Social Items


Papua, Karena kecewa honor insentif tidak dibayar beberapa guru honorer di Mimika Papua mengamuk ke kantor Dinas pendidikan setempat. Tak ayal lagi mereka berurusan dengan polisi. 

Akhirnya Polres Mimika, Papua menahan empat guru honor pelaku anarkis perusakan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika pada Jumat (22/6). Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto, Senin (25/6/20), mengatakan, keempat guru honor tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Rutan Polres Mimika.

 "Tiga orang disangkakan melakukan tindak pidana perusakan dan satu orang disangkakan melakukan penghasutan," kata Agung seperti dilansirkan Antaranews. 

Agung menegaskan, kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut. "Masih akan bertambah lagi. Kami sudah memiliki rekaman CCTV dan video yang diambil oleh rekan-rekan saat melakukan pengamanan aksi para guru honor. Kami sudah mengantongi nama-nama mereka. Kepada mereka kami akan kenakan pasal 170 KUHP karena melakukan tindak pidana perusakan secara bersama-sama," ujar Agung. 

Ia menyayangkan terjadi aksi perusakan fasilitas kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika, oleh sekelompok guru honor yang menuntut pembayaran insentif sejak tahun 2017. 

Menurut Agung, jajarannya sudah berupaya memediasi tuntutan para guru honor sekolah dan guru yayasan di Kabupaten Mimika untuk segera dibayarkan insentifnya oleh pemkab setempat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Kami sudah menyampaikan aspirasi mereka kepada Pelaksana Tugas Bupati Mimika, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Saat tanggal 22 Juni kemarin itu hari pertama masuk kerja setelah liburan cuti bersama Lebaran, bukan berarti hari itu juga insentif guru-guru honor harus dibayarkan. Kejadian itu sebetulnya tidak perlu terjadi jika semua pihak menahan diri," katanya. 

Usai merusak fasilitas kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika, polisi sempat mengamankan seorang tokoh agama yang ikut dalam aksi para guru honor tersebut. Namun tokoh agama tersebut tidak dijadikan tersangka, hanya dimintai keterangan terkait keikutsertaannya dalam aksi guru honor di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika. 

"Kita semua menyadari perjuangan para guru honor, namun jangan menggunakan cara-cara yang bersifat anarkis. Kami dan juga Forkopimda Mimika pasti mendukung penuh segera direalisasikan hak para guru. Kepada semua pihak kami mengajak untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif di Mimika, utamakan diplomasi dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Kami akan memediasi dan berusaha sekuat-kuatnya membantu perjuangan rekan-rekan guru," katanya. Hot- sumberGalamedia

Merasa Kecewa, 4 Guru Honorer Rusak Kantor Dinas Pendidikan

Cakrawala Online

Papua, Karena kecewa honor insentif tidak dibayar beberapa guru honorer di Mimika Papua mengamuk ke kantor Dinas pendidikan setempat. Tak ayal lagi mereka berurusan dengan polisi. 

Akhirnya Polres Mimika, Papua menahan empat guru honor pelaku anarkis perusakan kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mimika pada Jumat (22/6). Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto, Senin (25/6/20), mengatakan, keempat guru honor tersebut kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di Rutan Polres Mimika.

 "Tiga orang disangkakan melakukan tindak pidana perusakan dan satu orang disangkakan melakukan penghasutan," kata Agung seperti dilansirkan Antaranews. 

Agung menegaskan, kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru dalam kasus tersebut. "Masih akan bertambah lagi. Kami sudah memiliki rekaman CCTV dan video yang diambil oleh rekan-rekan saat melakukan pengamanan aksi para guru honor. Kami sudah mengantongi nama-nama mereka. Kepada mereka kami akan kenakan pasal 170 KUHP karena melakukan tindak pidana perusakan secara bersama-sama," ujar Agung. 

Ia menyayangkan terjadi aksi perusakan fasilitas kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika, oleh sekelompok guru honor yang menuntut pembayaran insentif sejak tahun 2017. 

Menurut Agung, jajarannya sudah berupaya memediasi tuntutan para guru honor sekolah dan guru yayasan di Kabupaten Mimika untuk segera dibayarkan insentifnya oleh pemkab setempat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Kami sudah menyampaikan aspirasi mereka kepada Pelaksana Tugas Bupati Mimika, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Saat tanggal 22 Juni kemarin itu hari pertama masuk kerja setelah liburan cuti bersama Lebaran, bukan berarti hari itu juga insentif guru-guru honor harus dibayarkan. Kejadian itu sebetulnya tidak perlu terjadi jika semua pihak menahan diri," katanya. 

Usai merusak fasilitas kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika, polisi sempat mengamankan seorang tokoh agama yang ikut dalam aksi para guru honor tersebut. Namun tokoh agama tersebut tidak dijadikan tersangka, hanya dimintai keterangan terkait keikutsertaannya dalam aksi guru honor di kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mimika. 

"Kita semua menyadari perjuangan para guru honor, namun jangan menggunakan cara-cara yang bersifat anarkis. Kami dan juga Forkopimda Mimika pasti mendukung penuh segera direalisasikan hak para guru. Kepada semua pihak kami mengajak untuk bersama-sama menjaga situasi yang kondusif di Mimika, utamakan diplomasi dan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Kami akan memediasi dan berusaha sekuat-kuatnya membantu perjuangan rekan-rekan guru," katanya. Hot- sumberGalamedia

Tidak ada komentar