Social Items



Oleh: Ayu Agung Handayani )*

Hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah berawal dengan keinginan Amerika untuk menguasai sumber daya alam minyak bumi yang ada di kawasan tersebut pada tahun 1932. Timur Tengah merupakan daerah yang memiliki 70% minyak bumi yang ada di dunia. Kawasan ini juga adalah kawasan yang sangat strategis karena menghubungkan benua Asia, Eropa dan Afrika.

Dari dulu hingga sekarang Amerika masih gencar memperkuat hegemoninya di kawasan Timur Tengah. Banyak sekali faktor-faktor yang mendorong Amerika untuk menguasai kawasan tersebut. Usaha yang dilakukan Amerika dalam memperkuat hegemoninya pun juga dapat dikatakan sudah sangat banyak. Mulai dari politik, ekonomi hingga militer, Amerika berusaha memiliki dominasi di Timur Tengah dalam bidang-bidang tersebut. Hegemoni Amerika Serikat kemudian dipermudah dengan hubungan persahabatannya dengan Saudi Arabia dan Israel.

Amerika Serikat memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kedua negara tersebut. Negara yang pertama kali mengakui Israel sebagai negara berdaulat pertama kali juga adalah Amerika Serikat. Faktor apa saja yang medorong Amerika memperkuat hegemoninya di Timur Tengah ? yang pertama dalam bidang ekonomi. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Timur Tengah memiliki minyak bumi sebesar 70% dari keseluruhan minyak bimi yang ada di dunia, sedangkan Amerika hanya memiliki cadangan minyak bumi kurang dari 3% dari keseluruhan jumlah cadangan minyak bumi yang ada. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga Amerika ingin menguasai minyak bumi yang ada di kawasan tersebut. Selain itu, Amerika Serikat merupakan negara konsumen minyak bumi terbesar di dunia.

Maka dari itu, untuk tetap menjaga cadangan minyak mengalir ke negaranya, Amerika melakukan berbagai cara agar dapat menguasi minyak bumi yang ada di Timur Tengah. Faktor yang kedua yaitu dalam bidang politik. Pada mulanya untuk tetap menjaga eksistensinya di Timur Tengah pada masa Perang Dingin, Amerika mengeluarkan kebijakan pembendungan atau containment policy. Yang mana kebijakan tersebut bertujuan untuk membendung pengaruh Uni Soviet dengan ideologi komunisnya. Berbagai cara dilakukan oleh Amerika agar Uni Soviet tidak dapat menyebarkan pengaruh komunis di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dengan faham demokrasinya kemudian berhasil mempengaruhi negera-negara di Timur Tengah dan mengusir Uni Soviet dari kawasan tersebut baik dengan cara soft diplomacy maupun hard diplomacy yang dilakukannya. Kepentingan politik Amerika di Timur Tengah yakni menyebarkan ideolognya yaitu demokrasi. Amerika sangat menjaga hubungannya dengan Saudi Arabia untuk melancarkan niatnya tersebut. Faktor yang ketiga adalah di bidang keamanan dan militer.

Amerika Serikat merupakan produsen senjata terbesar di dunia. Senjata-senjata yang diproduksi tersebut sering dijual ke kawasan Timur Tengah yang seringa mengalami konflik sipil maupun lintas negara. Konflik-konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah sangat menguntungkan bagi Amerika Serikat. Karena bagi Amerika, Timur Tengah merupakan pasar untuk menjaual senjata-senjata yang diproduksi olehnya.

Sebagai salah satu anggota Dewan Keamanan PBB, Amerika dapat memanfaatkan hal tersebut untuk ikut campur dalam konflik-konflik yang terjadi di Timur Tengah. Amerika ingin menjadi penentu arah bagi semua permasalahn yang ada di Timur Tengah dengan menyandang statusnya yang menjadi Dewan Keamanan PBB. Dengan mengatasnamakan PBB, tidak hanya sekali, duakali Amerika memicu peperangan yang terjadi di Timur Tengah agar senjatanya dapat laku dijual. Hubungan Amerika dengan Saudi Arabi menjadi salah satu hal yang menjadi faktor Amerika masih eksis di Timur Tengah. Kedua negara ini saling menjalin hubungan bahkan sebelum terjadinya Perang Dunia II. Amerika membutuhkan Saudi Arab sebagai pemasok minyak ke negaranya. Kemudian Saudi Arab juga berperan besar sebagi pembeli senjata yang diproduksinya.

