Social Items


Pemalang - Cakrawalaonline, Belum lama, cakrawalaonline mendapat kabar bahwa seorang pembeli mengaku kecopetan waktu belanja di toko BASA Toserba.

 "menurut pengakuannya, jumlah uang yang hilang Duapuluh juta rupiah...," Ucap seseorang pada cakrawalaonline. 

Saat hendak dikonfirmasi cakrawalaonline, pemilik BASA Toserba, berulang kali cakrawalaonline mendatangi kantornya yang terletak disebelah Barat toserba tersebut, Owner BASA Toserba yang kerap disapa Holang ini, tidak bersedia ditemui. 

Buktinya, ketika cakrawalaonline pada kesekian kali datang ke tempat kerjanya, meski seorang karyawatinya mengatakan "bos"-nya ada ditempat, namun setelah cakrawalaonline menunggu, seorang karyawati BASA yang tadi nampak menuju ke ruang atasannya itu, menyatakan pimpinannya sedang keluar. 

"nggak ada, keluar...," Ucap karyawati yang sebelumnya bilang "bos"-nya berada di tempat. Sampai berita ini dimuat, pemilik BASA Toserba tidak bisa dikonfirmasi. Sebagai tambahan informasi, menurut warga, pencopetan kerap terjadi di toko BASA Toserba. Slamet SBL

Waspada, di Toko Basa Ada Copetnya...


Timor Leste, Koalisi oposisi pimpinan mantan presiden, Xanana Gusmao, memenangi mayoritas kursi di parlemen dalam pemilihan umum yang berlangsung bulan ini. 

Kemenangan Aliansi Perubahan untuk Kemajuan (AMP) itu dipastikan melalui putusan pengadilan setelah Partai Fretilin yang dipimpin PM Mari Alkatiri menggugat hasil pemilu lantaran adanya dugaan sejumlah penyimpangan. 

Deolindo dos Santos, kepala Pengadilan Banding Timor Leste, mengatakan AMP telah memenangi 49,6% suara. Artinya, Partai CNRT pimpinan Xanana dan dua partai lainnya berhak menduduki 34 dari 65 kursi yang tersedia di parlemen. Adapun Partai Fretilin meraih 34,2% suara.

 Jose Ramos Horta: Generasi kami harus mundur dari politik sesudah pemilu ini Suharto, suara dari Timur: antara 'diktator sukses' dan 'penindas kejam' Australia dan Timor Leste teken ‘kesepakatan bersejarah’ soal perbatasan maritim Menanggapi hasil tersebut, Fidelis Magalhaes, selaku pejabat dari koalisi AMP, yakin kebuntuan di parlemen akan terpecahkan. 

"Timor Leste harus punya pemerintah yang muncul dan berasal dari mayoritas absolut di parlemen," kata Magalhaes kepada kantor berita Reuters. Dia menolak berkomentar ketika ditanya apakah mantan presiden dan perdana menteri, Xanana Gusmao, akan kembali memangku jabatan perdana menteri setelah AMP dipastikan menang. Xanana sendiri tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar. 

Partai Fretilin yang menonjolkan Mari Alkatiri menduduki peringkat dua dalam pemilu Timor Leste, Mei 2018. Pemilu kali ini merupakan pemilu kedua di Timor Leste setelah 22 Juli 2017 lalu. Saat itu koalisi Fretilin-Partai Demokrat yang dipimpin Marie Alkatiri, di luar dugaan menang dengan keunggulan satu kursi dari koalisi pimpinan CNRT yang menampilkan Xanana Gusmao. 

Setelah berbagai perundingan politik gagal, pada 26 Januari lalu Presiden Francisco Gueterres yang dikenal dengan julukan LĂș-Olo membubarkan parlemen beranggotakan 65 orang itu dan mengumumkan pemilu dini yang dilaksanakan 12 Mei. 

Dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Ging Ginanjar, mantan pejuang kemerdekaan dan pemenang Nobel Perdamaian Jose Ramos Horta mengatakan bahwa selama 2017 hingga 2022 nanti (periode pemerintahan yang seharusnya terbentuk lewat pemilu 2017 lalu yang mengalami kebuntuan), adalah tahun-tahun akhir kehidupan politik aktif generasi dirinya, Xanana, dan Mari Alkatiri di panggung utama. 

"Pak Xanana Gusmao sedikit lebih tua dari saya, sementara Marie Alkatiri seumur saya, namun kami semua berasal dari suatu generasi politik yang sama. "Nah, pada tahun 2022 nanti itu sepatutnya kami meninggalkan sepenuhnya panggung utama politik." GusR-bbc

Xanana Gusmao Menangi Pemilu Timor Leste


Bantul, Izzan Abdullah alias Brekele (23), pelaku pemukul Ibu kandung dan pembakaran rumah orang tuanya pada Sabtu (26/5) telah diamankan pihak kepolisian. Kekejaman Brekele terhadap ibunya Tri Iswanti sudah berlangsung cukup lama. Sejak usia 14 tahun anak pertama itu sudah berurusan dengan kasus hukum. Seperti yang dituturkan Iswanti kepada awak media. 

"Pertama kali berurusan dengan hukum sejak SMP, mungkin sekitar umur 14 tahun. Waktu itu saya bolak balik Bapas (Balai pemasyarakatan) di Wonosari (Gunungkidul). Lupa waktu itu kasus apa, karena banyak sekali Kasusnya,"katanya Senin (28/5). 

Upaya dilakukan untuk memperbaiki kelakuan putranya itu sudah dilakukan berulang kali. Namun selalu gagal, mulai masuk pesantren hingga rehabilitasi ketergantungan alkohol dan obat. Bahkan ketika melakukan penganiayaan pun selalu dilaporkan ke polisi. Tetapi Brekele tetap menghajar ibunya. 

Bahkan ayahnya yang meninggal Januari 2018 lalu pun saat sakit sering dianiaya. "Dia orangnya nekat, siapa saja berani," ucapnya. Puncaknya, saat hari Sabtu (26/5/) siang, Brekele pulang. Sambil marah dia meminta uang dari ibunya yang bekerja sebagai penjual beras di pasar itu. Uang Rp 75.000 pemberiannya itu digunakan untuk pesta minuman keras bersama teman-teman di rumahnya. Lalu pergi, bersama temannya. 

Sore hari, pelaku pulang ke rumah tak mendapati ibunya karena sedang di masjid untuk sembahyang. Lalu pergi ke rumah budenya (bibi) yang bernama Sujimah (50) untuk meminta uang. Karena tak sesuai harapannya lalu dia menganiaya kambing milik budenya. Kali ini Izzan akhirnya bertemu ibu kandungnya saat Iswanti baru berbuka puasa di tempat jualan takjil.

 Dia kalap dan menganiaya ibunya hingga ibunya tersebut tersungkur dan tidak sadarkan diri. "Punggung saya ditendang, kepala saya dipukul. Saat saya berlumur darah dia masih bilang mau membunuh saya," sesalnya. 

"Waktu itu saya dianiaya tidak ada yang menolong, mungkin tetangga sudah lelah dengan anak saya. Beruntung dua orang tetangga akhirnya keluar dan menangkap dia," imbuhnya. Iswanti yang penuh luka di kepala, langsung dilarikan ke Puskesmas dan dia menyadari anaknya membakar rumah peninggalan suaminya itu.

 "Ada tiga mobil pemadam yang datang, kemarin sudah dibersihkan warga," katanya. Dia mengakui kelakuan anaknya sudah keterlaluan. Bahkan sudah mengancam jiwanya. 

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya harus meminjam uang dari tetangga, karena hasil jualan di pasar habis diminta Izzan. "Kok ya tega menganiaya saya, wong setiap hari saya kasih uang Rp30.000 sampai Rp40.000 kadang lebih, makan tinggal makan, pakaian semua bersih tinggal pakai. 

Mungkin karena pengaruh obat dan minuman keras jadi parah. Biasanya ngamuk tidak sampai segitunya," ucapnya. Dia berharap polisi menetapkan hukuman setimpal. Iswanti mengaku berpikir belum tentu menerima kembali anaknya suatu saat nanti.

