Social Items




Biro DIY, Sleman – Cakrawalaonline – Hingga bulan Juni 2018 ini tingkat kesejahteraan perangkat desa di semua wilayah masih dianggap kacau. Artinya kesejahteraan perangkat belum sesuai dengan kerja keras mereka. Hal ini sering ditemukan berbagai rasanan dari perangkat desa di DIY.

Hal itu sering mendengar berita yang menggembirakan pemirsa televisi yang menyiarkan tentang pendapatan atau gaji yang diterimakan oleh PNS sangat besar. Ditambah lagi ada gaji  gaji 13 dan THR atau apapun istilahnya. Itu semua adalah pendapatan yang intinya untuk mengisi perut atau kebutuhan hidup yang menerima. Ada juga yang mengatakan bahwa sistem pemerintahan seperti blantik kambing.

Tapi hal itu semua hanya keluhan orang kecil atau orang bawah yang tidak masuk dalam kalangan penerima gaji dari negara. Ada yang mengatakan sekarang ini negara masih miskin, ada juga yang mengatakan negara sekarang ini sudah kaya. Nyatanya sering disiarkan banyak yang korupsi tetapi uang negara tidak habis.

Itu semua dalah realita jaman sekarang atau sekarang ini jaman globalisasi atau jaman MEA atau jaman Masyarakat Ekomomi Asean atau apalah. Bagi orang desa atau orang pinggiran tidak mengenal itu semua. Karena mereka hanya memikirkan sekarang makan apa. Nanti makan apa dan besuk makan apa lagi. Itu semua jadi pola hidup bagi mereka yang rutinitas.

Bahkan ditemukan penulis bahwa kehidupan dukuh dan perangkat desa di Prambanan Sleman sekarang ini belum baik. Sehingga Syam Gunadi seorang ketua Paguyuban Dukuh kecamatan Prambanan Sleman bilang kini kehidupan perangkat desa dukuh dan lainnya belum baik. Sehingga dukuh sekecamatan Prambanan pernah bertemu muka untuk membahas nasibnya.

Pihaknya berharap agar kehidupan dukuh dan perangkat desa nasibnya diperbaiki. Karena selama ini nasipnya belum baik. Pemerintah harus peduli baik di kecamatan maupun di kabupaten termasuk di propinsi dan di pemerintah nasional Jakarta. Kita semua mengerti bahwa pemerintahan kini sudah baik.

Maka harus perbaiki juga kehidupan dukuh dan perangkat desa. Harus disisakan uang dari pembangunan cor beton di jalan, karena itu untuk memperbaiki kesejahteraan kita semua. Demikian rangkuman berita yang sempat dikutip penulis. (Sab)

Kesejahteraan Perangkat Desa Masih Kacau

Cakrawala Online



Biro DIY, Sleman – Cakrawalaonline – Hingga bulan Juni 2018 ini tingkat kesejahteraan perangkat desa di semua wilayah masih dianggap kacau. Artinya kesejahteraan perangkat belum sesuai dengan kerja keras mereka. Hal ini sering ditemukan berbagai rasanan dari perangkat desa di DIY.

Hal itu sering mendengar berita yang menggembirakan pemirsa televisi yang menyiarkan tentang pendapatan atau gaji yang diterimakan oleh PNS sangat besar. Ditambah lagi ada gaji  gaji 13 dan THR atau apapun istilahnya. Itu semua adalah pendapatan yang intinya untuk mengisi perut atau kebutuhan hidup yang menerima. Ada juga yang mengatakan bahwa sistem pemerintahan seperti blantik kambing.

Tapi hal itu semua hanya keluhan orang kecil atau orang bawah yang tidak masuk dalam kalangan penerima gaji dari negara. Ada yang mengatakan sekarang ini negara masih miskin, ada juga yang mengatakan negara sekarang ini sudah kaya. Nyatanya sering disiarkan banyak yang korupsi tetapi uang negara tidak habis.

Itu semua dalah realita jaman sekarang atau sekarang ini jaman globalisasi atau jaman MEA atau jaman Masyarakat Ekomomi Asean atau apalah. Bagi orang desa atau orang pinggiran tidak mengenal itu semua. Karena mereka hanya memikirkan sekarang makan apa. Nanti makan apa dan besuk makan apa lagi. Itu semua jadi pola hidup bagi mereka yang rutinitas.

Bahkan ditemukan penulis bahwa kehidupan dukuh dan perangkat desa di Prambanan Sleman sekarang ini belum baik. Sehingga Syam Gunadi seorang ketua Paguyuban Dukuh kecamatan Prambanan Sleman bilang kini kehidupan perangkat desa dukuh dan lainnya belum baik. Sehingga dukuh sekecamatan Prambanan pernah bertemu muka untuk membahas nasibnya.

Pihaknya berharap agar kehidupan dukuh dan perangkat desa nasibnya diperbaiki. Karena selama ini nasipnya belum baik. Pemerintah harus peduli baik di kecamatan maupun di kabupaten termasuk di propinsi dan di pemerintah nasional Jakarta. Kita semua mengerti bahwa pemerintahan kini sudah baik.

Maka harus perbaiki juga kehidupan dukuh dan perangkat desa. Harus disisakan uang dari pembangunan cor beton di jalan, karena itu untuk memperbaiki kesejahteraan kita semua. Demikian rangkuman berita yang sempat dikutip penulis. (Sab)

Tidak ada komentar