Sebaliknya Saudi Arab membutuhkan Amerika dalam bidang keamanan untuk melindungi Saudi Arab dari ancaman ekspor revolusi Iran, sekaligus saat ini Amerika saat ini menjadi military company bagi Saudi Arab sebagi pertahannanya. Selain itu, Saudi Arab membutuhkan Amerika untuk membeli minyaknya dengan harga tinggi. Karena apabila Saudi Arab hanya menjual hasil minyaknya kepada negara-negara di Timur Tengah hanya akan mendapatkan bayaran yang sedikit. Hal ini diketahui negara-negara di Timur Tengah selain Saudi Arab juga merupakan negara penghasil minyak bumi.

Selain Saudi Arab, Israel juga merupakan negara yang memiliki hubungan erat denagan Amerika. Israel banyak sekali membantu Amerika dalam bidang ekonominya dalam bentuk investasi atau bantuan financial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika. Kemudian Israel membutuhkan Amerika sebagai pelindung atau military company untuk melindungi dan mendukung Israel dalam melancarkan aksinya memperluas daerah kekuasaan Israel di kawasan Timur Tengah. Israel banyak memberikan dana kepada Amerika yang dialokasikan ke bidang perfilman, perbankan, modal, teknologi informasi, media dan retail.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Amerika dan menjadikan Amerika sebagi sekutunya. Campur tangan Amerika Serikat di Timur Tengah sangatlah besar. Hampir setiap konflik yang terjadi di Timur Tengah memiliki hubungan dengan Amerika. Seperti konflik Israel-Palestina, Perang Teluk, Perang sipil di Suriah dan Afghanistan, hingga Terorisme semua berhubungan dengan Amerika Serikat. Dengan kebijakan Amerika yang sangat dominan di kawasan tersebut kemudian menyebarkan radikalisme di Timur Tengah merupakan ancaman terbesar bagi keamanan Internasional.

)* Ayu Agung Handayani adalah Mahasiswi Jurusan Ilmu Hunbungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah

Cakrawala Online


Oleh: Ayu Agung Handayani )*

Hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah berawal dengan keinginan Amerika untuk menguasai sumber daya alam minyak bumi yang ada di kawasan tersebut pada tahun 1932. Timur Tengah merupakan daerah yang memiliki 70% minyak bumi yang ada di dunia. Kawasan ini juga adalah kawasan yang sangat strategis karena menghubungkan benua Asia, Eropa dan Afrika.

Dari dulu hingga sekarang Amerika masih gencar memperkuat hegemoninya di kawasan Timur Tengah. Banyak sekali faktor-faktor yang mendorong Amerika untuk menguasai kawasan tersebut. Usaha yang dilakukan Amerika dalam memperkuat hegemoninya pun juga dapat dikatakan sudah sangat banyak. Mulai dari politik, ekonomi hingga militer, Amerika berusaha memiliki dominasi di Timur Tengah dalam bidang-bidang tersebut. Hegemoni Amerika Serikat kemudian dipermudah dengan hubungan persahabatannya dengan Saudi Arabia dan Israel.

Amerika Serikat memiliki hubungan yang sangat dekat dengan kedua negara tersebut. Negara yang pertama kali mengakui Israel sebagai negara berdaulat pertama kali juga adalah Amerika Serikat. Faktor apa saja yang medorong Amerika memperkuat hegemoninya di Timur Tengah ? yang pertama dalam bidang ekonomi. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, Timur Tengah memiliki minyak bumi sebesar 70% dari keseluruhan minyak bimi yang ada di dunia, sedangkan Amerika hanya memiliki cadangan minyak bumi kurang dari 3% dari keseluruhan jumlah cadangan minyak bumi yang ada. Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, sehingga Amerika ingin menguasai minyak bumi yang ada di kawasan tersebut. Selain itu, Amerika Serikat merupakan negara konsumen minyak bumi terbesar di dunia.