 "Berat mas, berat takut ngancam saya juga. Takut diulangi lagi. Sakitnya belum sembuh," sesalnya. Iswanti pun masih menunggu rumahnya dibersihkan, dan rencana nya akan dibantu pemuda kampung setempat. Sementara tinggal di rumah kakaknya Sujimah. 

Pernyataan serupa dikatakan bude pelaku, Sujimah. Akibat kekerasan yang dilakukan ponakannya itu perkakas di rumahnya habis mulai dari gelas hingga piring. Terakhir kambingnya terpaksa dijual karena luka tusuk, dan seekor lainnya harus dirawat karena luka yang sama. 

"Disini kalau tidak diberi seperti di rumahnya sendiri apa yang ada dihancurkan," katanya. GusR-sumberKompas.com

Anak Hajar Ibu Kandung dan Bakar Rumahnya Sendiri, Akhirnya Dibekuk Polisi


Hongkong, Berawal dari rasa jengkel kepada majikannya dimana selama sebulan bekerja di majikannya ia merasa majikannya selalu bersikap buruk kepadanya hingga bernia meluluhkan hati majikannya dengan ilmu magic. 

Namun dari pengakuan majikannya, Septiana Rahayu (24) yang baru bekerja sebulan dimajikannya dinilai belumbisa bekerja dengan baik sehingga sering dimarahi dan ditegur oleh majikannya. Rupanya hal ini membuat Septiana nekat menaruh air kencing diminuman majikannya dengan harapan majikan menjadi baik. 

Resep konyol ini ia dapat dari seorang dukun di kampung halamannya di Ponorogo. Lantaran perbuatannya ini Septiana diciduk polisi pada 26/5 kemarin dengan alasan melakukan perbuatan tidak terpuji, meracuni dan membahayakan majikannya dan sidang pertama Septiana di Tuen Mun Law Courts mengakui hal itu. 

Persidangan di tutup sembari menunggu hasil uji labolatorium yang sekarang sedang dalam proses. Sidang akan kembali digelar pada 9 Juli 2018 nanti. GusR-sumberSaveBMI

Seorang TKW Taruh Air Kencing Ke Minuman Majikan Terancam Penjara Di Hongkong


Grobogan-Cakrawalaonline, Untuk yang ke tiga kalinya Pemkab Grobogan mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Penyerahan penghargaan dilakukan di kantor BPK perwakilan Jawa Tengah Senin sore, 28 Mei 2018 dan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah Hery Subowo SE, MPM.Ak, CIA, CFE kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni, SH. MM. dan ketua DPRD Agus Siswanto, S.Sos. Penyerahan yang sama juga diberikan kepada beberapa daerah di Jawa Tengah lainnya. 

Dalam sambutannya, Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Jawa Tengah menyampaikan, bahwa penghargaan ini sebagai bentuk keberhasilan Pemkab/pemkot yang dinilai telah menyajikan data secara transparan, jelas, dan tepat. Kedepan agar bisa ditingkatkan lagi dan sebagai motivasi Pemerintah Kab/kota untuk menyusun laporan lebih baik lagi, serta tata kelola keuangan secara baik. 

Sementara itu Bupati Grobogan Sri Sumarni mengakui bahwa penghargaan ini bukanlah hasil kerja bupati semata. Melainkan, hasil kerja seluruh OPD. Diharapkan, dengan adanya penghargaan ini bisa menjadi penyemangat para abdi negara untuk semakin bekerja keras dalam melayani masyarakat. 

Bupati juga meminta agar opini WTP ini tidak berhenti pd th ini saja, tetapi agar dipertahankan untuk 2 tahun mendatang. 

Sementara itu Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto, S.Sos menyatakan bangga atas keberhasilan Pemkab Grobogan dalam mempertahankan penghargaan WTP tahun ini. Dan mengajak seluruh anggota Dewan dan para pimpinan OPD untuk meningkatkan kinerja terlebih dalam membuat laporan penggunaan anggaran. 

Ikut mendampingi bupati dalam penerimaan tersebut Sekda Muhammad Sumarsono, Inspektur Puji Raharjo, Ka BPPKAD Wahyu Susetiyono, Kabag Humas Ayong Muhtarom dam Kabag Umum Supriyanto. Ng-Hms

Lagi, Grobogan Peroleh Opini WTP dari BPK


Grobogan- Cakrawalaonline, Saat bulan Ramadhan seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah maupun kegiatan positif lainnya. Namun beda dengan yang ini, karena 13 pasangan ini kedapatan berbuat "tidak baik" di kamar kost dan hotel di Purwodadi Grobogan. 

Kebanyakan pasangan tersebut adalah janda kesepian dan wanita yang sudah berkeluarga.
Sebanyak 13 pasangan tidak resmi terjaring razia operasi pekat Sat Sabhara Polres Grobogan. Saat dilakukan razia mereka didapati sedang bermesemria.

Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir yang memimpin operasi tersebut mengatakan, "Dalam rangka operasi penyakit masyarakat di bulan Ramadhan, agar tak terjadi indikasi teroris yang sembunyi di dalam kamar kos maupun hotel kelas melati."

"Dari 13 pasang yang terjaring razia diantaranya dalam kamar kos sebanyak  3 pasangan, dan  10 pasangan di kamar hotel yang beada di jantung kota Purwodadi. Kami akan melakukan pendataan dan  pemeriksaan yustisi untuk membatasi ruang gerak terorisme. Operasi pekat seperti ini akan terus kami lakukan. Para pasangan yang terjaring razia didata dan diberi pengarahan untuk tidak mengulangi perbuatannya disidangkan tipiring," ungkap Lamsir

Sementara lokasi operasi berlangsung dijantung kota Purwodadi diantaranya Kos kosan  Kemasan, dan Kos Kosan belakang polres Purwodadi , sedangkan di hotel kelas melati dan Losmen. 

Setelah dibawa ke Mapolres ketigabelas pasangan tak resmi ini diberi tausiyah oleh seorang ustadz di Aula Mapolres Grobogan pada Senin siang (28/5). Ng- Gus

Hohohihe Di Bulan Ramadhan, Akhirnya 13 Pasangan "Kekok" Terciduk Polisi Di Kost dan Hotel


Grobogan-Cakrawalaonline, Warga Kopek Godong kemaren Minggu sore (27/5) digemparkan dengan ditemukannya sesosok mayat Laki-Laki di Lereng Tanggul Sungai Jratun Dusun Gompeng Desa Kopek.

Berdasarkan penuturan Ali Mursidi (33) seorang saksi warga desa Kopek Kecamatan Godong mengatakan bahwa dia melihat Korban masih rebahan di Lereng tanggul Sungai Jratrun dari Kejahuan berjarak 100 meter namun setelah saksi mendekati Korban dengan cara memanggil berulang kali korban tak menjawab.Saat tak ada Respon oleh korban maka Ali langsung menelpon Keluarga Korban namun tak diangkat.

Ali kemudian meminta tolong kepada temannya yang bernama Yono (25) warga Desa Kopek untuk membantu korban. Yang akhirnya bersama warga beramai ramai ke tanggul sambil menunggu warga lainnya tepat di Di Lereng tanggul Sungai Jratun +/- 1 Km ke utara dr jembatan Dusun Gompeng Desa Kopek Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan.

Korban diketahui bernama Roki (60) warga Dusun Gompeng Desa Kopek Kecamatan Godong, Roki diduga Sakit karena memiliki Riwayat Hipertensi dan Gangguan Jantung.

Setelah pengecekan dari tim Medis Puskesmas Godong II, bersama dari tim Polsek Godong disimpulkan bahwa tidak ada luka bekas penganiayaan, dan korban meninggal karena sakit. Ng-Tok

Warga Godong Ditemukan Meninggal Dunia Di Tanggul Jratun


Lahat-Cakrawalaonline, Dimana saat dikonfirmasikan langsung pada ketua panwascam kab.Lahat. Marwansyah.SE menuturkan pada awak media saat di konfirmasikan dengannya di ruang kerja Mengatakan bahwa pihaknya dari Panwascam merekrut untuk tim pengawas TPS. 

