Social Items


Seoul, - Seorang politisi Korea Selatan (Korsel) berkata, Menteri Luar Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bakal kembali kunjungi Korea Utara (Korut). Kabar itu dihembuskan anggota parlemen dari Partai Demokrasi dan Perdamaian, Park Jie Won, dilansir Yonhap Kamis (21/6/2018). 

Park merupakan mantan kepala staf era Presiden Kim Dae Jung, dan terlibat dalam persiapan Konferensi Antar-Korea pertama di 2000. 

"Pertemuan Menlu AS ke Korut diperkirakan bakal terjadi pada pekan ini kalau tidak pekan depan," kata Park saat diwawancarai sebuah radio. Dia berkata, sebenarnya mantan direktur badan intelijen nasional AS (CIA) itu telah mempunyai rencana untuk mengunjungi Pyongyang pada awal pekan ini. Namun, dia terpaksa menangguhkannya karena Pemimpin Korut Kim Jong Un mengunjungi China pada Selasa hingga Rabu ini. 

Park menambahkan, agenda yang dibawa Pompeo ke Pyongyang adalah implementasi hasil pertemuan Kim dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Capella, Singapura, pada pekan lalu (12/6/2018) itu menghasilkan empat keputusan. 

Selain kesepakatan denuklirisasi total di Semenanjung Korea, Korut juga setuju menyerahkan jenazah tentara AS yang hilang di sana. Jika terealisasi, pertemuan ini bakal menjadi yang ketiga kalinya dilakoni Pompeo. 

Pertama terjadi pada 1 April lalu. Kemudian yang kedua pada Mei. Selain persiapan pertemuan di Singapura, Kim juga sepakat untuk melepaskan warga AS yang ditahan olehnya. Tart-sumberKOMPAS

Pertemuan Lanjutan AS-Korut, Menlu AS Akan Datangi Korut...

Cakrawala Online

Seoul, - Seorang politisi Korea Selatan (Korsel) berkata, Menteri Luar Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bakal kembali kunjungi Korea Utara (Korut). Kabar itu dihembuskan anggota parlemen dari Partai Demokrasi dan Perdamaian, Park Jie Won, dilansir Yonhap Kamis (21/6/2018). 

Park merupakan mantan kepala staf era Presiden Kim Dae Jung, dan terlibat dalam persiapan Konferensi Antar-Korea pertama di 2000. 

"Pertemuan Menlu AS ke Korut diperkirakan bakal terjadi pada pekan ini kalau tidak pekan depan," kata Park saat diwawancarai sebuah radio. Dia berkata, sebenarnya mantan direktur badan intelijen nasional AS (CIA) itu telah mempunyai rencana untuk mengunjungi Pyongyang pada awal pekan ini. Namun, dia terpaksa menangguhkannya karena Pemimpin Korut Kim Jong Un mengunjungi China pada Selasa hingga Rabu ini. 

Park menambahkan, agenda yang dibawa Pompeo ke Pyongyang adalah implementasi hasil pertemuan Kim dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan yang berlangsung di Hotel Capella, Singapura, pada pekan lalu (12/6/2018) itu menghasilkan empat keputusan. 

Selain kesepakatan denuklirisasi total di Semenanjung Korea, Korut juga setuju menyerahkan jenazah tentara AS yang hilang di sana. Jika terealisasi, pertemuan ini bakal menjadi yang ketiga kalinya dilakoni Pompeo. 

Pertama terjadi pada 1 April lalu. Kemudian yang kedua pada Mei. Selain persiapan pertemuan di Singapura, Kim juga sepakat untuk melepaskan warga AS yang ditahan olehnya. Tart-sumberKOMPAS

Tidak ada komentar