Social Items


Grobogan-Cakrawalaonline, Budaya bakdo kupat atau sering juga disebut dengan bakdo Kecil, yang jatuh 7 hari setelah Hari Raya Iedul Fitri masih terjaga sampai sekarang. Diperbagai tempat yang ada di kabupaten Grobogan pagi ini Jum'at (22/6) diramaikan oleh kerumunan orang pesta ketupat.

Adapun perayaanya berupa kenduri di suatu tempat di tengah kampung, yang diikuti oleh masyarakat di perkotaan maupun pedesaan. Ada juga yang bertempat di serambi masjid.

Acaranya cukup simpel, setelah dibacakan doa oleh imam, selanjutnya diisi dengan makan ketupat bersama yang dibawa sendiri dari rumah masing-masing.

Menurut sejarahnya ketupat di Jawa diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga. Maka Sunan Kalijaga membudayakan 2 kali Bakdo, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah lebaran. Pada hari yang disebut Bakdo Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda.

Setelah selesai dianyam, ketupat diisi dengan beras kemudian dimasak. Ketupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, sebagai lambang kebersamaan. Ng

Tradisi Bakdo Kupat Masih Dilaksanakan Oleh Masyarakat Grobogan


Seoul, - Seorang politisi Korea Selatan (Korsel) berkata, Menteri Luar Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bakal kembali kunjungi Korea Utara (Korut). Kabar itu dihembuskan anggota parlemen dari Partai Demokrasi dan Perdamaian, Park Jie Won, dilansir Yonhap Kamis (21/6/2018). 

Park merupakan mantan kepala staf era Presiden Kim Dae Jung, dan terlibat dalam persiapan Konferensi Antar-Korea pertama di 2000. 

"Pertemuan Menlu AS ke Korut diperkirakan bakal terjadi pada pekan ini kalau tidak pekan depan," kata Park saat diwawancarai sebuah radio. Dia berkata, sebenarnya mantan direktur badan intelijen nasional AS (CIA) itu telah mempunyai rencana untuk mengunjungi Pyongyang pada awal pekan ini. Namun, dia terpaksa menangguhkannya karena Pemimpin Korut Kim Jong Un mengunjungi China pada Selasa hingga Rabu ini. 

Park menambahkan, agenda yang dibawa Pompeo ke Pyongyang adalah implementasi hasil pertemuan Kim dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Capella, Singapura, pada pekan lalu (12/6/2018) itu menghasilkan empat keputusan. 

Selain kesepakatan denuklirisasi total di Semenanjung Korea, Korut juga setuju menyerahkan jenazah tentara AS yang hilang di sana. Jika terealisasi, pertemuan ini bakal menjadi yang ketiga kalinya dilakoni Pompeo. 

Pertama terjadi pada 1 April lalu. Kemudian yang kedua pada Mei. Selain persiapan pertemuan di Singapura, Kim juga sepakat untuk melepaskan warga AS yang ditahan olehnya. Tart-sumberKOMPAS

Pertemuan Lanjutan AS-Korut, Menlu AS Akan Datangi Korut...


Amerika Serikat, Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi bahwa janji kampanye Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mendeportasi para imigran yang tidak memiliki dokumen resmi telah banyak menuai perlawanan dan kontroversi. 

Kritik dan perlawanan tidak hanya muncul secara luas dari warga Amerika saja, namun juga dari dunia internasional dan tentunya juga termasuk Indonesia. Janji tersebut nampaknya bukanlah isapan jempol belaka karena memang telah direalisasikan secara resmi oleh Trump dengan ditandatanganinya tiga Keputusan Presiden (Executive Order) soal imigrasi, yaitu hanya tiga hari setelah dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat pada tanggal 20 Januari 2017 Dengan diberlakukannya Executive Order oleh Trump, praktis secara hukum keputusan tersebut mengikat seluruh orang yang berusaha masuk ke Amerika mapun yang telah tinggal di negeri Paman Sam secara ilegal. 