"Pada saat pencoblosan pada tgl.27 Juni 2018 mendatang , yang mana kami panwascam kab.Lahat membutukan pengawas TPS apabilah ada sesuatu yang meyalahi aturan pada saat hari puncak pemilihan", katanya. 

Ketua pawascam Lahat mengatakan bahwa kami menerima pendaftaran untuk panwas TPS sejak tgl .21s/d 25 mei 2018 dan juga kami juga mengadakan seleksi bagi pelamar pada tanggal 21 S/d 27 / 2018. Dan hasil penelitian berkas adminstrasi tgl.31 Mei 2018 , seluruh peserta akan diadakan test wawancara, dan hasil wawancara di umumkan pada tanggal 2 Juni 2018 dan seluruh pelamar berhasil lulus akan di lantik pada tanggal 3 Juni 2018 . 

Adapun yang diutarakan pada awak media kami menerima pelamar panwas TPS baik di kelurahan dan desa lebih kurang 200 orang, " Sesuai hasil test dan mereka akan ditempatkan sesuai dengan tempat tinggal mereka". tuturnya ( Akril ).

PANWASCAM LAHAT TERIMA PANWAS TPS DI KELURAHAN DAN DESA


Grobogan-Cakrawala, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan, Akademisi UGM, menjaring kerja Pemetaan Partisipasi bersama dengan Kadaster Belanda melakukan peninjauan kegiatan _Participative Land Registration_ (PaLaR) yang dilakukan di Kabupaten Grobogan (24/5). 

Program _PaLaR_ dimaksud adalah kegiatan pendaftaran tanah dengan metode partisipatif yang dimulai tahun 2018. Kabupaten Tanggamus dan Kabupaten Grobogan merupakan dua tempat yang terpilih sebagai _pilot project_. 

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula sertipikat hasil program _PaLaR_ yang telah terbit kepada 6 orang masyarakat. Acara penyerahan dilaksanakan di Balai Desa Wandan Kemiri, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan. Program _PaLaR_ tersebut dilakukan dalam rangka pencarian metode untuk mempercepat dan mempermudah pelaksanaan pendaftaran tanah.

 Partisipasi masyarakat sangat penting dalam keberhasilan pendaftaran tanah. “Hal utama dari pendaftaran tanah itu diketahuinya petunjuk batas, petunjuk kepemilikan. Masyarakat sekitarlah yang tahu benar seperti apa, BPN sifatnya memfasilitasi," ungkap Endri Diyanto, Kepala Subdirektorat Pengelolaan Data Kadastral, Kementerian ATR/BPN. Seperti diketahui bersama target BPN kedepan untuk sertipikasi tanah melalui PTSL semakin besar.

 "Pemetaan partisipatif ini sangat membantu BPN, dengan _PaLaR_ penggunaan SDM di Kantor Pertanahan lebih efektif, karena dibantu oleh masyarakat," tutur Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan, Haryanto. Hal tersebut diamini oleh Suzanne Valkman, dari Kadaster Belanda. "Pada dasarnya program ini dilakukan untuk mempercepat pendaftaran tanah tanpa menambah beban Kantor Pertanahan," ungkap Susan. Kepala Desa Wandan Kemiri, Mahfud, mengapresiasi dilaksanakannya _PaLaR_ di desanya. "Program ini sangat bagus, karena membantu masyarakat kami untuk mendapatkan sertipikat tanahnya, sehingga kasus tanah tidak terjadi. Saya mengharapkan program ini dilanjutkan dan diteruskan dengan ada pemberdayaan masyarakat agar perekonomian masyarakat desa kami semakin meningkat," harap Mahfud. Kegiatan pemetaan partisipatif sendiri telah dimulai di Grobogan sejak akhir 2014. 

"Sembilan puluh persen desa di Kabupaten Grobogan mempunyai peta desa berbasis bidang, namun muatan tematisnya berbeda-beda. _PaLaR_ ini pemetaan partisipatif yang dibarengi dengan pengumpulan data pertanahan sehingga bisa dilanjutkan dengan penerbitan sertipikat tanah,” pungkas Mansur Fahmi, Kepala Seksi Survei dan Pemetaan Tematik Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah. Ng-Tok

Kementerian ATR/BPN Lakukan Pendaftaran Tanah Partisipatif Melalui _PaLaR_


Semarang, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu selama Ramadan dan Idul Fitri 2018. 

Masyarakat diminta jeli agar tidak menjadi korban uang palsu. "Ini kan perputaran uang banyak, bisa saja ada uang palsu. Ini harus diantisipasi dengan dilihat, diraba, diterawang," jelasnya, Jumat (25/5). 

Menurutnya, jika menemukan uang palsu masyarakat bisa langsung melapor ke polisi untuk ditindaklanjuti. Condro mengatakan, selama Ramadan tahun ini belum ada laporan terkait temuan atau pengedar uang palsu. 

"Belum ada, karena itu harus waspada. Kita juga sudah menyebar anggota di keramaian, seperti pasar, terminal untuk memantau," tegasnya. Terpisah, Hamid Ponco Wibowo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, mengatakan sampai April 2018, uang palsu yang ditemukan sebanyak 10.086 lembar. 

"Mayoritas uang palsu ditemukan di Kantor Perwakilan Provinsi Jateng yakni 37 persen mengingat kota Semarang sebagai pusat perekonomian Jawa Tengah," paparnya. 

Sementara pangsa uang palsu di kota lain adalah Solo (21 persen), Purwokerto (19 persen) dan Tegal (22 persen). Secara nominal uang palsu yang banyak ditemukan dalam pecahan Rp 100.000 sebanyak 66,08 persen diikuti pecahan Rp 50.000 sebanyak 31,01 persen sedangkan uang palsu pecahan lain memiliki pangsa masing-masing kurang dari 2 persen. 

Sebagian besar uang palsu yang ditemukan berasal dari permintaan klarifikasi perbankan sebesar 92,4 persen. Menyusul permintaan dari kepolisian sebesar 2,8 persen dan permintaan masyarakat serta temuan dari setoran bank masing-masing sebesar 2,5 persen. GusR- Merdeka.com

Awas! Banyak Pecahan Rp. 100 Ribu Palsu Beredar Di Jateng


Grobogan- Cakrawalaonline, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Grobogan tiba - tiba melakukan razia kos - kosan yang terletak di RT 1/ RW 1 Desa/Kecamatan Gubug, Kamis (24/5). 

Adapun hasil razia tersebut di dapati satu pasang di dalam kamar yang tertutup, sehingga ke duanya langsung di mintai keterangan oleh petugas. Kasie Penyelidikan dan Penyidikan Satpol Grobogan Sarjijo, SH, MH dalam keteranganya mengatakan jika razia tersebut mendadak di lakukan karena berdasarkan laporan warga setempat, karena warga resah dengan aktifitas kos - kosan yang di nilai sudah mulai mengganggu warga.

 "Razia tadi kami lakukan berdasarkan surat laporan dari warga yang di tujukan ke kami, sehingga kami bersama tim langsung terjun ke lokasi, dan di dapati satu pasangan yang tidak resmi di dalam kamar," terangnya. Lebih lanjut Sarjijo menambahkan jika  pasangan tersebut saat di mintai identitasnya berbeda, walaupun ke dua mengaku calon suami istri, tapi kami tetap bersikukuh bahwa keduanya harus meninggalkan kos - kosan tersebut. 

"Saat kami periksa keduanya mengaku calon suami istri, tapi karena identitas ke duanya berbeda, maka salah satu nyaa kami minta untuk keluar dari - kosan," imbuhnya. Sarjijo juga menjelaskan jika keluhan warga tidak hanya di kos - kosan saja, melainkan bunker eks pengeboran pertamina yang sering di gunakan untuk tempat pacaran mesum dan tempat bolos anak sekolah juga tak luput kami razia.

 "Tadi yang di bunker eks pengeboran pertamina setelah kami ke sana kosong, mungkin karena lagi ujian sehingga tidak ada anak sekolah yang bolos di situ, biasanya berdasarkan laporan warga banyak anak sekolah yang bolos di situ," jelasnya. Masih menurut Sarjijo bahwa razia tidak hanya di situ saja kami terus bergerak ke cafe' & karaoke ines, setelah kami masuk ternyata di situ kedai coffe, jadi tidak ada bilik - bilik kamar (red- room) karaoke, yang kami lihat tadi hanya meja kursi untuk minum coffe dan layar TV besar untuk karaoke bareng - bareng.

