Social Items


Jakarta, Rupanya ancaman peranh dagang dari Amerika Serikat tidak hanya isapan jempol, maka pemerintah RI pun akan serius untuk mengantisipasinya. 

Pemerintah akan meningkatkan komunikasi dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait rencana negara tersebut untuk mengkaji pemberian bebas bea masuk karena kebijakan Generalized System of Preferences (GSP) yang dinilai menjadikan defisit perdagangan Amerika dengan Indonesia.   

“Komunikasi akan terus berjalan dengan Pemerintah AS, pemerintah akan melakukan sosialisasi terhadap produk-produk yang masih dalam lingkup GSP,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto kepada wartawan usai rapat terbatas, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7). 

Menurut Airlangga dari segi nilai impor dan ekspor tentunya 'perang dagang' bukan menjadi ancaman besar terhadap Indonesia karena Indonesia hanya menduduki peringkat ke-17 dalam nilai dagang Amerika. Karena itu, lanjut Menperin, pemerintah masih berupaya melakukan komunikasi dan melakukan pembicaraan. Apalagi semua negara yang memperoleh GSP akan di-review oleh Amerika. 

Hanya saja Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara yang dilakukan review pada tahun ini. “Ini kita akan melakukan kajian tetapi tentu prioritasnya misalnya kelapa sawit itu kita prioritaskan. Kemudian industri tekstil harmonisasinya, negosiasinya, early harvest-nya itu juga untuk perlu ditingkatkan. Kemudian juga sektor lain misalnya otomotif. Itu kan kita lihat pembicaraan dengan Vietnam, itu tentu akan menjadi prioritas. Jadi ada beberapa prioritas yang akan dibahas,” ucap Airlangga. 

Pemerintah sendiri, sudah membahas beberapa yang menjadi pekerjaan rumah, dan mengantisipasinya dalam bentuk regulasi yang diharapkan akan membuat investasi jauh lebih menarik. 

“Jadi beberapa barrier itu sedang dibahas untuk bisa dibuatkan regulasinya, karena beberapa barrier itu terkait dengan peraturan yang sudah dikeluarkan mungkin sebelum masa Presiden Jokowi. Jadi sedang di-review,” ungkapnya. Jamz-sumberGatra

RI Siap Hadapi Perang Dagang dengan Amerika. Inilah Jurus-jurusnya...

Cakrawala Online

Jakarta, Rupanya ancaman peranh dagang dari Amerika Serikat tidak hanya isapan jempol, maka pemerintah RI pun akan serius untuk mengantisipasinya. 

Pemerintah akan meningkatkan komunikasi dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait rencana negara tersebut untuk mengkaji pemberian bebas bea masuk karena kebijakan Generalized System of Preferences (GSP) yang dinilai menjadikan defisit perdagangan Amerika dengan Indonesia.   

“Komunikasi akan terus berjalan dengan Pemerintah AS, pemerintah akan melakukan sosialisasi terhadap produk-produk yang masih dalam lingkup GSP,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto kepada wartawan usai rapat terbatas, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7). 

Menurut Airlangga dari segi nilai impor dan ekspor tentunya 'perang dagang' bukan menjadi ancaman besar terhadap Indonesia karena Indonesia hanya menduduki peringkat ke-17 dalam nilai dagang Amerika. Karena itu, lanjut Menperin, pemerintah masih berupaya melakukan komunikasi dan melakukan pembicaraan. Apalagi semua negara yang memperoleh GSP akan di-review oleh Amerika. 

Hanya saja Indonesia menjadi salah satu dari tiga negara yang dilakukan review pada tahun ini. “Ini kita akan melakukan kajian tetapi tentu prioritasnya misalnya kelapa sawit itu kita prioritaskan. Kemudian industri tekstil harmonisasinya, negosiasinya, early harvest-nya itu juga untuk perlu ditingkatkan. Kemudian juga sektor lain misalnya otomotif. Itu kan kita lihat pembicaraan dengan Vietnam, itu tentu akan menjadi prioritas. Jadi ada beberapa prioritas yang akan dibahas,” ucap Airlangga. 

Pemerintah sendiri, sudah membahas beberapa yang menjadi pekerjaan rumah, dan mengantisipasinya dalam bentuk regulasi yang diharapkan akan membuat investasi jauh lebih menarik. 

“Jadi beberapa barrier itu sedang dibahas untuk bisa dibuatkan regulasinya, karena beberapa barrier itu terkait dengan peraturan yang sudah dikeluarkan mungkin sebelum masa Presiden Jokowi. Jadi sedang di-review,” ungkapnya. Jamz-sumberGatra

Tidak ada komentar