Social Items


Gresik-Cakrawalaonline, Sebanyak kurang lebih 20 bangunan rumah semi permanen yang berada di dusun Tepen itu sekarang ini meniadi sorotan banyak pihak. Para penghuni bangunan yang kini menjadi sorotan itu adalah warga Tepen baru, desa Sukomulyo kecamatan Manyar Gresik. 

Sejak tahun 1995 bangunan rumah warga yang berdiri di atas tanah milik desa itu berjalan dengan baik tanpa masalah. Hal tersebut lancar karena para penghuni selalu tertib membayar sewanya sesuai tarip yang ditentukan oleh pemerintahan desa. 

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu rutinitas pembayaran sewa tanah yang biasanya disetorkan kepada pak Sahrul (40) selaku ketua RW tiba-tiba tidak berlanjut, alias berhenti membayar sewa sejak tahun 2015. Dengan demikian ketua RW ini sudah 3 tahun berjalan tidak lagi menerima setoran sewa tanah dari warga Tepen yang menempati tanah desa itu. 

Karena warga sudah tidak lagi memenuhi kewajiban bayar sewa maka pada minggu pertama Juli 2018 Sahrul selaku ketua RW turun kewarga, untuk menertibkan dan mengingatkan salah satu warganya yang menempati tanah desa. Hal ini karena warga tersebut bangunan rumahnya dibuat secara permanen meskipun ukurannya kecil. 

Perdebatan pun terjadi sesaat, hal inilah sehingga berlanjut lalu dengan diam-diam warga kasak-kusuk mepertanyakan hal-hal yang terkait dengan kemana larinya uang sewa selama ini. Akhirnya dari mulut ke mulut persoalan sewa tanah desa ini menjadi berkembang. 

Berdasarkan keterangan warga setempat saat dikonfirnasi Cakrawala, bahwa penghuni bangunan rumah diatas tanah milik desa itu memang sudah 3 tahun ini tidak membayar sewa. 

Hal ini karena setiap ada kegiatan-kegiatan warga di desa Tepen, warga selalu dimintai sumbangan uang, dengan alasan uang kas dusun Tepen dalam keadaan kosong. 

Dijelaskan pula oleh warga bahwa pihak aparat pemerintahan desa Sukomulyo tentang uang sewa tanah milik desa itu juga tidak pernah tahu menahu. Itulah sebabnya warga yang menempati lahan tanah milik desa itu mogok bayar sewa kepada ketua RW nya. 

Tidak hanya itu alasan warga, sebab di atas tanah milik desa itu juga dibangun rumah gedung bertingkat yg dihuni oleh Anwar (45) Bangunan itu pun oleh pihak RW setempat atau pemerintahan desa Sukomulyo tidak mempersoalkan. 

Pada hal menurut warga setempat sudah ada aturan bahwa warga dilarang membangun rumah yang bersifat permanen. Hal inilah warga merasa ada ketidak adilan terjadi. Lebih lanjut lagi warga Tepen ini juga mengindikasikan bila pembangunan rumah bertingkat yang permanen itu ada oknum pihak RW atau oknum pemerintahan desa terkait dengan kepentingan pribadi dengan pemilik bangunan itu. 

Berkaitan dengan bangunan rumah gedung bertingkat milik Anwar itu warga setempat merasa kecolongan juga tentang statusnya. Sebab ada warga yang mengatakan pula bila rumah gedung bertingkat itu sudah bersertifikat.

 Sementara pihak pemerintahan desa Sukomulyo dalam hal ini tidak mengerti dan tidak paham tentang persoalan itu secara jelas. Hal ini mengingat kepala desa sekarang ini baru saja menjabat. Pri.

Tidak Beres. Uang Sewa Tanah Hunian Dipertanyakan Warga Tepen

Cakrawala Online

Gresik-Cakrawalaonline, Sebanyak kurang lebih 20 bangunan rumah semi permanen yang berada di dusun Tepen itu sekarang ini meniadi sorotan banyak pihak. Para penghuni bangunan yang kini menjadi sorotan itu adalah warga Tepen baru, desa Sukomulyo kecamatan Manyar Gresik. 

Sejak tahun 1995 bangunan rumah warga yang berdiri di atas tanah milik desa itu berjalan dengan baik tanpa masalah. Hal tersebut lancar karena para penghuni selalu tertib membayar sewanya sesuai tarip yang ditentukan oleh pemerintahan desa. 

Tetapi seiring dengan berjalannya waktu rutinitas pembayaran sewa tanah yang biasanya disetorkan kepada pak Sahrul (40) selaku ketua RW tiba-tiba tidak berlanjut, alias berhenti membayar sewa sejak tahun 2015. Dengan demikian ketua RW ini sudah 3 tahun berjalan tidak lagi menerima setoran sewa tanah dari warga Tepen yang menempati tanah desa itu. 

Karena warga sudah tidak lagi memenuhi kewajiban bayar sewa maka pada minggu pertama Juli 2018 Sahrul selaku ketua RW turun kewarga, untuk menertibkan dan mengingatkan salah satu warganya yang menempati tanah desa. Hal ini karena warga tersebut bangunan rumahnya dibuat secara permanen meskipun ukurannya kecil. 

Perdebatan pun terjadi sesaat, hal inilah sehingga berlanjut lalu dengan diam-diam warga kasak-kusuk mepertanyakan hal-hal yang terkait dengan kemana larinya uang sewa selama ini. Akhirnya dari mulut ke mulut persoalan sewa tanah desa ini menjadi berkembang. 

Berdasarkan keterangan warga setempat saat dikonfirnasi Cakrawala, bahwa penghuni bangunan rumah diatas tanah milik desa itu memang sudah 3 tahun ini tidak membayar sewa. 

Hal ini karena setiap ada kegiatan-kegiatan warga di desa Tepen, warga selalu dimintai sumbangan uang, dengan alasan uang kas dusun Tepen dalam keadaan kosong. 

Dijelaskan pula oleh warga bahwa pihak aparat pemerintahan desa Sukomulyo tentang uang sewa tanah milik desa itu juga tidak pernah tahu menahu. Itulah sebabnya warga yang menempati lahan tanah milik desa itu mogok bayar sewa kepada ketua RW nya. 

Tidak hanya itu alasan warga, sebab di atas tanah milik desa itu juga dibangun rumah gedung bertingkat yg dihuni oleh Anwar (45) Bangunan itu pun oleh pihak RW setempat atau pemerintahan desa Sukomulyo tidak mempersoalkan. 

Pada hal menurut warga setempat sudah ada aturan bahwa warga dilarang membangun rumah yang bersifat permanen. Hal inilah warga merasa ada ketidak adilan terjadi. Lebih lanjut lagi warga Tepen ini juga mengindikasikan bila pembangunan rumah bertingkat yang permanen itu ada oknum pihak RW atau oknum pemerintahan desa terkait dengan kepentingan pribadi dengan pemilik bangunan itu. 

Berkaitan dengan bangunan rumah gedung bertingkat milik Anwar itu warga setempat merasa kecolongan juga tentang statusnya. Sebab ada warga yang mengatakan pula bila rumah gedung bertingkat itu sudah bersertifikat.

 Sementara pihak pemerintahan desa Sukomulyo dalam hal ini tidak mengerti dan tidak paham tentang persoalan itu secara jelas. Hal ini mengingat kepala desa sekarang ini baru saja menjabat. Pri.

Tidak ada komentar