Social Items


Kediri, Gadget tidak selamanya bisa membantu kegiatam belajar maupun sarana bermain, namun justru bisa menjadi sebaliknya. Yakni bisa mencelakai penggunannya. 

Seperti yang dialami oleh bocah desa Kedak kecamatan Semen Kediri ini, ditemukan meninggal dunia dengan telinga mengeluarkan darah. Sementara headsetnya masih tersambung dengan ponsel, masih melingkari kepalanya. 

Musibah yang menimpa SA ini terjadi pada Minggu (29/7). Dan hari itu juga, jenazahnya dimakamkan. Berdasarkan penuturan Suwarni (55) neneknya, sebelum ditemukan meninggal, SA tampak sehat. Bahkan Suwarni sempat menyiapkan makan siangnya dengan menu mie dan telur. Setelah makan SA istirahat di kamarnya, sedangkan nenek dan ibunya pergi ke balai desa. Sekitar 2 jam kemudian maka sang nenek pulang, dan dia kaget setelah melihat cucunya sudah tak bernyawa. 

Salah seorang tetangga yang turut melihat jenazah tersebut, mengaku bahwa dia melihat ada darah dari telinga sebelah kanan. Di kepala SA masih melingkar headsetnya, sementara ponselnya yang tersambung dengan headset tersebut, tergeletak di lantai. 

Belum ada informasi yang pasti mengenai kematian SA, disebabkan tersengat listrik saat memakai headset. Karena, selain berdarah, di bagian telinga kanan juga terlihat ada lebam membiru. 

Pihak keluarga korban saat itu tidak melaporkan kematian SA yang mendadak kepada aparat kepolisian. Jenasahnya kemudian langsung dimakamkan di makama umum Desa Kedak. Pihak keluargapun mengaku tidak mengetahui terkait penyebab kematian korban. 

Ketika Kepala Sekolah SMPN 2 Semen, Erwan Santoso dikonfirmasi Surya mengaku keluarga besar sekolahnya sangat berduka dengan kejadian yang menimpa siswanya. Apalagi almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan pendiam, serta bagus prestasinya. 

Menyusul kematian SA ini, guru bersama ratusan siswa SMPN 2 Semen telah menggelar doa bersama usai upacara bendera, Senin (30/7). Sedangkan teman-teman sekelas SA takziah ke rumah duka serta mendoakan di pusara almarhum. Saat ziarah rekan-rekannya pun tak kuasa menahan tangis. 

Erwan berulangkali sudah mengingatkan siswanya untuk bijak saat menggunakan HP. Bahkan di sekolahan sudah lama ada larangan siswa membawa HP. 

Kapolsek Semen AKP Karyoko saat dikonfirmasi Surya menjelaskan pihaknya tidak pernah menerima laporan terkait penyebab kematian pelajar SMPN 2 Semen. "Keluarga tidak melapor ke polisi," jelasnya. 

Sementara itu ucapan berbela sungkawa terkait penyebab kematian SA yang adalah anak tunggal di keluarganya, banyak menyebar di sejumlah grup whatsapp (WA) dan media sosial. Jamz-sumberSurya

Gara-gara Tidur Pakai Headset, Siswi SMP Ini Tewas Dengan Telinga Penuh Darah

Cakrawala Online

Kediri, Gadget tidak selamanya bisa membantu kegiatam belajar maupun sarana bermain, namun justru bisa menjadi sebaliknya. Yakni bisa mencelakai penggunannya. 

Seperti yang dialami oleh bocah desa Kedak kecamatan Semen Kediri ini, ditemukan meninggal dunia dengan telinga mengeluarkan darah. Sementara headsetnya masih tersambung dengan ponsel, masih melingkari kepalanya. 

Musibah yang menimpa SA ini terjadi pada Minggu (29/7). Dan hari itu juga, jenazahnya dimakamkan. Berdasarkan penuturan Suwarni (55) neneknya, sebelum ditemukan meninggal, SA tampak sehat. Bahkan Suwarni sempat menyiapkan makan siangnya dengan menu mie dan telur. Setelah makan SA istirahat di kamarnya, sedangkan nenek dan ibunya pergi ke balai desa. Sekitar 2 jam kemudian maka sang nenek pulang, dan dia kaget setelah melihat cucunya sudah tak bernyawa. 

Salah seorang tetangga yang turut melihat jenazah tersebut, mengaku bahwa dia melihat ada darah dari telinga sebelah kanan. Di kepala SA masih melingkar headsetnya, sementara ponselnya yang tersambung dengan headset tersebut, tergeletak di lantai. 

Belum ada informasi yang pasti mengenai kematian SA, disebabkan tersengat listrik saat memakai headset. Karena, selain berdarah, di bagian telinga kanan juga terlihat ada lebam membiru. 

Pihak keluarga korban saat itu tidak melaporkan kematian SA yang mendadak kepada aparat kepolisian. Jenasahnya kemudian langsung dimakamkan di makama umum Desa Kedak. Pihak keluargapun mengaku tidak mengetahui terkait penyebab kematian korban. 

Ketika Kepala Sekolah SMPN 2 Semen, Erwan Santoso dikonfirmasi Surya mengaku keluarga besar sekolahnya sangat berduka dengan kejadian yang menimpa siswanya. Apalagi almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik dan pendiam, serta bagus prestasinya. 

Menyusul kematian SA ini, guru bersama ratusan siswa SMPN 2 Semen telah menggelar doa bersama usai upacara bendera, Senin (30/7). Sedangkan teman-teman sekelas SA takziah ke rumah duka serta mendoakan di pusara almarhum. Saat ziarah rekan-rekannya pun tak kuasa menahan tangis. 

Erwan berulangkali sudah mengingatkan siswanya untuk bijak saat menggunakan HP. Bahkan di sekolahan sudah lama ada larangan siswa membawa HP. 

Kapolsek Semen AKP Karyoko saat dikonfirmasi Surya menjelaskan pihaknya tidak pernah menerima laporan terkait penyebab kematian pelajar SMPN 2 Semen. "Keluarga tidak melapor ke polisi," jelasnya. 

Sementara itu ucapan berbela sungkawa terkait penyebab kematian SA yang adalah anak tunggal di keluarganya, banyak menyebar di sejumlah grup whatsapp (WA) dan media sosial. Jamz-sumberSurya

Tidak ada komentar