Social Items


Pasangkayu-Cakrawalaonline, Memasuki awal Agustus atau sepekan lewat ini mungkin peristiwa kali pertama itu terjadi. Pasalnya, sebuah jalan trans di Desa Tammarunang, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi-Barat, akhirnya jebol dan runtuh. 

Tak tanggung-tanggung parahnya yang dialami itu dinilai rusak berat. Sehingga jalan yang beraspal ini tak dapat dilalui kendaraan roda empat dan dua. Bahkan untuk pejalan kaki khususnya warga tani desa harus memilih jalur alternatif lainnya. 

Menurut Kepala Desa Tammarunang, Abu Zakaria pada Cakrawalaonline saat dikonfirmasi, baru-baru ini di Tammarunang menuturkan, bahwa jalan utama yang menghubungkan Desa Tranggi dan Desa Saptanajaya itu runtuh.

 "Karena terkikis oleh air sungai," katanya, sebab-sebab jalan itu jebol. Kerusakan itu yang dinilai panjangnya sekitar 50 meter dan lebar (lk) 10 meter, akibat meluapnya air sungai Tammarunang. Sungai yang nyaris bermuara huruf L ini mengikis material dinding pada tepi sisi jalan trans itu. Dan bermuara hingga ke badan jalan tersebut. 

"Sempat juga banjir disekitar jalan itu," ujarnya. Pada peristiwa kali ini terjadi sekitar pukul dua tengah malam atau kamis (2/8) lalu dini hari. Saat hujan deras mengguyur pada lokasi tersebut. 

"Awal Agustus kemain peristiwanya, saat hujan deras turun," ucap putra Maspul (Massenpulu) ini yang telah lama berdomisili di Desa Tammarunang. (Cr6-Rama)

Begini jadinya, Jalan Trans Antar Desa di Pasangkayu Jebol

Cakrawala Online

Pasangkayu-Cakrawalaonline, Memasuki awal Agustus atau sepekan lewat ini mungkin peristiwa kali pertama itu terjadi. Pasalnya, sebuah jalan trans di Desa Tammarunang, Kecamatan Duripoku, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi-Barat, akhirnya jebol dan runtuh. 

Tak tanggung-tanggung parahnya yang dialami itu dinilai rusak berat. Sehingga jalan yang beraspal ini tak dapat dilalui kendaraan roda empat dan dua. Bahkan untuk pejalan kaki khususnya warga tani desa harus memilih jalur alternatif lainnya. 

Menurut Kepala Desa Tammarunang, Abu Zakaria pada Cakrawalaonline saat dikonfirmasi, baru-baru ini di Tammarunang menuturkan, bahwa jalan utama yang menghubungkan Desa Tranggi dan Desa Saptanajaya itu runtuh.

 "Karena terkikis oleh air sungai," katanya, sebab-sebab jalan itu jebol. Kerusakan itu yang dinilai panjangnya sekitar 50 meter dan lebar (lk) 10 meter, akibat meluapnya air sungai Tammarunang. Sungai yang nyaris bermuara huruf L ini mengikis material dinding pada tepi sisi jalan trans itu. Dan bermuara hingga ke badan jalan tersebut. 

"Sempat juga banjir disekitar jalan itu," ujarnya. Pada peristiwa kali ini terjadi sekitar pukul dua tengah malam atau kamis (2/8) lalu dini hari. Saat hujan deras mengguyur pada lokasi tersebut. 

"Awal Agustus kemain peristiwanya, saat hujan deras turun," ucap putra Maspul (Massenpulu) ini yang telah lama berdomisili di Desa Tammarunang. (Cr6-Rama)

Tidak ada komentar