Social Items


Jakarta, Nama mantan gubernur DKI Ahok sampai saat ini masih populer dan sering jadi bahan pergunjingan di masyarakat. Meski yang bersangkutan sedang mendekam di penjara. 

Terakhir ada kabar jika Ahok bulan depan akan bebas. Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diperkirakan bisa bebas Agustus 2018 ini. 

Beberapa waktu lalu, pengacaranya I Wayan Sudirta mengatakan kliennya bisa bebas Agustus ini. "Ahok sudah mendapatkan remisi Natal dan peluang remisi 17 Agustus, plus ketentuan menjalani dua pertiga hukuman," kata pengacaranya, I Wayan Sudirta beberapa waktu lalu. 

"Untuk sekarang, Natal, pak Ahok mendapat pengurangan hukuman otomatis 15 hari, sebagai ketentuan remisi khusus sebagai pemeluk agama Kristen," kata I Wayan Sudirta. "SK-nya belum ada, tapi nanti sekadar proses yang formalitas saja, karena remisi ini ketentuan yang berlaku otomatis sesuai menurut Keppres 174/1999," tambahnya. 

Ia menjelaskan, dalam Keppres itu, remisi khusus sebanyak 15 hari diberikan kepada narapidana yang merayakan hari besar keagamaan dan sudah menjalankan hukuman setidaknya selama enam bulan. Tar-sumberTribun

Setelah dibaca tolong dipejet iklannya ya. Trims atas bantuanya...

Berkat Remisi, Ahok Akan Bebas Bulan Depan...

Cakrawala Online

Jakarta, Nama mantan gubernur DKI Ahok sampai saat ini masih populer dan sering jadi bahan pergunjingan di masyarakat. Meski yang bersangkutan sedang mendekam di penjara. 

Terakhir ada kabar jika Ahok bulan depan akan bebas. Mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diperkirakan bisa bebas Agustus 2018 ini. 

Beberapa waktu lalu, pengacaranya I Wayan Sudirta mengatakan kliennya bisa bebas Agustus ini. "Ahok sudah mendapatkan remisi Natal dan peluang remisi 17 Agustus, plus ketentuan menjalani dua pertiga hukuman," kata pengacaranya, I Wayan Sudirta beberapa waktu lalu. 

"Untuk sekarang, Natal, pak Ahok mendapat pengurangan hukuman otomatis 15 hari, sebagai ketentuan remisi khusus sebagai pemeluk agama Kristen," kata I Wayan Sudirta. "SK-nya belum ada, tapi nanti sekadar proses yang formalitas saja, karena remisi ini ketentuan yang berlaku otomatis sesuai menurut Keppres 174/1999," tambahnya. 

Ia menjelaskan, dalam Keppres itu, remisi khusus sebanyak 15 hari diberikan kepada narapidana yang merayakan hari besar keagamaan dan sudah menjalankan hukuman setidaknya selama enam bulan. Tar-sumberTribun

Setelah dibaca tolong dipejet iklannya ya. Trims atas bantuanya...

Tidak ada komentar