Social Items


Kini sudah ditemukan sebuah vaksin yang bisa menekan resiko penyakit gula. Diabetes tipe 1 merupakan bentuk paling parah dari penyakit kencing manis. Ini karena diabetes mellitus tipe 1 menyebabkan sel beta pada organ pankreas hancur akibat proses autoimun. 

Pada kasus diabetes tipe 1, tubuh tidak dapat mempoduksi hormon insulin yang bertugas untuk membantu mengolah glukosa (gula) sebagai energi. “Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat membuat insulin. Padahal hormon ini diperlukan untuk mengubah gula menjadi energi. Tanpa itu, akan terjadi peningkatan gula darah,” ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter. 

Ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, gula yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat diserap sempurna sehingga menumpuk dalam darah. Keadaan ini menyebabkan kadar gula darah tinggi, yang berakibat pada banyak komplikasi jangka pendek maupun panjang. 

Menurut dr. Nadia, berikut adalah beberapa gejala yang dapat terjadi akibat penyakit diabetes tipe 1: Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya Peningkatan nafsu makan Mudah mengantuk Mudah haus Sering buang air kecil Pada kasus yang berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran “Saat ini, pengobatan yang dilakukan untuk diabetes tipe 1 adalah pemberian obat hipoglikemik oral ataupun insulin. Namun, itu kembali lagi pada kadar gula darah, kondisi individu, serta lainnya,” ungkap dr. Nadia. 

Mengkaji vaksin diabetes tipe 1 Sebuah penelitian berusaha menciptakan hal baru, yaitu vaksin pencegah diabetes tipe 1. Dilansir dari TIME, sebuah penelitian terbaru melibatkan sekelompok kecil pengidap diabetes tipe 1 yang diberi vaksin. Hasil dari pemberian vaksin menunjukkan penurunan kadar gula darah pada tingkat yang hampir normal. Perubahan itu terjadi berangsur-angsur selama kisaran 5 sampai 8 tahun. Para peneliti di Massachusetts General Hospital mengamati 9 orang dengan diabetes tipe 1 yang diberi vaksin bernama Bacillus Calmette-Guérin (BCG). Untuk diketahui, vaksin BCG telah digunakan selama beberapa dekade untuk mencegah tuberkulosis. 

Para peneliti percaya bahwa vaksin ini dapat digunakan untuk gangguan autoimun lainnya, termasuk diabetes tipe 1. Vaksin tersebut diberikan sebanyak dua suntikan selama sebulan sekali. Hasilnya, tingkat hemoglobin a1c (HbA1c) dapat turun lebih dari 10% selama tiga tahun setelah pengobatan, dan lebih dari 18% setelah empat tahun pengobatan. 

Tak berhenti di situ, para peneliti juga menemukan bahwa kadar gula darah para partisipan mampu bertahan pada tingkat hampir normal hingga delapan tahun. Saat ini, rata-rata dari partisipan studi hidup dengan diabetes tipe 1 selama 19 tahun. Pemberian vaksin tersebut juga tidak membuat para pasien mengalami komplikasi. Bahkan mereka mampu beraktivitas lebih baik dibanding pasien dengan pengobatan metode lain. 

Peneliti berencana melakukan lebih banyak penelitian untuk memantapkan khasiat vaksin BCG. Bahkan jika memungkinkan, tim peneliti bakal menciptakan vaksin khusus untuk masalah diabetes pada anak. Selagi vaksin diabetes tipe 1 tengah dipatenkan secara klinis, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat dan hindari makanan yang manis. Tak lupa, hindari kebiasaan buruk seperti malas bergerak, merokok, atau mengonsumsi minuman alkohol. Jamz-

Penemuan Vaksin Diabetes Tipe 1. Harapan Baru Bagi Penderita Kencing Manis...

Cakrawala Online

Kini sudah ditemukan sebuah vaksin yang bisa menekan resiko penyakit gula. Diabetes tipe 1 merupakan bentuk paling parah dari penyakit kencing manis. Ini karena diabetes mellitus tipe 1 menyebabkan sel beta pada organ pankreas hancur akibat proses autoimun. 

Pada kasus diabetes tipe 1, tubuh tidak dapat mempoduksi hormon insulin yang bertugas untuk membantu mengolah glukosa (gula) sebagai energi. “Pada diabetes tipe 1, pankreas tidak dapat membuat insulin. Padahal hormon ini diperlukan untuk mengubah gula menjadi energi. Tanpa itu, akan terjadi peningkatan gula darah,” ujar dr. Nadia Octavia dari KlikDokter. 

Ketika tubuh tidak memiliki cukup insulin, gula yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat diserap sempurna sehingga menumpuk dalam darah. Keadaan ini menyebabkan kadar gula darah tinggi, yang berakibat pada banyak komplikasi jangka pendek maupun panjang. 

Menurut dr. Nadia, berikut adalah beberapa gejala yang dapat terjadi akibat penyakit diabetes tipe 1: Penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya Peningkatan nafsu makan Mudah mengantuk Mudah haus Sering buang air kecil Pada kasus yang berat dapat menyebabkan penurunan kesadaran “Saat ini, pengobatan yang dilakukan untuk diabetes tipe 1 adalah pemberian obat hipoglikemik oral ataupun insulin. Namun, itu kembali lagi pada kadar gula darah, kondisi individu, serta lainnya,” ungkap dr. Nadia. 

Mengkaji vaksin diabetes tipe 1 Sebuah penelitian berusaha menciptakan hal baru, yaitu vaksin pencegah diabetes tipe 1. Dilansir dari TIME, sebuah penelitian terbaru melibatkan sekelompok kecil pengidap diabetes tipe 1 yang diberi vaksin. Hasil dari pemberian vaksin menunjukkan penurunan kadar gula darah pada tingkat yang hampir normal. Perubahan itu terjadi berangsur-angsur selama kisaran 5 sampai 8 tahun. Para peneliti di Massachusetts General Hospital mengamati 9 orang dengan diabetes tipe 1 yang diberi vaksin bernama Bacillus Calmette-Guérin (BCG). Untuk diketahui, vaksin BCG telah digunakan selama beberapa dekade untuk mencegah tuberkulosis. 

Para peneliti percaya bahwa vaksin ini dapat digunakan untuk gangguan autoimun lainnya, termasuk diabetes tipe 1. Vaksin tersebut diberikan sebanyak dua suntikan selama sebulan sekali. Hasilnya, tingkat hemoglobin a1c (HbA1c) dapat turun lebih dari 10% selama tiga tahun setelah pengobatan, dan lebih dari 18% setelah empat tahun pengobatan. 

Tak berhenti di situ, para peneliti juga menemukan bahwa kadar gula darah para partisipan mampu bertahan pada tingkat hampir normal hingga delapan tahun. Saat ini, rata-rata dari partisipan studi hidup dengan diabetes tipe 1 selama 19 tahun. Pemberian vaksin tersebut juga tidak membuat para pasien mengalami komplikasi. Bahkan mereka mampu beraktivitas lebih baik dibanding pasien dengan pengobatan metode lain. 

Peneliti berencana melakukan lebih banyak penelitian untuk memantapkan khasiat vaksin BCG. Bahkan jika memungkinkan, tim peneliti bakal menciptakan vaksin khusus untuk masalah diabetes pada anak. Selagi vaksin diabetes tipe 1 tengah dipatenkan secara klinis, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat dan hindari makanan yang manis. Tak lupa, hindari kebiasaan buruk seperti malas bergerak, merokok, atau mengonsumsi minuman alkohol. Jamz-

Tidak ada komentar