakilan semua kecamatan itu untuk di Jetis berada di urutan ke 16. Lomba itu digelar mulai tanggal 14 Maret dimulai dari desa Natah, dan berakhir 12 April 2018 peserta terakhir desa Sambirejo Ngawen Gunungkidul.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pembangunan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD), Sujoko S.Sos M.Si mengaku lega. Semua peserta lomba sangat luar biasa dalam menyajikan semua potensi yang ada untuk dievaluasi. (Sab)

Tidak ada komentar