 "Kalau di Cafe' & Karaoke Ines tadi kami tidak menemukan room karaoke, jadi hanya meja kursi untuk ngopi dan layar lebar untuk karaoke bareng - bareng," ungkapnya. Sarjijo juga mengatakan untuk cafe' & Karaoke Ines perijinan nya bukan untuk cafe' & karaoke melainkan beda perijinannya.

 "Pemiliknya tadi sudah kita minta mengurus perijinannya dengan benar, sehingga ke depan agar tidak ada persoalan lagi," pungkasnya. Ng-Awg

Pasangan Kumpul Kebo Di Kost, Ditertibkan Satpol


Jember - Aparat Kejaksaan Negeri Jember, Jawa Timur, menahan seorang guru taman kanak-kanak berinisial S, terkait dengan dugaan pelanggaran pelaksanaan Dana Operasional Pendidikan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). 

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember Herdian Rahardi mengatakan, S terlibat sebagai ketua panitia bimbingan teknis penyusunan BOP PAUD. Padahal kegiatan bimtek itu melanggar petunjuk teknis dan pelaksanaan yang diterbitkan pemerintah. "Tidak ada dasar hukumnya. Kerugian negara mencapai Rp 376 juta," katanya. Selain itu, S memungut sejumlah uang kepada 1.117 PAUD untuk kegiatan itu. 

"Sisa uang tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Herdian. Jaksa akan terus melakukan penyidikan hingga Dinas Pendidikan Jember. Ada kemungkinan tersangka bisa bertambah. Acara bimtek itu digelar di salah satu hotel tahun lalu.

 Saat itu ada penjelasan dari S bahwa bimbingan teknis diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada seluruh pengelola PAUD dan pendidikan luar sekolah dalam embuatan pelaporan penggunaan biaya operasional. 

Biaya berasal dari peserta karena anggaran untuk kegiatan itu tidak ada. Tin- beritajatim.com

Seorang Guru TK Ditahan Gara-gara Pungli. Terkait Dana Ini...


Sumut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan kasus suap yang melibatkan 38 anggota DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 merupakan bentuk korupsi massal. 

Ke-38 anggota DPRD Sumut periode tersebut diketahui menerima suap dari mantan Gubernur Provinsi Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho. Suap itu terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk Tahun Anggaran 2012-2014 oleh DPRD sumut, Persetujuan Perubahan APBD Provinsi Sumut Tahun 2013-2014 oleh DPRD Sumut. Kemudian terkait pengesahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2014-2015 dan penolakan penggunaan hak interpelasi anggota DPRD Sumut pada 2015.

 Agus mengatakan, para anggota dewan di Sumut itu memanfaatkan kewenangan mereka sebagai pintu untuk kong kalikong dengan pihak eksekutif, dalam hal ini Gatot selaku gubernur. "Kasus ini menunjukkan korupsi dilakukan secara massal dengan memanfaatkan pelaksanaan fungsi dan kewenangan legislatif, sebagai pintu yang membuka peluang terjadinya kong kalikong antara eksekutif dan legislatif," kata Agus, dalam jumpa pers di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/4/2018). 

Kongkalikong itu, lanjut Agus, untuk mengamankan kepentingan masing-masing, atau mengambil manfaat untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok. Agus mengatakan, salah satu cara agar kasus korupsi yang menjerat anggota dewan tidak terulang, dia menyatakan agar proses pembahasan anggaran antara eksekutif dan legislatif dalam berlangsung transparan.

 "Saya di banyak kesempatan mengusulkan bagaimana misalkan planning dan budgeting diselenggarakan dalam sistem yang transparan, sehingga rakyat bisa mengawasi. Itu cara meminimalkan praktek yang selama ini terjadi," ujar Agus. 

Kemudian, lanjut Agus, pencegahan agar hal korupsi seperti ini terulang juga membutuhkan peran serta masyarakat. Caranya yakni memilih wakil rakyat dengan melihat rekam jejak mereka. Pilihlah wakil rakyat yang berintegritas.

 "Jadi jangan memilih seseorang karena diberi sesuatu, tetapi mari kita melihat track record-nya, integritas orang itu sangat penting," ujar Agus. 

Sebelumnya, 38 anggota dan mantan anggota DPRD Sumut yang jadi tersangka itu adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar. 

Kemudian, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring. Lainnya yakni, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean. 

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 64 ayat (1) dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Tar-sumber Kompas

Korupsi Massal DPRD Sumut, 38 Anggota Dewan Diperiksa KPK. Inilah Dosanya...


Majene- Cakrawalaonline,  Tiga puluh enam tahun sudah SD Neg 33 Inpres Rawang-rawang berdiri. Tepatnya pada tahun 1982.  Adalah, satu-satunya sekolah dasar yang bermukim di Desa Bonde-Bonde, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi-Barat

 Kepala sekolah SD Neg 33 Inpres Rawang-Rawang H. Jalalu, S.Pd pada Cakrawalaonline menjelaskan, bahwa Visi dan Misi sekolah yang mendidik 162 murid -kelas I s/d kelas VI- itu adalah: (Visi); Terciptanya warga sekolah yang cerdas, terampil dan berakhlak mulia yang berwawasan lingkungan berdasarkan iman dan takwa (Misi); Membentuk SDM yang aktif, kreatif, inovatif, sesuai dengan perkembangan zaman. Menanamkan prilaku hidup sehat yang berdasarkan moral keagamaan, budaya dan kearifan lokal. Menjalin kerjasama yang baik antara warga sekolah dan masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

 Melengkapi tenaga pengajar yang berstatus PNS adalah 4 guru kelas, 1 guru PJOK, dan seorang bujang sekolah. Sementara, 2 Guru kelas dan 1 guru agama adalah Guru Tidak Tetap (GTT) Sedangkan, petugas perpustakaan dan petugas keamanan sekolah, masing-masing satu orang yang semuanya berstatus PTT (Pegawai Tidak Tetap) Lanjutnya, dalam metode belajar-mengajar di sekolah para guru menggunakan sistem pembelajaran terpadu dan saintifik, yaitu pembelajaran yang menggunakan beberapa bidang mata pelajaran yang sesuai untuk memperoleh pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

 Menurutnya, untuk menunjang kegiatan proses belajar-mengajar yang efektif, pihak sekolah menginginkan adanya penambahan bangunan sarana dan prasarana, masing-masing; satu ruang RKB, perbaikan pagar, perbaikan plafon kantor, perbaikan wc, dan perbaikan plafon ruang perpustakaan dan kelas murid Juga, masih perlu penambahan guru PNS (Pegawai Negeri Sipil), bantuan computer atau lektop, dan bantuan alat olah-raga. 

Hal tersebut untuk mendorong tujuan pendidikan sekolah yang pernah meraih prestasi, yaitu diantaranya juara II bidang atletik se-Kabupaten Majene. (Cr 1-Rama)

SD Rawang-Rawang, Majene, Masih Butuh Sejumlah Bangunan Sekolah


Jangan dikira semua pengemis itu miskin dan tidak berharta, buktinya kali ini ditemukan seorang pengemis yang memiliki uang ditabungan senilai 15 miliar. 

Banyak kasus di mana pengemis yang berkeliaran ternyata memiliki kehidupan yang layak di tempat asalnya. Beberapa pengemis mempunyai rumah bagus dan gadget berteknologi tinggi. Dari manakah mereka mendapatkan kemewahan tersebut?

 Dikutip brilio.net dari DailyMail, seorang pengemis bernama Fatima Othman (52) ditemukan tewas di dalam sebuah mobil di pinggir jalan ini buktinya, Selasa (22/5). Kasus kematian yang terjadi di Lebanon ini cukup menghebohkan publik lantaran Othman adalah pengemis yang viral di daerah tersebut lantaran berharta banyak.

 Wanita yang kesehariannya menjadi pengemis ini memang mengalami cacat sejak lahir sebagai difabel dan sering meminta-minta di pinggir jalan. Tetapi, pada hari itu Othman ditemukan tidak bernyawa diduga terkena serangan jantung. 