Maka dari itu, untuk tetap menjaga cadangan minyak mengalir ke negaranya, Amerika melakukan berbagai cara agar dapat menguasi minyak bumi yang ada di Timur Tengah. Faktor yang kedua yaitu dalam bidang politik. Pada mulanya untuk tetap menjaga eksistensinya di Timur Tengah pada masa Perang Dingin, Amerika mengeluarkan kebijakan pembendungan atau containment policy. Yang mana kebijakan tersebut bertujuan untuk membendung pengaruh Uni Soviet dengan ideologi komunisnya. Berbagai cara dilakukan oleh Amerika agar Uni Soviet tidak dapat menyebarkan pengaruh komunis di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dengan faham demokrasinya kemudian berhasil mempengaruhi negera-negara di Timur Tengah dan mengusir Uni Soviet dari kawasan tersebut baik dengan cara soft diplomacy maupun hard diplomacy yang dilakukannya. Kepentingan politik Amerika di Timur Tengah yakni menyebarkan ideolognya yaitu demokrasi. Amerika sangat menjaga hubungannya dengan Saudi Arabia untuk melancarkan niatnya tersebut. Faktor yang ketiga adalah di bidang keamanan dan militer.

Amerika Serikat merupakan produsen senjata terbesar di dunia. Senjata-senjata yang diproduksi tersebut sering dijual ke kawasan Timur Tengah yang seringa mengalami konflik sipil maupun lintas negara. Konflik-konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah sangat menguntungkan bagi Amerika Serikat. Karena bagi Amerika, Timur Tengah merupakan pasar untuk menjaual senjata-senjata yang diproduksi olehnya.

Sebagai salah satu anggota Dewan Keamanan PBB, Amerika dapat memanfaatkan hal tersebut untuk ikut campur dalam konflik-konflik yang terjadi di Timur Tengah. Amerika ingin menjadi penentu arah bagi semua permasalahn yang ada di Timur Tengah dengan menyandang statusnya yang menjadi Dewan Keamanan PBB. Dengan mengatasnamakan PBB, tidak hanya sekali, duakali Amerika memicu peperangan yang terjadi di Timur Tengah agar senjatanya dapat laku dijual. Hubungan Amerika dengan Saudi Arabi menjadi salah satu hal yang menjadi faktor Amerika masih eksis di Timur Tengah. Kedua negara ini saling menjalin hubungan bahkan sebelum terjadinya Perang Dunia II. Amerika membutuhkan Saudi Arab sebagai pemasok minyak ke negaranya. Kemudian Saudi Arab juga berperan besar sebagi pembeli senjata yang diproduksinya.

Sebaliknya Saudi Arab membutuhkan Amerika dalam bidang keamanan untuk melindungi Saudi Arab dari ancaman ekspor revolusi Iran, sekaligus saat ini Amerika saat ini menjadi military company bagi Saudi Arab sebagi pertahannanya. Selain itu, Saudi Arab membutuhkan Amerika untuk membeli minyaknya dengan harga tinggi. Karena apabila Saudi Arab hanya menjual hasil minyaknya kepada negara-negara di Timur Tengah hanya akan mendapatkan bayaran yang sedikit. Hal ini diketahui negara-negara di Timur Tengah selain Saudi Arab juga merupakan negara penghasil minyak bumi.

Selain Saudi Arab, Israel juga merupakan negara yang memiliki hubungan erat denagan Amerika. Israel banyak sekali membantu Amerika dalam bidang ekonominya dalam bentuk investasi atau bantuan financial untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Amerika. Kemudian Israel membutuhkan Amerika sebagai pelindung atau military company untuk melindungi dan mendukung Israel dalam melancarkan aksinya memperluas daerah kekuasaan Israel di kawasan Timur Tengah. Israel banyak memberikan dana kepada Amerika yang dialokasikan ke bidang perfilman, perbankan, modal, teknologi informasi, media dan retail.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Amerika dan menjadikan Amerika sebagi sekutunya. Campur tangan Amerika Serikat di Timur Tengah sangatlah besar. Hampir setiap konflik yang terjadi di Timur Tengah memiliki hubungan dengan Amerika. Seperti konflik Israel-Palestina, Perang Teluk, Perang sipil di Suriah dan Afghanistan, hingga Terorisme semua berhubungan dengan Amerika Serikat. Dengan kebijakan Amerika yang sangat dominan di kawasan tersebut kemudian menyebarkan radikalisme di Timur Tengah merupakan ancaman terbesar bagi keamanan Internasional.

)* Ayu Agung Handayani adalah Mahasiswi Jurusan Ilmu Hunbungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tidak ada komentar