Social Items



Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Pemerintah kecamatan Panggang menggelar Lomba Ketoprak antar padukuhan di wilayah kecamatan Panggang. Lomba ini diikuti oleh padukuhan Turunan desa Girisuko, padukuhan Panggang II desa Giriharjo, padukuhan Bedug desa Girikarto, padukuhan Sawah desa Girisekar, padukuhan Jurug desa Giriwungu dan padukuhan Kadisobo desa Girimulyo.

Lomba kesenian Ketoprak tersebut diadakan dalam menjelang peringatan HUT RI ke 73 di tahun 2018. Lomba Ketoprak itu merupakan serangkaian kegiatan menjelang Peringatan HUT RI tahun 2018 ini.

“Ya kita itu harus turut peduli dalam peningkatan pembangunan di semua sektor. Sehingga kita harus aktif di semua kegiatan pembangunan,” demikian Ag Gunawan S Sos MM camat Panggang ditemui wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa untuk menilai lomba kesenian ketoprak itu dinilai oleh Tim Yuri yang profesional. Dengan mendatangkan tokoh-tokoh seni ketoprak yang sudah profesional. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencari tokoh seni ketoprak yang betul-betul profesional.

Lomba itu didukung oleh Klowor, Kartono dan Suntono. Tiga orang ini sudah merupakan tokoh seni ketoprak di wilayah kecamatan Panggang. Sehingga diharapkan para pemirsa seni ketoprak tersebut semakin bersemangat untuk mengamati dan menghayati pagelaran Seni Ketoprak dalam lomba antar padukuhan di wilayah kecamatan Panggang.

Ditekankan oleh pihak pemerintah bahwa seni dan budaya yang ada di wilayah pedesaan harus diuri-uri dan dilestarikan. Ini semua merupakan kekayaan seni dan budaya tinggalan nenek moyang. “Seni yang adiluhung warisan nenek moyang harus dipertahankan untuk kekayaan seni dan budaya untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Camat Ag Gunawan S Sos MM menekankan bahwa kegiatan menjelang peringatan HUT RI tahun ini di wilayah kecamatan Panggang dibuat hingga sangat spektakuler. Ini semua merupakan kepedulian para generasi penerus bangsa yang sangat serius dalam mengupayakan atau mempertahankan nilai seni untuk anak muda di jamannya. (Sab)

Kecamatan Panggang Gelar Lomba Ketoprak

Cakrawala Online


Biro DIY, Gunungkidul – Cakrawalaonline – Pemerintah kecamatan Panggang menggelar Lomba Ketoprak antar padukuhan di wilayah kecamatan Panggang. Lomba ini diikuti oleh padukuhan Turunan desa Girisuko, padukuhan Panggang II desa Giriharjo, padukuhan Bedug desa Girikarto, padukuhan Sawah desa Girisekar, padukuhan Jurug desa Giriwungu dan padukuhan Kadisobo desa Girimulyo.

Lomba kesenian Ketoprak tersebut diadakan dalam menjelang peringatan HUT RI ke 73 di tahun 2018. Lomba Ketoprak itu merupakan serangkaian kegiatan menjelang Peringatan HUT RI tahun 2018 ini.

“Ya kita itu harus turut peduli dalam peningkatan pembangunan di semua sektor. Sehingga kita harus aktif di semua kegiatan pembangunan,” demikian Ag Gunawan S Sos MM camat Panggang ditemui wartawan di ruang kerjanya belum lama ini.

Pihaknya juga menyebutkan bahwa untuk menilai lomba kesenian ketoprak itu dinilai oleh Tim Yuri yang profesional. Dengan mendatangkan tokoh-tokoh seni ketoprak yang sudah profesional. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencari tokoh seni ketoprak yang betul-betul profesional.

Lomba itu didukung oleh Klowor, Kartono dan Suntono. Tiga orang ini sudah merupakan tokoh seni ketoprak di wilayah kecamatan Panggang. Sehingga diharapkan para pemirsa seni ketoprak tersebut semakin bersemangat untuk mengamati dan menghayati pagelaran Seni Ketoprak dalam lomba antar padukuhan di wilayah kecamatan Panggang.

Ditekankan oleh pihak pemerintah bahwa seni dan budaya yang ada di wilayah pedesaan harus diuri-uri dan dilestarikan. Ini semua merupakan kekayaan seni dan budaya tinggalan nenek moyang. “Seni yang adiluhung warisan nenek moyang harus dipertahankan untuk kekayaan seni dan budaya untuk generasi mendatang,” jelasnya.

Camat Ag Gunawan S Sos MM menekankan bahwa kegiatan menjelang peringatan HUT RI tahun ini di wilayah kecamatan Panggang dibuat hingga sangat spektakuler. Ini semua merupakan kepedulian para generasi penerus bangsa yang sangat serius dalam mengupayakan atau mempertahankan nilai seni untuk anak muda di jamannya. (Sab)

Tidak ada komentar