Tidak ada luka serius yang ditemukan di tubuh Othman, hanya saja yang mengherankan adalah Othman meninggalkan kantong plastik berisi uang senilai USD 3.300 atau setara Rp 46 juta dan buku tabungan bank. 

Dan yang membuat polisi lebih terkejut, isi tabungan atas nama Othman ini USD 1,1 juta atau setara 15,5 miliar. Polisi pun bertanya-tanya dari mana Othman mendapatkan uang dalam jumlah tak terkira padahal kesehariannya mengemis. 

Kini uang dan buku tabungan tersebut diamankan dan polisi tengah mencari keluarga Othman untuk dimintai keterangan. GusR

Mbah Fatima Pengemis Yang Meninggal Di Dalam Mobil Meninggalkan Tabungan Senilai 15 Miliar


Tidak membuat dan menyebarkan berita palsu, fitnah, provokasi, radikalisme, terorisme, dan pornografi melalui media sosial atau media lainnya. 

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mengeluarkan aturan main bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di media sosial. Surat edaran tentang penyebaran informasi melalui media sosial bagi aparatur sipil negara itu ditandatangani Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur pada 21 Mei 2018. 

Surat Edaran tersebut ditujukan kepada Menteri Kabinet Kerja; Panglima TNI; Kapolri; Jaksa Agung; Sekretaris Kabinet; Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian; Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara; Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Non Struktural; Gubernur; dan Bupati/Wali Kota. 

Dalam surat Edaran Nomor 137 Tahun 2018, Menteri PANRB menekankan bagi Para Pegawai ASN dalam penyebaran informasi melalui media sosial agar memperhatikan 8 hal-hal sebagai berikut: 
1. Memegang teguh ideologi Pancasila, setia, dan mempertahankan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta pemerintahan yang sah, mengabdi kepada negara dan rakyat Indonesia, serta menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak; 
2. Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang luhur, memegang nilai dasar ASN, dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN; 
3. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara, memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan; 
4. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain; 
5. Menggunakan sarana media sosial secara bijaksana, serta diarahkan untuk mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); 
6. Memastikan bahwa informasi yang disebarluaskan jelas sumbernya, dapat dipastikan kebenarannya, dan tidak mengandung unsur kebohongan; 
7. Tidak membuat dan menyebarkan berita palsu (hoax), fitnah, provokasi, radikalisme, terorisme, dan pornografi melalui media sosial atau media lainnya; 
8. Tidak memproduksi dan menyebarkan informasi yang memiliki muatan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), melanggar kesusilaan, perjudian, penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau pengancaman. 

"Apabila terdapat pelanggaran atas ketentuan tersebut di atas, PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) agar memberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan," bunyi akhir Surat Edaran tersebut. 

Serangan bom beruntun di Surabaya dan Sidoarjo, Minggu (13/5/2018) memunculkan banyak spekulasi di media sosial. Teror di Surabaya memicu ujaran kebencian dan pandangan yang dianggap menjadi bibit radikal, seperti menganggap serangan bom pengalihan isu. Setidaknya, ada tiga PNS yang terjerat hukum karena menyebarkan hoax terkait terorisme. 

Pertama, FSA, seorang kepala sekolah di Kalimantan Barat menilai bom sebagai upaya pengalihan isu. 

Lalu BU, seorang PNS di Pemerintah Kota Lhokseumawe, Aceh. Di Sumatra Utara, HD seorang dosen dengan latar pendidikan S2 juga menilai bom itu sebagai pengalihan isu. 

Banyak kalangan yang menyebarkan informasi di media sosial, termasuk PNS. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta menjalankan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

 BKN telah menerima pengaduan dari masyarakat atas keterlibatan ASN dalam ragam aktivitas ujaran kebencian yang turut memperkeruh situasi bangsa. ASN yang terbukti menyebarluaskan ujaran kebencian (SARA) dan berita palsu masuk dalam kategori pelanggaran disiplin. Bima membeberkan empat dosa besar PNS sebagai bentuk ujaran kebencian. 

Pertama, menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah. 

Dosa besar kedua adalah menyampaikan pendapat baik lisan maupun tertulis lewat media sosial yang bermuatan ujaran kebencian terhadap salah satu suku, agama, ras, dan antargolongan. Menyebarluaskan pendapat yang bermuatan ujaran kebencian melalui media sosial termasuk dosa besar bagi PNS. 

Menyebarluaskan itu seperti share, broadcast, upload, retweet, repost instagram dan sejenisnya. Dosa besar bagi PNS lainnya adalah mengadakan kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah. 

Adapun pelanggaran ringan bagi PNS adalah mengikuti atau menghadiri kegiatan yang mengarah pada perbuatan menghina, menghasut, memprovokasi, dan membenci Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan Pemerintah. PNS pun dapat dianggap melakukan pelanggaran ringan hanya dengan memberikan likes, love, retweet, atau comment ujaran kebencian di media sosial. 

"Kedua penjatuhan hukuman disiplin itu dengan mempertimbangkan latar belakang dan dampak perbuatan," kata Bima. Jamz -Beritagar

Saat Ini PNS Diawasi Ketat Dalam Bermedsos. Inilah Aturan Yang Diterbitkan Oleh Pemerintah...



Beberapa pekan terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan cukup dalam. Rupiah betah di level Rp14.000 per dolar AS. Pada Jumat (18/5), kurs tengah rupiah atau Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang tercatat di Bank Indonesia, kurs rupiah menembus level Rp14.107 per dolar AS.

Pada Rabu (16/5), nilai tukar rupiah referensi JISDOR juga sudah menunjukkan posisi Rp14.094 per dolar AS. Di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah dan ditutup menembus level Rp14.150 per dolar AS.

Melansir Bloomberg, nilai tukar rupiah pada perdagangan Jumat (18/5) ditutup di posisi Rp14.156 per dolar AS. Data Bloomberg mencatat, selama berjalannya tahun 2018, rupiah telah melemah sebesar 4,75 persen dibanding perdagangan awal Januari di level Rp13.514 per dolar AS.

Ini menjadikan kinerja rupiah menjadi salah satu yang paling parah di antara mata uang negara-negara ASEAN. Mata uang Garuda hanya lebih unggul dibanding Peso Filipina, yang sepanjang tahun 2018 telah terdepresiasi sedalam 4,98 persen. Selama triwulan 1-2018, pelemahan nilai tukar rupiah secara rata-rata harian tercatat sebesar 1,13 persen menjadi Rp13.760 per dolar AS.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menyebutkan bahwa tekanan terhadap nilai tukar rupiah itu dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor eksternal adalah kebijakan moneter Amerika Serikat (AS). Rencana Bank Sentral AS menaikkan suku bunga hingga empat kali tahun ini juga jadi sentimen yang kuat terhadap pelemahan rupiah.

“Kalau internal, yang jadi perhatian ialah terkait neraca perdagangan yang defisit $1,6 miliar,” kata Agus di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Defisit neraca perdagangan memang menjadi momok fundamental perekonomian Indonesia yang terus berulang. Artinya tak ada keseimbangan antara barang yang diimpor dan diekspor. Pada April 2018 impor tercatat $16,09 miliar atau naik 11,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai ekspor Indonesia pada April 2018 mencapai $14,47 miliar. Secara kumulatif periode Januari-April 2018, neraca perdagangan mengalami defisit 1,31 miliar dolar AS.

Selain bermasalah dengan neraca perdagangan barang, Indonesia juga memiliki masalah menahun pada defisit neraca jasa. Per triwulan I-2018, neraca jasa defisit sebesar $1,42 miliar, angka impor jasa mencapai $8,34 miliar sementara ekspor hanya sebesar $6,92 miliar. Defisit ini melebar dibanding periode yang sama tahun 2017 yang sebesar $1,23 miliar.

Pendapatan primer per kuartal I-2018 mengalami defisit mencapai $7,89 miliar, atau pembayaran jauh melebihi penerimaan. Angka pembayaran sebesar $9,62 miliar, sedangkan penerimaan hanya sebesar $1,73 miliar. Defisit pendapatan primer ini secara tahunan juga melebar, dibanding periode yang sama tahun 2017 lalu yang sebesar $7,71 miliar.