Sudah pasti bukan hanya para imigran dari negara Amerika Latin yang selama ini memperoleh predikat buruk di mata Amerika, namun juga berlaku bagi semua warga negara lain tanpa terkecuali Indonesia. Hal inilah yang sekarang menimpa Oldy Manopo, Arino Massie, Saul Timisela, dan Rovani Wangko empat orang Warga Negara Indonesia yang telah menetap lebih dari lima belas tahun di New Jersey. Kini mereka harus berurusan dengan hukum di negeri Paman Sam karena terancam dideportasi serta di masukkan ke daftar black-list imigrasi pemerintahan Amerika. 

Konsekwensi Pelangaran Hukum Imigrasi Agar dapat memahami kasus keempat WNI tersebut dan supaya tidak menimbulkan salah paham, maka hal pertama yang harus diketahui di sini adalah – terlepas siapa pun presidennya – bahwa pemerintah Amerika Serikat pada dasarnya tidak akan mendeportasi seseorang ke negeri asalnya tanpa adanya alasan hukum yang kuat. Premis ini tidak hanya terjadi dan berlaku pada masa pemerintahan Presiden Trump saja, namun sebernarnya sudah terjadi puluhan tahun silam dan bahkan telah diterapkan oleh para presiden pendahulunya, seperti Obama, Bush Jr., Clinton, dan Bush Sr. Tentunya alasan yang dimaksud di sini dalam ranah koridor hukum atau legalitas keimigrasian yang telah ditetapkan oleh negara namun di langar oleh para imigran, siapa pun mereka. 

Dengan kata lain, Executive Order Presiden Trump tentang pendeportasian pada dasarnya merupakan bentuk sikap tegas secara khusus terhadap para imigran yang tidak memiliki legalitas status di Amerika Serikat. Jadi hal tersebut tidak lain merupakan suatu bentuk konsekwensi dari serangkaian usaha pemerintah Amerika Serikat untuk menata masyarakat, khususnya para imigran agar lebih tertib secara hukum dengan memiliki status imigrasi yang jelas. Inilah fakta dalam hukum imigrasi. 

Menurut catatan usatoday.com, keempat WNI tersebut masuk ke Amerika Serikat secara legal dengan mengunakan Tourist Visa kurang-lebih limabelas tahun lalu, namun dalam perjalanan waktu mereka memutuskan untuk tidak kembali ke tanah air Indonesia dan menetap di New Jersey dengan alasan pribadi, salah satunya adanya masalah diskriminasi agama di Indonesia yang terjadi pada tahun 1990’an. 

Di sini perlu diketahui bahwa di Amerika Serikat sebelum tahun 2000, persoalan imigrasi sebenarnya tidak seketat saat ini bahkan bisa dikatakan cukup longar dan mudah bagi warga negara asing yang berkeinginan menjadi Warga Negara Amerika, asalkan hal itu dilakukan melalui prosedur hukum. 

Pada masa-masa keemasan inilah – jika memang memiliki niat menjadi Warga Negara Amerika – maka atas pertimbangan dan alasan tertentu seharusnya mereka telah mengubah statusnya secara legal dari Tourist menjadi Asylee atau pencari suaka. Di Amerika itu sendiri pengubahan status imigrasi seseorang dalam kategori tertentu memang dimungkinkan secara hukum, tentunya didukung dengan alasan tertentu dan kuat. 

Misalnya adanya peristiwa reformasi 1998 di Indonesia, pada saat itu banyak orang Tionghoa kelahiran Indonesia yang oleh karena alasan keamanan memilih berimigrasi ke Amerika dengan mengunakan Tourist Visa. Akibat peristiwa itu, saat ini sudah ada ratusan WNI yang menjadi warga Amerika Serikat sebelum tahun 2000 karena memang engan untuk kembali ke tanah air dan mengunakan kesempatan itu dengan baik. 

Di sini sekurang-kurangnya dapat disimpulkan demikian: Jika seseorang masuk ke Amerika Serikat dengan mengunakan Tourist Visa, hal itu sudah pasti sah secara hukum atau legal, namun tinggal di Amerika dengan mengunakan Tourist Visa yang telah kadaluarsa tanpa mengurus lebih lanjut untuk mendapatkan kepastian hukum yang jelas, maka hal itu sama saja merupakan pelanggaran hukum imigrasi. Oleh sebab itu konsekwensinya pun sangat jelas, yaitu dideportasi dan dimasukkan ke daftar black-list immigrasi. 

