Social Items


Jakarta, Hampir seluruh polling di media sosial selalu mengunggulkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno atas Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Hasilnya amat kontras. 

Maka kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa Jokowi kemungkinan bisa mengganti cawapres. Hari ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menjalani Test kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8). 

Dalam tes kesehatan tersebut seluruh bagian tubuh akan diperiksa, termasuk organ dalam. Nantinya dokter akan keluarkan rekomendasi apakah capres-cawapres bersangkutan mampu atau tidak mampu menjalankan tugasnya. 

Tes kesehatan Capres-Cawapres ini tidak ada bedanya dengan pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang lain. Tidak jarang calon kepala daerah yang gagal dalam tes kesehatan. 

Pada Pilkada serentak 2017 kemaren misalnya, KPU RI mencatat 21 bakal calon yang gagal menjadi kontestan karena tidak lolos tes kesehatannya. Para bakal calon yang gagal tes kesehatan tersebut berasal dari Pekanbaru, Bengkulu Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Tamlang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Singkil, Bengkulu Tengah, dan Bireun. 

Sedangkan hasil tes kesehatan tersebut bersifat mengikat. Sehingga bakal calon yang tidak lolos tidak dapat melakukan tes kesehatan ulang. 

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, pihaknya tidak bisa ikut campur terhadap pemeriksaan kesehatan capres-cawapres ini. Kewenangan sepenuhnya sudah diberikan kepada tim dokter untuk menilai apakah calon bersangkutan memenuhi syarat atau tidak. 

"Kami tidak mengerti detailnya pemeriksaan kesehatan," ujar Arief saat ditemui wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8). 

Termasuk syarat capres-cawapres tertuang pada Pasal 227 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pada poin c, "Berbunyi surat keterangan kesehatan dari rumah sakit pemerintah yang ditunjuk oleh KPU."

 Jika dianggap tidak memenuhi syarat, maka parpol yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengganti capres atau cawapres sebagaimana diatur pada pasal 232. 

"Dalam hal ini bakal pasangan calon yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227 dan Pasal 229, KPU meminta kepada partai politik dan gabungan partai politik yang bersangkutan untuk mengusulkan bakal pasangan calon yang baru sebagai pengganti." Jamz-sumberRakyatku

Selalu Jeblog Dalam Polling, Jokowi Bisa Ganti Ma'ruf Amin sebagai Cawapresnya...

Cakrawala Online

Jakarta, Hampir seluruh polling di media sosial selalu mengunggulkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno atas Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin. Hasilnya amat kontras. 

Maka kondisi itu memunculkan spekulasi bahwa Jokowi kemungkinan bisa mengganti cawapres. Hari ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menjalani Test kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8). 

Dalam tes kesehatan tersebut seluruh bagian tubuh akan diperiksa, termasuk organ dalam. Nantinya dokter akan keluarkan rekomendasi apakah capres-cawapres bersangkutan mampu atau tidak mampu menjalankan tugasnya. 

Tes kesehatan Capres-Cawapres ini tidak ada bedanya dengan pemeriksaan kesehatan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang lain. Tidak jarang calon kepala daerah yang gagal dalam tes kesehatan. 

Pada Pilkada serentak 2017 kemaren misalnya, KPU RI mencatat 21 bakal calon yang gagal menjadi kontestan karena tidak lolos tes kesehatannya. Para bakal calon yang gagal tes kesehatan tersebut berasal dari Pekanbaru, Bengkulu Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Aceh Tamlang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Aceh Singkil, Bengkulu Tengah, dan Bireun. 

Sedangkan hasil tes kesehatan tersebut bersifat mengikat. Sehingga bakal calon yang tidak lolos tidak dapat melakukan tes kesehatan ulang. 

Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, pihaknya tidak bisa ikut campur terhadap pemeriksaan kesehatan capres-cawapres ini. Kewenangan sepenuhnya sudah diberikan kepada tim dokter untuk menilai apakah calon bersangkutan memenuhi syarat atau tidak. 

"Kami tidak mengerti detailnya pemeriksaan kesehatan," ujar Arief saat ditemui wartawan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/8). 

Termasuk syarat capres-cawapres tertuang pada Pasal 227 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pada poin c, "Berbunyi surat keterangan kesehatan dari rumah sakit pemerintah yang ditunjuk oleh KPU."

 Jika dianggap tidak memenuhi syarat, maka parpol yang bersangkutan diberi kesempatan untuk mengganti capres atau cawapres sebagaimana diatur pada pasal 232. 

"Dalam hal ini bakal pasangan calon yang diusulkan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 227 dan Pasal 229, KPU meminta kepada partai politik dan gabungan partai politik yang bersangkutan untuk mengusulkan bakal pasangan calon yang baru sebagai pengganti." Jamz-sumberRakyatku

Tidak ada komentar