Social Items


Jakarta, Kebijakan presiden Amerika Serikat Donald Trump dewasa ini merisaukan pelaku ekonomi di Indonesia Trump berikan peringatan kepada Indonesia agar berhati-hati dalam hubungan perdagangan. Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan, Trump telah berencana mencabut perlakuan khusus terhadap Indonesia di bidang perdagangan. 

"Trump sudah memberi kita warning. Kita bicara sama dia mengenai beberapa aturan mengenai special treatment tarif yang dia kasih ke kita mau dicabut, terutama tekstil," ungkap Sofjan di Permata Kuningan, Jakarta, Kamis (5/7). 

Menurutnya, ekonomi AS memang sedang membaik. Namun, di sisi lain, hal tersebut menurut Sofjan membuat Trump menjadi bersikap seenaknya terhadap negara lain. Kini, Indonesia pun berpotensi menghadapi perang dagang dari AS. 

"Ekonomi AS bukan main pertumbuhannya. Mall penuh, restoran penuh, pengangguran paling kecil dan dia berbuat seenaknya. Dia akan melakukan apakah besok jadi perang dagangnya atau tidak," ujarnya. Ditemui pada kesempatan yang sama, 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani juga menyatakan hal serupa. Menurut Haryadi, Trump bakal menerapkan perang dagang tidak hanya dengan China. Namun juga dengan semua negara yang memberikan ancaman defisit. 

Bahkan menurut Hariyadi, fasilitas preferensi bea masuk (Generalized System of Preferences/GSP) untuk tekstil sudah dicabut. “Jadi memang ini tantangan ke kita. Yang saya tahu tekstil ya, tekstil sudah dicabut sejak Januari lalu. Udang dan kepiting saya enggak begitu yakin ya karena kita masuk ke AS mungkin tidak sebesar Vietnam atau yang lainnya. 

Memang secara keseluruhan Trump melihatnya yang dia defisit dipotong saja semuanya. Mudah-mudahan tidak sampai ke sana ya,” tutupnya. Jamz-sumberKumparan

Ancaman Perang Dagang dengan RI, Trump Risaukan Ekonom Indonesia

Cakrawala Online

Jakarta, Kebijakan presiden Amerika Serikat Donald Trump dewasa ini merisaukan pelaku ekonomi di Indonesia Trump berikan peringatan kepada Indonesia agar berhati-hati dalam hubungan perdagangan. Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi mengatakan, Trump telah berencana mencabut perlakuan khusus terhadap Indonesia di bidang perdagangan. 

"Trump sudah memberi kita warning. Kita bicara sama dia mengenai beberapa aturan mengenai special treatment tarif yang dia kasih ke kita mau dicabut, terutama tekstil," ungkap Sofjan di Permata Kuningan, Jakarta, Kamis (5/7). 

Menurutnya, ekonomi AS memang sedang membaik. Namun, di sisi lain, hal tersebut menurut Sofjan membuat Trump menjadi bersikap seenaknya terhadap negara lain. Kini, Indonesia pun berpotensi menghadapi perang dagang dari AS. 

"Ekonomi AS bukan main pertumbuhannya. Mall penuh, restoran penuh, pengangguran paling kecil dan dia berbuat seenaknya. Dia akan melakukan apakah besok jadi perang dagangnya atau tidak," ujarnya. Ditemui pada kesempatan yang sama, 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani juga menyatakan hal serupa. Menurut Haryadi, Trump bakal menerapkan perang dagang tidak hanya dengan China. Namun juga dengan semua negara yang memberikan ancaman defisit. 

Bahkan menurut Hariyadi, fasilitas preferensi bea masuk (Generalized System of Preferences/GSP) untuk tekstil sudah dicabut. “Jadi memang ini tantangan ke kita. Yang saya tahu tekstil ya, tekstil sudah dicabut sejak Januari lalu. Udang dan kepiting saya enggak begitu yakin ya karena kita masuk ke AS mungkin tidak sebesar Vietnam atau yang lainnya. 

Memang secara keseluruhan Trump melihatnya yang dia defisit dipotong saja semuanya. Mudah-mudahan tidak sampai ke sana ya,” tutupnya. Jamz-sumberKumparan

Tidak ada komentar