Hal inilah yang terjadi saat ini pada keempat WNI tersebut. Di sisi lain perlu juga disampaikan bahwa usaha pemerintah Amerika Serikat melalui Department Immigration and Custom Enforcement (ICE) dalam mendeportasi para imigran sering kali memang tidak manusiawi karena faktor kemanusiaan terkadang diabaikan begitu saja. 

Contoh kongkrit dari kasus ini adalah Ariano Massie yang langsung diterbangkan dari Bandara John F. Kenedy, New York menuju Indonesia pada hari yang sama. 

Lebih buruk lagi, Ariano tidak memiliki kesempatan melihat dan bertemu dengan Joel, anaknya yang sedang bersekolah pada hari itu. Bagi Joel tentunya hal ini menjadi suatu mimpi buruk di siang hari setibanya dari sekolah karena pada hari itu juga menjadi hari terakhir perpisahan dengan ayahnya. Perlakuan ICE kepada Ariano Massie, tampaknya tidak terjadi pada Oldy Manopo, Saul Timisela, dan Rovani Wangko. 

Alih-alih dikirim pulang ke Indonesia pada waktu yang bersamaan, ketiganya justru ditahan di Elisabeth Detention Facility, New Jersey. Tentunya mereka juga akan menghadapi konsekwensi yang sama, yaitu dideportasi ke Indonesia sewaktu-waktu oleh ICE. Bagi keempat WNI tersebut tentunya hal ini menjadi peristiwa yang sangat pahit dan menyedihkan. Suatu mimpi buruk yang menjadi kenyataan, namun apa yang dapat dikatakan lagi? 

Nasi telah menjadi bubur, hampir mustahil hal itu akan dipulihkan secara hukum mengingat pelanggaran hukum merupakan sesuatu yang serius di mata pemerintah Amerika Serikat. Meskipun demikian, kita perlu belajar dari kasus Oldy Manopo, Arino Massie, Saul Timisela, dan Rovani Wangko ini, khususnya bagi WNI di Amerika Serikat yang tidak memiliki status hukum yang jelas agar taat dan patuh kepada hukum negara. 

Sama halnya dengan Warga Negara Asing yang berada di Indonesia perlu taat pada hukum negara Indonesia. Masing-masing negara memiliki kedaulatannya dan sebagai warga negara kita perlu menghormati hukum tersebut. Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi para WNI diaspora di mana pun mereka berada. GusR-sumberSeword

Empat WNI di Amerika Serikat Terancam Deportasi. Masalahnya Seperti Ini..


Medan, Musibah tenggelamnya kapal di lokasi wisata Danau Toba beberapa waktu memunculkan berbagai pendapat di kalangan masyarakat. Seperti yang disampaikan oleh budayawan muda Batak, Rismon Raja Mangatur Sirait percaya bahwa badai besar dan tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun terkait dengan penangkapan ikan mas raksasa oleh masyarakat sekitar Danau Toba sehari sebelumnya. 

Tulisan Sirait tentang kaitan ikan mas raksasa dan kecelakaan kapal di akun Facebook-nya itu viral dan dibagikan ribuan kali sejak dimuat Rabu (20/6/2018) siang. Menurut Sirait, Sabtu (17/6/2018) sekitar pukul 16.30, seorang pemancing di Desa Paropo, Tao Silalahi, mendapatkan ikan mas seberat 14 Kg. 

Hasil pancingan ini cukup menghebohkan warga sekitar karena ukurannya yang luar biasa. Sirait bahkan menyatakan bahwa ikan itu adalah ikan mas terbesar yang pernah didapat di Danau Toba dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. 

“Bicara hal mistis, percaya atau tidak percaya, semua kembali ke pribadi masing-masing,” tulisnya. “Menurut cerita disana, para pemancing tidak mengindahkan larangan dan saran orang tua agar ikan mas ini dilepas kembali ke Danau Toba,” tegas Sirait. 

Sirait mengatakan, dengan bangganya para pemancing tidak mengindahkan saran orang tua disana dan langsung membawa ikan mas ini ke rumah untuk di masak dan dimakan. Sehari kemudian, sambung Sirait, terjadilah angin puting beliung di atas Danau Toba tepat di Tao Silalahi Paropo, hingga menimbulkan ombak besar. 