Konsekuensinya, neraca transaksi berjalan sering mencatatkan defisit. Transaksi berjalan Indonesia mengalami defisit mencapai $5,5 miliar pada kuartal I-2018 atau setara dengan 2,15 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Defisit transaksi berjalan kuartal I-2018 juga naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2017 yang sebesar $2,4 miliar. Jika menilik rentang waktu yang lebih panjang, transaksi berjalan periode tiga bulan pertama tahun ini, merupakan yang terparah sejak kuartal I-2013 yang senilai $5,3 miliar. Indonesia terus mengalami defisit transaksi berjalan sejak triwulan IV-2011.

Transaksi berjalan yang memperlihatkan defisit semakin melebar, merupakan pertanda bahwa fundamental nilai tukar mata uang negara tersebut juga melemah. Sebab, transaksi berjalan menggambarkan penerimaan devisa dari kinerja ekspor dan impor sektor barang maupun jasa, yang berimplikasi pada kebutuhan terhadap mata uang dolar AS. Keduanya punya keterkaitan secara historis.

Pada kuartal I-2018, defisit transaksi berjalan menembus angka 2,15 persen dari PDB atau setara $5,54 miliar. Pada saat yang sama, rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang tiga bulan pertama 2018 rata-rata Rp13.760 per dolar AS. Sebagai pembanding, nilai tukar rupiah lebih lemah ketimbang rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada periode yang sama tahun 2017 di level Rp13.348 per dolar AS. Pada tiga bulan pertama 2017, defisit transaksi berjalan hanya sebesar 1 persen dari PDB atau setara Rp2,4 miliar.

Pada kuartal IV-2017 saat transaksi berjalan mengalami defisit 2,3 persen dari PDB atau setara Rp5,76 miliar, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS rata-rata di periode tersebut mencapai Rp13.537 per dolar AS. Posisi rupiah lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2016 di mana nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp13.247 per dolar AS, saat bersamaan defisit transaksi berjalan Indonesia hanya sebesar 0,7 persen dari PDB atau setara $1,81 miliar.

Potensi pelebaran defisit transaksi berjalan tahun ini menurut Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, didorong oleh tren pertumbuhan laju impor yang lebih tinggi dibanding laju ekspor seiring perbaikan ekonomi domestik serta penyelesaian proyek-proyek infrastruktur. Selain itu juga, faktor eksternal yaitu normalisasi kebijakan moneter AS memicu keluarnya dana asing dari pasar keuangan negara-negara berkembang.

“Sehingga nilai tukar mata uang di negara-negara yang notabene-nya adalah net oil importer seperti Indonesia, India dan juga Filipina, cenderung akan lebih berfluktuasi dibandingkan mata uang negara-negara yang memiliki surplus transaksi berjalan di tengah tren kenaikan harga minyak dunia,” jelas Josua kepada Tirto.

Melebarnya defisit transaksi berjalan ini juga memengaruhi surplus transaksi finansial, mengingat persepsi investor di pasar modal. Jika terdapat sentimen negatif dari global, maka defisit transaksi berjalan yang melebar akan berpengaruh terhadap penurunan surplus transaksi finansial. Sehingga, akan berpengaruh pada penurunan surplus neraca pembayaran.

“Ketika defisit transaksi berjalan melebar dan tidak dapat dibiayai oleh surplus transaksi finansial, maka neraca pembayaran pun akan mengalami defisit, sehingga akan memengaruhi nilai tukar rupiah,” imbuh Josua.

Jurus Menekan Defisit Transaksi Berjalan


Menyikapi transaksi berjalan yang mengalami defisit selama 26 kuartal ini, pemerintah melakukan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan memberdayakan penggunaan rupiah dalam transaksi bisnis sehari-hari. Indonesia sudah memiliki aturan mengenai kewajiban menggunakan mata uang denominasi rupiah untuk transaksi yang dilakukan di dalam negeri, melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang.

Sempat ada ketentuan kewajiban transaksi menggunakan mata uang asing khususnya dolar AS masih berlangsung di Pelabuhan Tanjung Priok pada medio 2014. Denominasi dolar AS digunakan untuk pembayaran Container Handling Charge (CHC) dan Terminal Handling Charge (THC). Selain itu, ada ketentuan penggunaan mata uang asing juga terjadi di berbagai pelabuhan di daerah, salah satunya di Batam yang melakukan transaksi dengan denominasi dolar Singapura.

Chairul Tanjung yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian meminta transaksi keuangan di kawasan pelabuhan untuk menggunakan mata uang rupiah, sesuai dengan penerapan UU Nomor 7 Tahun 2011. Menurutnya, kewajiban menggunakan mata uang rupiah dalam setiap transaksi diharapkan dapat mengurangi permintaan dolar AS di dalam negeri, sehingga tekanan terhadap pelemahan nilai tukar rupiah bisa berkurang.

“Harapannya, nilai tukar rupiah bisa stabil,” ucap Chairul Tanjung seperti dilansir Rappler.

Ketentuan wajib menggunakan rupiah di lingkungan kerja pelabuhan dan pelayaran semakin dipertegas oleh Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Perdirjen Hubla) No. : HK. 103/2/13/DJPL-14 Tanggal 26 Agustus 2014 Tentang Penggunaan Mata Uang Mata Uang Rupiah Dalam Melakukan Transaksi pada kegiatan Transportasi Laut.

Pasal 2 Perdirjen menyebutkan, dalam melakukan transaksi yang mempunyai tujuan pembayaran atau penyelesaian kewajiban kegiatan dibidang transportasi laut meliputi jasa-jasa kepelabuhanan, kenavigasian, angkutan laut, pemeriksaan kapal, transportasi laut lainnya wajib menggunakan mata uang rupiah.

Undang-undang ini kemudian dipertegas dengan peraturan turunan berupa Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 17/3/PBI/2015 Tentang Kewajiban Penggunaan rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). BI juga merilis Surat Edaran BI (SEBI) Nomor 17/11/DKSP tertanggal 1 Juni 2015, tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Aturan yang berlaku mulai 1 Juni 2015 ini mewajibkan setiap transaksi kegiatan di dalam negeri baik secara tunai maupun non tunai, untuk menggunakan rupiah. Ketentuan umum aturan tersebut menyatakan kewajiban penggunaan rupiah menganut azas teritorial, selama ada di wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah.

Transaksi dan pembayaran, wajib menggunakan rupiah. Pengaturan tersebut juga berlaku bagi para pekerja asing yang ada di Indonesia. Gaji para pekerja asing ini termasuk transaksinya wajib dibayar menggunakan rupiah.

Selama pekerja asing memiliki kontrak di dalam negeri, gaji dan transaksinya harus menggunakan rupiah. Transaksi valuta asing (valas) seperti dolar AS bisa dilakukan ekspatriat jika kontrak kerjanya dilakukan di luar negeri.

Selain ekspatriat, kewajiban transaksi menggunakan rupiah juga berlaku bagi perusahaan properti dan operator pelabuhan. Sebagai contoh, Pelindo sebagai operator pelabuhan juga harus melakukan transaksi dalam rupiah termasuk dalam jasa bongkar muat.

Upaya-upaya di atas bertujuan untuk mengurangi kebutuhan dolar, tapi tak semudah itu, karena transaksi penggunaan dolar yang cukup besar antara lain disumbang dari sektor migas, seperti impor BBM dan minyak. Selain pemerintah, bank sentral juga melakukan langkah strategis seperti merangkul negara tetangga untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.
Akhir Desember tahun lalu, tiga gubernur bank sentral, antara lain Bank Indonesia (BI), Bank Negara Malaysia (BNM), dan Bank of Thailand (BOT) meluncurkan local currency settlement (LCS) framework terhadap rupiah-ringgit, rupiah-baht, dan perluasan baht-ringgit di Jakarta. Kesepakatan ketiga bank sentral ini mulai efektif pada 2 Januari 2018, yang digagas sejak setahun lalu untuk mengurangi penggunaan dolar pada perdagangan ketiga negara.

