Social Items


Rohul, Kembali kisah pilu terjadi dengan ditemukannya mayat A wanita 34 tahun dalam sumur di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai Rokan Hulu beberapa waktu lalu. A dipukul menggunakan balok kayu oleh dua pelaku karena menolak diajak gituan. 

Masih dalam kondisi kritis, tubuh perempuan malang itu dimasukkan ke dalam sumur di rumah Ardiansyah yang masih proses pembangunan. Kejadian tersebut dilakukan tersangka pada (27/6/2018) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun korban A baru ditemukan saksi Ardiansyah, pemilik rumah di Desa Talikuman pada Sabtu petang (14/7/2018).‎ 

Tak lama kemudian seorang pelaku RS berhasil ditangkap SatReskrim) Polres Rokan Hulu. Dan yang satu lagi masih DPO.

 RS merupakan orang yang baru kenal dengan janda kembang itu selama kurang lebih satu bulan. 

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi, diwakili Waka Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah AKS SIp‎ di Mapolres, Rabu (8/8/2018), didampingi Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SH SIK saat konferensi pers menjelaskan Polres Rohul hanya butuh waktu tiga hari atau 3X24 jam pasca penemuan mayat, seorang pelaku inisial RS, berhasil dibekuk. 

Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rohul dan dibantu anggota Polsek Tambusai. Sedangkan pelaku yang lain masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). ‎

"Modus yang ada sebetulnya mereka berdua ada niat untuk melakukan tindakan pencabulan.Namun karena korban menolak akhirnya kedua orang tersebut melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban," terang Kompol Willy saat ekspos.

 Setelah dianiaya hingga kondisinya sudah kritis, tersangka kemudian masukkan korban ke dalam sumur.

 Kompol Willy, mengatakan setelah menghabisi A, kedua pelaku membawa sepeda motor seharga Rp10 juta milik korban.

 Lebih lanjut dijelaskanya, saat olah TKP, Kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya dua bilah potongan kayu sebesar lengan, sehelai baju korban, sandal‎, jam tangan, dan lainnya. 

Menurut Kompol Willy, pelaku dapat dijerat dengan pasal 340 juncto 338 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun. GusR-sumber BANGKAPOS

Menolak Digituin Seorang Janda Dipukul Pakai Balok Dan dimasukkan Sumur

Cakrawala Online

Rohul, Kembali kisah pilu terjadi dengan ditemukannya mayat A wanita 34 tahun dalam sumur di Desa Talikumain, Kecamatan Tambusai Rokan Hulu beberapa waktu lalu. A dipukul menggunakan balok kayu oleh dua pelaku karena menolak diajak gituan. 

Masih dalam kondisi kritis, tubuh perempuan malang itu dimasukkan ke dalam sumur di rumah Ardiansyah yang masih proses pembangunan. Kejadian tersebut dilakukan tersangka pada (27/6/2018) sekitar pukul 18.00 WIB. Namun korban A baru ditemukan saksi Ardiansyah, pemilik rumah di Desa Talikuman pada Sabtu petang (14/7/2018).‎ 

Tak lama kemudian seorang pelaku RS berhasil ditangkap SatReskrim) Polres Rokan Hulu. Dan yang satu lagi masih DPO.

 RS merupakan orang yang baru kenal dengan janda kembang itu selama kurang lebih satu bulan. 

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi, diwakili Waka Polres Rohul Kompol Willy Kartamanah AKS SIp‎ di Mapolres, Rabu (8/8/2018), didampingi Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto SH SIK saat konferensi pers menjelaskan Polres Rohul hanya butuh waktu tiga hari atau 3X24 jam pasca penemuan mayat, seorang pelaku inisial RS, berhasil dibekuk. 

Penangkapan dilakukan oleh Tim Opsnal Satuan Reskrim Polres Rohul dan dibantu anggota Polsek Tambusai. Sedangkan pelaku yang lain masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). ‎

"Modus yang ada sebetulnya mereka berdua ada niat untuk melakukan tindakan pencabulan.Namun karena korban menolak akhirnya kedua orang tersebut melakukan tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban," terang Kompol Willy saat ekspos.

 Setelah dianiaya hingga kondisinya sudah kritis, tersangka kemudian masukkan korban ke dalam sumur.

 Kompol Willy, mengatakan setelah menghabisi A, kedua pelaku membawa sepeda motor seharga Rp10 juta milik korban.

 Lebih lanjut dijelaskanya, saat olah TKP, Kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya dua bilah potongan kayu sebesar lengan, sehelai baju korban, sandal‎, jam tangan, dan lainnya. 

Menurut Kompol Willy, pelaku dapat dijerat dengan pasal 340 juncto 338 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun. GusR-sumber BANGKAPOS

Tidak ada komentar