Menurut warga di pinggiran Danau Toba, sebelumnya belum pernah melihat ombak setinggi 3-4 meter dan ketebalan ombak 2 meter seperti yang terjadi pada sore itu. Lepas dari pembahasan masalah mistis, Sirait juga menambahkan bawa zona lintasan kapal KM Sinar Bangun yang kecelakaan di Danau Toba Senin lalu adalah zona berbahaya yang dilintasi bila besar ombak tidak seperti lazimnya. 

Saat dihubungi Tribun Medan, Sirait menyadari bahwa tulisannya yang menghubungkan kejadian tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangun terkait dengan penangkapan ikan mas raksasa menuai kontroversi. “Itu hak orang tidak setuju dengan saya. Saya tidak paksakan percaya. Tapi saya bicara dari kearifan lokal dan spiritual,” katanya. Sirait yang menyebut diri sebagai Guru Spiritual Danau Toba menuturkan bahwa dirinya percaya penangkapan ikan mas berbuah malapetaka karena dirinya telah menjalankan ritual di Danau Toba. 

“Saya percaya karena saya semalam sudah melakukan parsantabian penghormatan ke penghuni dan penjaga Danau Toba, Sitolu sadalanan, yaitu Sibiding Laut, Siboru Pareme, dan Namboru Naiambaton.”

 “Semalam pukul 11 di TKP (tempat kejadian) saya sudah sampaikan napuran pitu atup,” ujarnya. Napuran pitu atup adalah daun sirih tujuh lapis dengan telor ayam kampung tiga buah yang dibarengi dengan pembakaran dupa serta kemenyan. GusR- sumber tribunmedan

Penangkapan Ikan Mas Raksasa Penunggu Danau Toba, Penyebab Malapetaka Tenggelamnya Kapal Sinar Bangun...


Jambi, Kabar wanita melahirkan buaya dan manusia di Jambi mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Bahkan, seorang warga negara Malaysia bernama Rosita Ibrahim datang langsung ke Jambi untuk menemui wanita tersebut. Rosita memvideokan wanita melahirkan buaya di Jambi berikut foto-foto dokumen semasa kecil. 

Video itu sempat menjadi perbincangan heboh dan viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat Rosita mewawancarai seorang ibu yang mengaku melahirkan anak kembar berupa bayi manusia dan buaya. Buaya itu diberi nama Nur Hasanah. Rosita juga memperlihatkan beberapa foto bayi manusia tengah bercengkrama dengan seekor buaya. Foto-foto itu dipajang di dinding rumah. 

Ada pula foto ibu menggendong seekor buaya. Foto lainnya menunjukkan pria dewasa mencium buaya yang masih kecil. Pria itu adalah ayah si buaya. Tampak pula beberapa sertifikat atau dokumen yang menyebutkan bahwa sang buaya adalah anak dari ibu tersebut. 

Rosita juga memperlihatkan kliping koran berjudul “Warga Minta Keluarga Aini Pindah”. Ia diusir keluar kampung lantaran memelihara seekor buaya betina. “Penduduk setempat suruh dia keluar dari rumah ini. Kerana memiliki Nur Hasanah (nama buaya). Hebat kan ujiannya?,” ucap Rosita. Rosita menceritakan, ibu itu mengaku melahirkan secara normal. Namun ia sempat mengalami pendarahan. 

Menurut pengakuan sang ibu, buaya tersebut sempat merasuki orang lain sesaat setelah dilahirkan. Orang yang dirasuki itu kemudian meminta agar buaya betina diberi nama Nur Hasanah. Nur Hasanah dan kembarnya dilahirkan pada tahun 1991. Kini, Nur Hasanah telah berusia 27 tahun. Panjangnya diperkirakan sudah mencapai 2 meter. Buaya itu diberi makan ayam panggang setiap malam Jumat dan malam Senin. Sejak lahir, buaya itu tidak pernah meninggalkan rumah. Jika ingin mandi atau pergi ke pekarangan rumah, buaya tersebut turun sendiri dari ranjangnya. Beberapa orang memintanya untuk dilepas liarkan dan dikembalikan ke konservasi. Karenanya, buaya itu pun sempat dilepas, tetapi kembali lagi ke rumah dan tidak mau pergi. 

