Social Items




Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Peserta KKN tahun 2018 bagi kampus STAIYO semuanya selamat dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian semoga semuanya mendapat nilai tinggi dalam kuliah di kampus STAIYO. Demikian diungkapkan oleh Drs H Mardiyo M.Si Ketua STAIYO dalam penutupan KKN di Desa Pucanganom Rongkop.

Tahun 2018 ini STAIYO menetapkan tentang bentuk dan lokasi KKN secara reguler. Masih bertempat di desa Pucanganom kecamatan Rongkop. KKN dilaksanakan mulai 12 Maret 2018 sampai 10 Mei 2018 sebanyak 94 mahasiswa STAIYO terdiri putra 33 orang dan putri 61 orang di desa Pucanganon kecamatan Rongkop, Gunungkidul DIY.

STAIYO Wonosari cukup membanggakan, karena semakin maju dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu disimpulkan dari beberapa kalangan yang sempat dikutip wartawan. Perkembangan ilmu yang dibidik kampus STAIYO  semakin baik.

Dari pedoman KKN disampaikan kepada para peserta merupakan petunjuk bagi mahasiswa yang ber-KKN. Diharapkan peserta memiliki bekal yang dituangkan dalam buku pedoman. Namun karena keterbatasan waktu, tenaga dan pikiran serta dana, maka buku pedoman KKN hanya memuat ketentuan yang berhubungan dengan peserta.

Buku  KKN jadi pedoman bagi peserta dan hal-hal yang belum termuat dalam buku pedoman ini dapat dimusyawarahkan dan dikonsultasikan. Sebab itu maka semua mahasiswa KKN dalam tugasnya agar senantiasa bermusyawarah dengan yang berwenang.  Mungkin buku KKN masih ada kekurangan, sehingga pihak kampus menerima kritik dan saran untuk perbaikan.

Peserta KKN agar menjalankan tugasnya seperti yang telah digariskan dalam buku pedoman dengan baik dan tertib. “Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua dalam menjalankan tugas peserta KKN”. Demikian dibeberkan Tim Pelaksana KKN dari STAIYO.

Perlu diingat KKN STAIYO 2018 berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 229/STAIYO/I/2018. Hal ini setelah menimbang tiga faktor yaitu (1) perlu segera ditetapkan lokasi KKN. (2) STAIYO Wonosari sedang melaksanakan proses pembangunan yang perlu dukungan dari berbagai kalangan. (3) KKN merupakan momentum tepat untuk mendukung proses pembangunan.

Karena ini mengingat, pertama Akte Yayasan Ma’arif NU DIY tanggal 4 Pebruari 1966 No. 5 dan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional No. 51 Tahun 2010. Selama KKN mahasiswa diharap nginep di tempat KKN. Mahasiswa melaksanakan mengerjakan 4 bidang di 12 padukuhan.

Pertama Bidang Agama, Fisik lingkungan hidup, Administrasi Pemerintahan dan Pendidikan Sosial Budaya. Termasuk Kesehatan dan KB atau Keluarga Berencana. Program inilah yang diikuti oleh 94 mahasiswa STAIYO Wonosari. “Semoga semuanya sukses,” ungkap ketua STAIYO Wonosari. (Sab)

Peserta KKN STAIYO 2018 Sukses

Cakrawala Online



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Peserta KKN tahun 2018 bagi kampus STAIYO semuanya selamat dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian semoga semuanya mendapat nilai tinggi dalam kuliah di kampus STAIYO. Demikian diungkapkan oleh Drs H Mardiyo M.Si Ketua STAIYO dalam penutupan KKN di Desa Pucanganom Rongkop.

Tahun 2018 ini STAIYO menetapkan tentang bentuk dan lokasi KKN secara reguler. Masih bertempat di desa Pucanganom kecamatan Rongkop. KKN dilaksanakan mulai 12 Maret 2018 sampai 10 Mei 2018 sebanyak 94 mahasiswa STAIYO terdiri putra 33 orang dan putri 61 orang di desa Pucanganon kecamatan Rongkop, Gunungkidul DIY.

STAIYO Wonosari cukup membanggakan, karena semakin maju dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal itu disimpulkan dari beberapa kalangan yang sempat dikutip wartawan. Perkembangan ilmu yang dibidik kampus STAIYO  semakin baik.

Dari pedoman KKN disampaikan kepada para peserta merupakan petunjuk bagi mahasiswa yang ber-KKN. Diharapkan peserta memiliki bekal yang dituangkan dalam buku pedoman. Namun karena keterbatasan waktu, tenaga dan pikiran serta dana, maka buku pedoman KKN hanya memuat ketentuan yang berhubungan dengan peserta.

Buku  KKN jadi pedoman bagi peserta dan hal-hal yang belum termuat dalam buku pedoman ini dapat dimusyawarahkan dan dikonsultasikan. Sebab itu maka semua mahasiswa KKN dalam tugasnya agar senantiasa bermusyawarah dengan yang berwenang.  Mungkin buku KKN masih ada kekurangan, sehingga pihak kampus menerima kritik dan saran untuk perbaikan.

Peserta KKN agar menjalankan tugasnya seperti yang telah digariskan dalam buku pedoman dengan baik dan tertib. “Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan petunjuk kepada kita semua dalam menjalankan tugas peserta KKN”. Demikian dibeberkan Tim Pelaksana KKN dari STAIYO.

Perlu diingat KKN STAIYO 2018 berdasarkan Surat Keputusan Nomor : 229/STAIYO/I/2018. Hal ini setelah menimbang tiga faktor yaitu (1) perlu segera ditetapkan lokasi KKN. (2) STAIYO Wonosari sedang melaksanakan proses pembangunan yang perlu dukungan dari berbagai kalangan. (3) KKN merupakan momentum tepat untuk mendukung proses pembangunan.

Karena ini mengingat, pertama Akte Yayasan Ma’arif NU DIY tanggal 4 Pebruari 1966 No. 5 dan Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional No. 51 Tahun 2010. Selama KKN mahasiswa diharap nginep di tempat KKN. Mahasiswa melaksanakan mengerjakan 4 bidang di 12 padukuhan.

Pertama Bidang Agama, Fisik lingkungan hidup, Administrasi Pemerintahan dan Pendidikan Sosial Budaya. Termasuk Kesehatan dan KB atau Keluarga Berencana. Program inilah yang diikuti oleh 94 mahasiswa STAIYO Wonosari. “Semoga semuanya sukses,” ungkap ketua STAIYO Wonosari. (Sab)

Tidak ada komentar