Nilai tukar memang tak terpisahkan dari faktor eksternal dan internal, tapi dengan membenahi faktor internal, setidaknya setengah persoalan sudah bisa diatasi. Persoalan defisit transaksi berjalan ini persoalan yang kompleks, butuh upaya serius dan konkret. Tekanan dolar pada rupiah saat ini menunjukkan penyakit menahun itu belum sembuh.

Efek mengerikan tentang efek defisit transaksi berjalan yang tinggi perlu diwaspadai karena dapat menjadi penyebab currency crisis. Sebastian Edward dalam jurnal yang ditulisnya berjudul ”Does Current Account Matter?” (PDF) mengatakan dalam penelitiannya yang melibatkan 120 negara selama 25 tahun menyimpulkan bahwa defisit transaksi berjalan dapat berpotensi mengganggu perekonomian.

Dampak negatif (PDF) dapat berupa turunnya pertumbuhan ekonomi per kapita. Selain itu defisit transaksi berjalan juga meningkatkan probabilitas terjadinya krisis. Meskipun hal ini tidak harus diartikan bahwa setiap defisit akan mengakibatkan krisis, atau setiap krisis selalu disebabkan oleh defisit transaksi berjalan.

Jurnal lainnya yang ditulis oleh Gian Maria Milesi-Ferretti dan Assaf Razin berjudul “Current–Account Sustainability” International Finance Section (PDF), juga menjelaskan bahwa negara-negara yang memiliki defisit transaksi berjalan yang persisten dapat mengakibatkan ketidakmampuan untuk membayar utang dan terjadinya krisis, misalnya di Chili pada 1977–1982 dan Meksiko 1977–1982 dan 1991–1995. Jamz-Tirto

Dolar AS Tekan Rupiah Hingga Tembus Rp14.000. Inilah Penyakitnya…


Jakarta - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu terkait keputusan Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama daftar penceramah mubaligh yang memenuhi kriteria. 

Permintaan itu disampaikan Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/5). Ia mengimbau, setiap pejabat negara yang melakukan kesalahan dalam mengambil kebijakan untuk mengundurkan diri. 

"Saya mengimbau ciri pemimpin yang berjiwa besar itu mau mundur kalau ternyata keputusannya itu keliru," tegas Amien.

Amien menilai, daftar 200 penceramah dalam rekomendasi mubaligh Kemenag tersebut dinilai justru menambah kegusaran dan kegaduhan di tanah air. "Kalau tambah lagi itu sampai berapa ribu, menambah kegusaran dan kegaduhan.  Jadi pak Lukman Hakim atau yang diatasnya, pak presiden itu melihat aspirasi masyarakat apinya dipadamkan," kata Amien.

Sebelumnya, Kemenag telah merilis daftar 200 nama mubaligh yang memenuhi tiga kriteria. Tiga kriteria tersebut adalah mempunyai kompetensi keilmuan agama yang mumpuni, reputasi yang baik dan berkomitmen kebangsaan yang tinggi. Jamz-Jurnasnews

Dinilai Salah Ambil Kebijakan, Menag Lukman Diminta Mundur...


Transaksi uang kertas menurun drastis seiring beralihnya gaya hidup orang berbelanja online di Inggris. Hal itu meyakinkan John Howells, CEO Link, bahwa mesin ATM akan segera musnah, setelah makin banyaknya kantor bank yang tutup. 

Howells percaya penurunan penarikan tunai akan merugikan ATM dan berujung pada penutupan. Prediksi ini membuat sebagian orang khawatir, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah terpencil. Mereka akan kehilangan akses terhadap uang tunai. Sebab, karena nggak ada ATM, konsumen harus menarik uang dari pemilik toko atau pengecer.

 Ini membuat para pengecer dan pemilik toko rentan jadi sasaran kriminal karena seperti dipaksa menimbun uang dalam jumlah besar. “Entah 5 atau 10 tahun lagi akan datang masanya di mana kita nggak memiliki ATM. Kita butuh cara lain bagi konsumen untuk mengakses uang tunai yakni melalui pengecer," ungkap John Howells kepada Mail Online. 

Rencana penutupan ini berarti beberapa orang harus berjalan berkilo-kilometer untuk menarik uang tunai karena toko-toko kecil, pub, dan kafe nggak menyediakan mesin ATM. Peringatan tersebut datang saat bank-bank menutup cabang di kota dan desa-desa yang nggak menguntungkan. Link, yang mengoperasikan 70.000 mesin ATM di Inggris, berencana mengurangi 20 persen mesinnya. 

Kelompok pelobi ekonomi Inggris khawatir, itu adalah rencana mengakhiri peredaran uang tunai selamanya. Wah, Inggris sudah makin dekat dengan masa berakhirnya uang fisik. Bagaimana Indonesia? Artikel ini pertama kali tayang di Intisari dengan judul "Menyusul Dinosaurus, 10 Tahun lagi Mesin ATM Akan Punah". Jamz-Tribunnews

Tergeser Transaksi Online, Kemungkinan Tidak Ada Lagi Mesin ATM


Probolinggo, Keluarga korban pembunuhan Dimas Kanjeng di Situbondo enggan menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang menolak kasasi Jaksa dan Dimas Kanjeng. Alhasil, pria bernama Taat Pribadi itu tetap dihukum 18 tahun penjara. 

Istri Ismail Hidayah bernama Bibi Rasenjam, benar-benar emoh mengomentari putusan MA tersebut. Alasan wanita berjilbab itu karena sudah capek. "Sudahlah, saya tidak mau bahas itu lagi. Saya sudah capek," kata Bibi saat ditemui detikcom di ruko miliknya, di tepi jalan raya Desa Wringinanom, Kecamatan Panarukan, Senin (21/5). 

Sambil terus menata baju-baju di toko kovensi miliknya, Bibi tampak benar-benar tidak mau menjawab pertanyaan, terkait tanggapannya atas putusan MA tersebut. Termasuk saat ditanya, bagaimana dirinya sebagai istri Ismail Hidayah melihat penegak hukum dalam perkara Kanjeng Dimas ini. "Ya seperti yang sampean lihat," jawab Bibi singkat. 

Berikutnya Bibi kembali enggan menjawab pertanyaan lainnya. Dia hanya mengulang-ulang ucapannya, jika dirinya sudah capek. Sebelumnya, MA menolak kasasi jaksa dan Dimas Kanjeng.

 Alhasil, pria bernama Taat Pribadi yang heboh dengan kasus 'penggandaan uang' itu tetap dihukum 18 tahun penjara. Kasus bermula saat Dimas menyuruh orangnya untuk menghabisi nyawa Ismail Hidayah pada Januari 2015. Alasannya karena Ismail dinilai telah merugikan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. 

Komplotan itu lalu menyusun rencana agar pembunuhan mulus. Ismail akhirnya dihabisi di Jalan Raya Paiton, Probolinggo pada 2 Februari 2015 menjelang malam. Setelah itu, jenazah Ismail dimakamkan di Desa Tegalsono, Probolinggo, di sebuah lubang makam yang sudah disiapkan sebelumnya. 

Pada 1 Agustus 2017, Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara kepada Dimas Kanjeng. Hukuman itu jauh di bawah tuntutan jaksa yang meminta agar Dimas dihukum penjara seumur hidup. Atas hal itu, jaksa mengajukan banding, termasuk Dimas Kanjeng sendiri. Tapi apa daya, pada 16 Oktober 2017, 

Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya menguatkan vonis Dimas Kanjeng. Langkah terakhir ditempuh jaksa agar Dimas Kanjeng dihukum lebih berat. Tapi apa nyana, Mahkamah Agung (MA) bergeming. GusR-umber Detik.com

Kasasi Jaksa Ditolak, Akhirnya Dimas Kanjeng Divonis 18 Tahun


Brebes - Satu unit truk mengalami rem blong dan menabrak beberapa bangunan rumah di Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes, sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (20/5). 

Berdasarkan informasi sementara, korban meninggal dalam kejadian itu ada 11 orang. Petugas Kantor Damkar Bumiayu, Hadinata yang ikut mengevakuasi korban, mengatakan truk gandengan yang membawa gula itu menabrak sekitar empat bangunan dan 16 sepeda motor serta satu mobil. 

