Social Items


Makkah, Kasus penagkapan 116 WNI yang sedang berhaji di Makkah oleh pihak keamanan pemerintah Saudi cukup meresahkan calon haji yang lain. 

Kementerian Agama RI berjanji akan mencabut izin operasional Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU), apabila terlibat dalam kasus ini. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lintas sektoral untuk mengungkap kasus ini. 

“Jika terbukti ada WNI yang menggunakan visa umroh dan dia overstay, maka kita lacak hal tersebut kesalahan PPIU atau jemaahnya,” ujarnya, di Kantor Daerah Kerja (Daker) baru Makkah di kawasan Syisyah, Makkah, Jumat (03/07). 

Menurutnya, jika melakukan kesalahan PPIU, maka pihaknya akan mencabut izin operasionalnya. Nizar menambahkan, pihaknya akan segera meminta data dari Konsultan Jenderal RI di Jeddah guna mengungkap sejauh mana keterlibatan PPIU. 

“Jika memang ada unsur kesengajaan dari PPIU, maka tidak ada cara lain, kita cabut izinnya,” tegasnya lagi. Nizar menambahkan, bisa juga terjadi realitanya PPIU memberangaktkan 100 orang dan yang bisa pulang hanya 90 orang.

 “Dari sana kita bisa lakukan pelacakan laporannya melalui Sipatuh (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu Umrah dan Haji Khusus),” paparnya. 

Terlepas dari itu, Nizar mengingatkan jangan sampai ibadah yang memiliki tujuan mulia, malah dilakukan dengan cara yang tidak benar.
 “Tentu hasilnya menjadi tidak baik pula.” 

Sebelumnya, dikabarkan sebanyak 116 orang WNI terjaring razia pihak keamanan Arab Saudi di sebuah penampungan yang terletak di kawasan Misfalah, Makkah. Penggerebekan itu berlangsung pada Jumat (27/07) tengah malam. 

Dari hasil pemeriksaan oleh Tim Petugas dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah di Tarhil (Pusat Detensi Imigrasi), ke 116 orang WNI yang terjaring tersebut sebagian besar memegang visa kerja, sisanya masuk ke Arab Saudi dengan umrah dan visa ziarah. Mereka sebagian besar berdomisili di Mekkah, dan sebagian lagi berasal dari luar Mekkah namun menyeberang melalui perbatasan dan masuk ke Kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Tar-sumberTerasjatim

Sebanyak 116 Calon Haji Indonesia Ditankap Di Makkah. Inilah Masalahnya...

Cakrawala Online

Makkah, Kasus penagkapan 116 WNI yang sedang berhaji di Makkah oleh pihak keamanan pemerintah Saudi cukup meresahkan calon haji yang lain. 

Kementerian Agama RI berjanji akan mencabut izin operasional Perusahaan Penyelenggara Ibadah Umrah (PPIU), apabila terlibat dalam kasus ini. Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Nizar Ali, mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi lintas sektoral untuk mengungkap kasus ini. 

“Jika terbukti ada WNI yang menggunakan visa umroh dan dia overstay, maka kita lacak hal tersebut kesalahan PPIU atau jemaahnya,” ujarnya, di Kantor Daerah Kerja (Daker) baru Makkah di kawasan Syisyah, Makkah, Jumat (03/07). 

Menurutnya, jika melakukan kesalahan PPIU, maka pihaknya akan mencabut izin operasionalnya. Nizar menambahkan, pihaknya akan segera meminta data dari Konsultan Jenderal RI di Jeddah guna mengungkap sejauh mana keterlibatan PPIU. 

“Jika memang ada unsur kesengajaan dari PPIU, maka tidak ada cara lain, kita cabut izinnya,” tegasnya lagi. Nizar menambahkan, bisa juga terjadi realitanya PPIU memberangaktkan 100 orang dan yang bisa pulang hanya 90 orang.

 “Dari sana kita bisa lakukan pelacakan laporannya melalui Sipatuh (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu Umrah dan Haji Khusus),” paparnya. 

Terlepas dari itu, Nizar mengingatkan jangan sampai ibadah yang memiliki tujuan mulia, malah dilakukan dengan cara yang tidak benar.
 “Tentu hasilnya menjadi tidak baik pula.” 

Sebelumnya, dikabarkan sebanyak 116 orang WNI terjaring razia pihak keamanan Arab Saudi di sebuah penampungan yang terletak di kawasan Misfalah, Makkah. Penggerebekan itu berlangsung pada Jumat (27/07) tengah malam. 

Dari hasil pemeriksaan oleh Tim Petugas dari Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah di Tarhil (Pusat Detensi Imigrasi), ke 116 orang WNI yang terjaring tersebut sebagian besar memegang visa kerja, sisanya masuk ke Arab Saudi dengan umrah dan visa ziarah. Mereka sebagian besar berdomisili di Mekkah, dan sebagian lagi berasal dari luar Mekkah namun menyeberang melalui perbatasan dan masuk ke Kota Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Tar-sumberTerasjatim

Tidak ada komentar