Menurut pengakuan sang ibu, buaya tersebut telah memiliki suami. Suaminya merupakan ular. Katanya, sang suami adalah guru agama di alamnya. Ibu buaya mengaku bertemu ibu ular di alam mimpi. Keduanya sepakat untuk menikahkan anaknya. Selama tinggal di rumah, buaya tersebut tidak pernah melukai siapapun. Sementara itu, ayah sang buaya menceritakan jika banyak warga yang selama ini sudah mengunjunginya, termasuk bule-bule dari luar negeri.

 Ia juga menuturkan saat usia kandungan istrinya menginjak usia 5 bulan, perutnya tampak seperti kandungan 10 bulan. Wanita melahirkan buaya di Jambi Istrinya sempat dibawa ke dokter sebanyak 3 kali untuk memeriksakan kandungannya. Sang dokter menyatakan bayinya kembar. Sesaat sebelum persalinan, sang ibu bermimpi melahirkan normal, tetapi ternyata bayinya hanya satu. Ia mengalami pendarahan dan sakit dua kali dari kelahiran normal. Setelah dilakukan selamatan, akhirnya muncullah anaknya yang berbentuk buaya. Buaya tersebut berkomunikasi dengan ibu dan ayahnya lewat mimpi. Kadang pula berkomunikasi melalui orang yang kesurupan. GusR-HARIANRIAU

Di Jambi Wanita Melahirkan Buaya dan Manusia, Kawin Sama Ular. Fenomena Apa Ini...





Jakarta, Pebisnis Amerika Serikat yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council mendatangi kantor Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam pertemuan tersebut, para pebisnis asal Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.
CEO of the US-ASEAN Business Council (Organisasi Perundingan Bisnis Amerika untuk Asean) Alexander Feldmen mengatakan, kondisi perekonomian Indonesia saat ini mulai terus membaik. Meskipun berbagai tantangan terus berdatangan dan menerpa Indonesia.

"Saya fikir ini semakin baik (perekonomian Indonesia), meskipun tantangan ada di mana-mana. Presiden (Jokowi) sendiri sudah berbicara kemarin," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman, Jakarta,beberapa waktu lalu. 

Menurut Feldmen, para pengusaha Amerika Serikat juga mengapresiasi upaya reformasi ekonomi yang dilakukan Indonesia terutama dalam reformasi birokrasi. Pasalnya berkat reformasi birokrasi Indonesia berhasil menarik banyak investor dari luar negeri.
"Saya pikir keadaan (iklim investasi) Menjadi lebih baik dan Indonesia adalah pasar yang baik bagi investor internasional tak terkecuali Amerika Serikat," ucapnya. 

Menurutnya, para pebisnis Amerika Serikat bahkan berniat untuk terus mengembangkan investasinya di Indonesia. Sehingga di masa mendatang, Amerika Serikat bisa menjadi investor terbesar Indonesia.
Saat ini kata Feldmen, Amerika Serikat merupakan investor terbesar keempat di Indonesia. Namun dirinya mengklaim jika investasi yang dikeluarkan oleh perusahaan Singapura juga berasal dari Amerika Serikat.
"Amerika Serikat itu investor terbesar keempat di Indonesia. Tapi saya rasa investasi Singapura di Indonesia juga dananya berasal dari kami jadi bisa dikatakan kami adalah nomor 2 atau 3 di Indonesia. Nah ini akan kami terus kembangkan. Jadi kita akan terus berinvestasi dan kita sudah disini," jelasnya.
Adapun beberapa yang disebutnya cukup menarik untuk berinvestasi adalah di bidang pariwisata. Menurutnya, industri pariwisata Indonesia sangat memiliki potensi yang berkembang karena sebagian besar daerahnya merupakan wilayah laut. 

Bahkan lanjut Feldmen, untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, perusahaan Amerika bisa membantu Indonesia untuk memperbaiki ekosistem lautnya. Apalagi, dalam beberapa waktu belakangan, masalah sampah plasti menjadi isu paling hangat dan serius yang harus ditanggulangi.
"Menurut saya ada daerah khusus di bidang pariwisata dan seputar industri pariwisata yang masuk akal, dan ada cara perusahaan Amerika bisa mendidik dan bekerja sama dengan pemerintah untuk mendidik masyarakat Indonesia tentang masalah reruntuhan laut, dan tentang tantangan dalam pariwisata," kata Feldmen. 

