Social Items


Jakarta, Lagi-lagi Rupiah harus menelan pil pahit, karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) anjlok, sekaligus menembus level paling dalam yakni Rp14.500-an per USD. 

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bahwa pelemahan mata uang Garuda ini masih dipicu faktor ekonomi global. Faktor utamanya yakni pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Powell menyatakan, ekonomi AS berada di titik puncak selama beberapa tahun terakhir. 

Hal itu ditandai salah satunya inflasi Negeri Paman Sam yang mencapai target The Fed sebesar 2,0%. Pernyataan Powell ini diterjemahkan sebagai sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed, sehingga mendorong penguatan Dolar AS dan berakibat pada pelemahan Rupiah. 

“Jadi gabungan dari The Fed yang memang konfirmasi akan terus naik. Terus sempat tadi malam Presiden Donald Trump mengkritik The Fed menaikkan bunga, kemudian direvisi pernyataan itu bahwa presiden Trump menghormati independen Bank Central AS, sehingga kemudian USD indeks naik ke atas 95, jadi dolarnya menguat,” kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/7). 

Penguatan Dolar AS terus mempengaruhi pergerakan mata uang global, tidak terkecuali kepada China. Dalam dua hari terakhir Yuan China terdepresiasi hingga 6,7%, bahkan tadi pagi capai 6,8%. Kemudian Bank Central China intervensi sehingga depresiasi Yuan China turun di bahwa 6,8%. 

“Setiap kali China lakukan depresiasi berdampak pada kurs negara-negara emerging market yang lain,” jelas Mirza kepada okezone. Mirza pun mengatakan Rupiah kali ini tidak melemah sendiri. Mata uang negara-negara lain seperti Afrika Selatan, Brasil, Cili, dan Polandia juga ikut tertekan. 

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (20/7) pukul 17.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 53 poin atau 0,37% ke level Rp14.495 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.474 per USD-Rp14.545 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.475 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.468 per USD-Rp14.540 per USD. Jamz-sumberHariansinggalang

Dollar Tekan Rupiah Sampai ke Posisi Rp15.500 Per USD. Inilah Penyebabnya....

Cakrawala Online

Jakarta, Lagi-lagi Rupiah harus menelan pil pahit, karena nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) anjlok, sekaligus menembus level paling dalam yakni Rp14.500-an per USD. 

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan bahwa pelemahan mata uang Garuda ini masih dipicu faktor ekonomi global. Faktor utamanya yakni pernyataan Gubernur Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Powell menyatakan, ekonomi AS berada di titik puncak selama beberapa tahun terakhir. 

Hal itu ditandai salah satunya inflasi Negeri Paman Sam yang mencapai target The Fed sebesar 2,0%. Pernyataan Powell ini diterjemahkan sebagai sinyal kenaikan suku bunga acuan The Fed, sehingga mendorong penguatan Dolar AS dan berakibat pada pelemahan Rupiah. 

“Jadi gabungan dari The Fed yang memang konfirmasi akan terus naik. Terus sempat tadi malam Presiden Donald Trump mengkritik The Fed menaikkan bunga, kemudian direvisi pernyataan itu bahwa presiden Trump menghormati independen Bank Central AS, sehingga kemudian USD indeks naik ke atas 95, jadi dolarnya menguat,” kata dia di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/7). 

Penguatan Dolar AS terus mempengaruhi pergerakan mata uang global, tidak terkecuali kepada China. Dalam dua hari terakhir Yuan China terdepresiasi hingga 6,7%, bahkan tadi pagi capai 6,8%. Kemudian Bank Central China intervensi sehingga depresiasi Yuan China turun di bahwa 6,8%. 

“Setiap kali China lakukan depresiasi berdampak pada kurs negara-negara emerging market yang lain,” jelas Mirza kepada okezone. Mirza pun mengatakan Rupiah kali ini tidak melemah sendiri. Mata uang negara-negara lain seperti Afrika Selatan, Brasil, Cili, dan Polandia juga ikut tertekan. 

Melansir Bloomberg Dollar Index, Jumat (20/7) pukul 17.00 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 53 poin atau 0,37% ke level Rp14.495 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.474 per USD-Rp14.545 per USD. Sementara Yahoofinance mencatat Rupiah melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.475 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.468 per USD-Rp14.540 per USD. Jamz-sumberHariansinggalang

Tidak ada komentar