"Sementara berdasarkan pantauan kami ada 11 orang," kata Hadinata saat dihubungi. Ia menuturkan, truk berwarna merah itu melaju dari arah selatan (Purwokerto) menuju ke utara (Tegal). Truk melewati jalur dalam kota atau jalur ramai. "Saat kejadian memang jalan sedang ramai warga banyak jalan jalan sambil menunggu waktu berbuka puasa," jelasnya. 

Saat ini, jenazah meninggal dibawa ke RSUD Bumiayu. Sedangkan korban luka dibawa ke RS Alam Medica dan RS Aminah Bumiayu. Gito-sumber TRIBUNJATENG

Rem Truk Blong Gilas Orang Ngabuburit, 11 Nyawa Melayang di Brebes


Pemalang - Cakrawalaonline, Sama seperti pada saat hari buku sedunia(23/4) lalu, di hari buku nasional(17/5) kemarin pun Pemkab. Pemalang tidak memperingatinya. 

Ketika Cakrawalaonline menanyakan hal tersebut pada OPD terkait, Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Pemalang, Abdulatip, menyatakan tidak ada kegiatan memperingati hari buku nasional. "Nggak ada kegiatan...," Ucapnya singkat. 

Dilain pihak, waktu hendak dimintai tanggapannya, Irna Setiawati selaku "Bunda Baca" Kabupaten Pemalang, menurut ajudannya, tidak ada di tempat. " Ibu (Irna Setiawati) sedang ke Pekalongan...," Kata Winda, ajudan Irna. Slamet SBL

Pemalang Tak Peringati Hari Buku Nasional...


Pemalang - Cakrawalaonline, Sepanjang pengamatan cakrawalaonline, setiap pengunjung Taman Patih Sampun yang berkendara, selalu dipungut uang parkir, padahal tidak ada peraturannya. Perda. yang ada hanya berlaku untuk kendaraan yang parkir di bahu jalan, sedangkan pelancong yang datang ke Taman Patih Sampun, menempatkan motornya di halaman dalam. Penarikan uang parkir tersebut bisa masuk kategori "Pungli". 

Karena tidak jelas kemana mengalirnya. Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) setempat, selaku pengelola Taman Patih Sampun, melalui Kabid. Permukiman, Supriyanto, berdalih tidak tahu menahu soal pemungutan uang parkir di Taman Patih Sampun. 

"Saya nggak tahu soal itu...," Kilahnya. Ketika disinggung mengalir kemana hasil uang parkir di Taman Patih Sampun, Supriyanto kembali berkilah bahwa dirinya tidak tahu.

 "(uang parkir) nggak masuk ke saya...," Sanggahnya. Lantas selama ini uang parkir di Taman Patih Sampun "Menguap" kemana?? Slamet SBL

Uang Parkir di Taman Patih Sampun "Menguap" Kemana???


Pemalang - Cakrawalaonline, Hilir mudiknya truk pengangkut tanah maupun material pada proyek pembangunan jalan tol berdampak pada rusaknya jalan yang tiap hari dilalui. Disamping jalan yg hancur, kini masyarakat terkena akibat dari urugan tanah yang menyebabkan debu bertebaran. 

Seperti yang terjadi di jalur Selatan dari Depan Pasar Paduraksa sampai depan kantor camat Pemalang, terlihat debu membumbung setiap ada kendaraan yang melintas terutama truk pengangkut material jalan tol. Pekatnya debu yang berterbangan membuat pengguna jalan sangat terganggu. Disamping pandangan menjadi terbatas karena paparan debu, bagi pengendara motor dan sepeda, mata bisa terkena debu, dan debu yang terhirup beresiko menimbulkan ISPA. Polusi debu ini sudah berlangsung sejak pembangunan jalan tol dilaksanakan.

 Camat Pemalang, Suhirman mengaku dirinya telah berulangkali memberitahu PT. WK selaku pelaksana pembangunan jalan tol mengenai permasalahan tersebut, namun menurut Suhirman tidak ada respon. 

"Akhirnya saya berinisiatif, jalan yang berdebu, disiram air dengan menggunakan mobil tangki milik PDAM dan Damkar... Soalnya saya kasihan masyarakat tiap hari terkena dampaknya...," Ujarnya pada Cakrawalaonline, hari ini Senin (7/5). 

Di lain pihak, baik PT.WK maupun JP selaku penanggung jawab proyek, sampai berita ini dimuat belum bisa ditemui. Slamet SBL

Polusi Debu Kian Mengancam Kesehatan Masyarakat. PT WK Cuek...


Grobogan-Cakrawalaonline, Telah terjadi kebakaran rumah milik Jatmiko (35) warga Dusun Padangan 03/05, Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, kemaren Minggu pagi (6/5). Kebakaran disebabkan oleh tungku api dapur yang lupa dimatikan. 

Berdasarkan keterangan Ramlan (73) seorang tetangga korban yang sempat menyaksikan kejadian tersebut, menuturkan bahwa Jatmiko dan istrinya meninggalkan rumah dan menuju ke sawah yang jaraknya sekira 1 Km, rumah milik korban seluruhnya berbahan kayu campuran (jati dan mahoni), saat itu sebelum meninggalkan rumah istri korban selesai memasak nasi dengan menggunakan sisa sisa abu gergaji kayu, namun tanpa sepengatuhan istri korban bara api sisa sisa pembakaran masih menyala dan percikan api tersebut merambat dan mengenai dinding rumah sebelah utara rumah bagian belakang yang digunakan untuk ruang dan sekaligus digunakan untuk memelihara lembu /sapi,  yang akhirnya api semakin membesar dan membakar rumah bagian belakang. 

Kejadian pertama kali diketahui oleh Suradi yang melihat adanya asap dan api, lalu saksi berteriak minta tolong dan di dengar oleh warga sekitar bersama dengan Ramelan yang berusaha membantu memadamkan api. Tak lama sekitar 25 menit kemudian mobil pemadam kebakaran unit wirosari tiba di TKP yang selanjutnya api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa, korban ternak 2 ekor ( induk dan anaknya), Bentuk Rumah Paris ukuran 10 x 10 x 250, Atap dari genteng, kerangka dari kayu jati dan dinding dari papan kayu. 

Dalam kejadian tersebut Diperkirakan korban mengalami kerugian sekira Rp. 35.000.000,- Kejadian tersebut sudah ditangani perangkat desa dan Polsek Panunggalan. Ng-Tok

Akibat Sisa Abu Rumah Warga Panunggalan Ludes Terbakar Bersama 2 Ekor Sapinya


Pemalang - Cakrawalaonline, Hal tersebut dinyatakan sendiri oleh Ketua IGTKI Kecamatan Pemalang, Nurlaeli, pada cakrawalaonline disela-sela acara Pencanangan GerNas BaKu dan lomba Parenting di Alun-alun Kabupaten Pemalang, hari ini, Sabtu(5/5). 

"Untuk Pencanangan gerakan nasional orang tua membacakan buku untuk anaknya, hanya seremonial saja, inti acaranya yakni lomba Parenting...," Ujarnya. Nurlaeli berdalih meski pencanangan secara nasional dimulai hari ini(5/5), namun karena di tingkat kabupaten sudah dilaksanakan pada hardiknas(2/5) lalu, sehingga pihaknya tidak mengadakan acara baca buku. "ya hanya lomba Parenting saja...," Ucapnya. 

Dalam pelaksanaan lomba, meskipun menurut Ketua Panitia, Ismi Ambar, yang mengatakan bahwa tujuan lomba adalah mendekatkan hubungan antara orangtua dan anak terutama dalam lomba yang sedang berlangsung itu, namun faktanya, banyak orangtua khususnya ibu nampak mengerjakan sendiri materi lomba sedangkan anaknya entah pergi kemana. 

Sebagai tambahan informasi, kegiatan ini tanpa dihadiri Bunda PAUD, Irna Setiawati. Hanya Kasi. PAUD, Sriningsih yang membuka acara, disaksikan oleh Kepala UPPK Pemalang, Akrom. Slamet SBL

Pencanangan Gerakan Nasional Baca Buku(GerNas BaKu), Hanya Seremonial....