Lebih lanjut Feldmen menambahkan, pihaknya masih akan terus menemui beberapa Menteri kabinet kerja dalam beberapa hari kedepan untuk membahas mengenai kemungkinan bagi perusahaan asal Amerika Serikat bisa berinvestasi di Indonesia. Yang terdekat, dirinya mengaku akan bertemu dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong di Yogyakarta pada esok hari. Tart-okezone

Pemerintah Amerika Serikat Akan Tingkatkan Investasi di Indonesia




Jakarta, Pemerintah Kanada menilai Indonesia sebagai negara tujuan investasi utama. Karena itu, perwakilan Kanada di Jakarta, menghendaki agar ada peningkatan kerja sama bidang ekonomi dengan Indonesia.
Keinginan tersebut, diungkapkan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash ketika bertandang ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Dikatakan dia, pemerintahannya pun siap untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra dagang utama.

"Kanada dan Indonesia punya hubungan bersama yang baik. Kerjasama (di bidang) perekonomian akan kami tingkatkan untuk lebih baik," ujar dia, di Jakarta. Selain pada soal ekonomi, bentuk kerja sama bidang pendidikan juga menjadi sasaran pemerintah Kanada di Indonesia.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menerima kunjungaan Bobiash menambahkan, keinginan Kanada untuk menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi utama sudah dibuktikan. Dikatakan dia yaitu dalam bentuk penanaman modal sebesar tiga miliar dolar Amerika Serikat (AS) di Indonesia.

Investasi tersebut, diungkapkan Fadli tersebar di ragam bidang, paling banyak untuk membantu perkembangan ekonomi pada sektor riil dengan memajukan sentra ekonomi masyarakat di daerah-daerah. "Kanada memberikan dukungannya untuk membangun unit kerja masyarakat Indonesia dan sebagainya," ujar Fadli.

Fadli pun mengungkapkan, keinginan Kanada untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra kerja sama utama bidang enerji dan pertambangan. "Banyak bidang-bidang lain yang juga ingin kita tingkatkan dalam kerja sama selama ini." Ia menambahkan, termasuk kerja sama bidang pendidikan teknik, dengan menghadirkan politeknik-politeknik. GusR-republika

Kanada Dorong Peningkatan Investasi di Indonesia




Biro DIY, Sleman – Cakrawalaonline – Hingga bulan Juni 2018 ini tingkat kesejahteraan perangkat desa di semua wilayah masih dianggap kacau. Artinya kesejahteraan perangkat belum sesuai dengan kerja keras mereka. Hal ini sering ditemukan berbagai rasanan dari perangkat desa di DIY.

Hal itu sering mendengar berita yang menggembirakan pemirsa televisi yang menyiarkan tentang pendapatan atau gaji yang diterimakan oleh PNS sangat besar. Ditambah lagi ada gaji  gaji 13 dan THR atau apapun istilahnya. Itu semua adalah pendapatan yang intinya untuk mengisi perut atau kebutuhan hidup yang menerima. Ada juga yang mengatakan bahwa sistem pemerintahan seperti blantik kambing.

Tapi hal itu semua hanya keluhan orang kecil atau orang bawah yang tidak masuk dalam kalangan penerima gaji dari negara. Ada yang mengatakan sekarang ini negara masih miskin, ada juga yang mengatakan negara sekarang ini sudah kaya. Nyatanya sering disiarkan banyak yang korupsi tetapi uang negara tidak habis.

Itu semua dalah realita jaman sekarang atau sekarang ini jaman globalisasi atau jaman MEA atau jaman Masyarakat Ekomomi Asean atau apalah. Bagi orang desa atau orang pinggiran tidak mengenal itu semua. Karena mereka hanya memikirkan sekarang makan apa. Nanti makan apa dan besuk makan apa lagi. Itu semua jadi pola hidup bagi mereka yang rutinitas.

Bahkan ditemukan penulis bahwa kehidupan dukuh dan perangkat desa di Prambanan Sleman sekarang ini belum baik. Sehingga Syam Gunadi seorang ketua Paguyuban Dukuh kecamatan Prambanan Sleman bilang kini kehidupan perangkat desa dukuh dan lainnya belum baik. Sehingga dukuh sekecamatan Prambanan pernah bertemu muka untuk membahas nasibnya.

Pihaknya berharap agar kehidupan dukuh dan perangkat desa nasibnya diperbaiki. Karena selama ini nasipnya belum baik. Pemerintah harus peduli baik di kecamatan maupun di kabupaten termasuk di propinsi dan di pemerintah nasional Jakarta. Kita semua mengerti bahwa pemerintahan kini sudah baik.

Maka harus perbaiki juga kehidupan dukuh dan perangkat desa. Harus disisakan uang dari pembangunan cor beton di jalan, karena itu untuk memperbaiki kesejahteraan kita semua. Demikian rangkuman berita yang sempat dikutip penulis. (Sab)

Kesejahteraan Perangkat Desa Masih Kacau




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Peserta KKN tahun 2018 bagi kampus STAIYO semuanya selamat dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian semoga semuanya mendapat nilai tinggi dalam kuliah di kampus STAIYO. Demikian diungkapkan oleh Drs H Mardiyo M.Si Ketua STAIYO dalam penutupan KKN di Desa Pucanganom Rongkop.

Tahun 2018 ini STAIYO menetapkan tentang bentuk dan lokasi KKN secara reguler. Masih bertempat di desa Pucanganom kecamatan Rongkop. KKN dilaksanakan mulai 12 Maret 2018 sampai 10 Mei 2018 sebanyak 94 mahasiswa STAIYO terdiri putra 33 orang dan putri 61 orang di desa Pucanganon kecamatan Rongkop, Gunungkidul DIY.

STAIYO Wonosari cukup membanggakan, karena semakin maju dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu disimpulkan dari beberapa kalangan yang sempat dikutip wartawan. Perkembangan ilmu yang dibidik kampus STAIYO  semakin baik.

Dari pedoman KKN disampaikan kepada para peserta merupakan petunjuk bagi mahasiswa yang ber-KKN. Diharapkan peserta memiliki bekal yang dituangkan dalam buku pedoman. Namun karena keterbatasan waktu, tenaga dan pikiran serta dana, maka buku pedoman KKN hanya memuat ketentuan yang berhubungan dengan peserta.

Buku  KKN jadi pedoman bagi peserta dan hal-hal yang belum termuat dalam buku pedoman ini dapat dimusyawarahkan dan dikonsultasikan. Sebab itu maka semua mahasiswa KKN dalam tugasnya agar senantiasa bermusyawarah dengan yang berwenang.  Mungkin buku KKN masih ada kekurangan, sehingga pihak kampus menerima kritik dan saran untuk perbaikan.

Peserta KKN agar menjalankan tugasnya seperti yang telah digariskan dalam buku pedoman dengan baik dan tertib. “Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua dalam menjalankan tugas peserta KKN”. Demikian dibeberkan Tim Pelaksana KKN dari STAIYO.

Perlu diingat KKN STAIYO 2018 berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 229/STAIYO/I/2018. Hal ini setelah menimbang tiga faktor yaitu (1) perlu segera ditetapkan lokasi KKN. (2) STAIYO Wonosari sedang melaksanakan proses pembangunan yang perlu dukungan dari berbagai kalangan. (3) KKN merupakan momentum tepat untuk mendukung proses pembangunan.

Karena ini mengingat, pertama Akte Yayasan Ma’arif NU DIY tanggal 4 Pebruari 1966 No. 5 dan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional No. 51 Tahun 2010. Selama KKN mahasiswa diharap nginep di tempat KKN. Mahasiswa melaksanakan mengerjakan 4 bidang di 12 padukuhan.

Pertama Bidang Agama, Fisik lingkungan hidup, Administrasi Pemerintahan dan Pendidikan Sosial Budaya. Termasuk Kesehatan dan KB atau Keluarga Berencana. Program inilah yang diikuti oleh 94 mahasiswa STAIYO Wonosari. “Semoga semuanya sukses,” ungkap ketua STAIYO Wonosari. (Sab)

Peserta KKN STAIYO 2018 Sukses